My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
Akhirnya Aston Menikahinya



Tidak terasa, sudah 5 hari Lily berada di Hongkong, besok hari terakhir dirinya menikmati perjalanan bisnis sekaligus liburannya disini.


Lily sudah berhasil menjalin kerjasama dengan Paprika, namun belum menyelesaikan urusan bisnisnya dengan Mannings, ternyata syaratnya cukup rumit jadi beberapa terakhir Lily menjadi sangat sibuk hingga melupakan Aston yang entah bagaimana kabarnya.


Hari ini Lily sudah membuat janji dengan General Manager Manning di Old Town Central, agenda nya hanya mempelajari apa saja berkas yang perlu Lily kirimkan nanti saat mengurus perijinan di Indonesia agar bisa membuka outlet Mannings di sana.


Sepertinya tidak akan memakan waktu yang lama, setelah menemui pihak Mannings Lily akan menghabiskan hari-hari terakhirnya di Hongkong untuk pergi ke beberapa tempat obralan murah seperti Shamsuipo, North point dan juga Mongkok.


Tentu saja Dia harus membawa oleh-oleh untuk Ibu dan juga Adiknya serta para Karyawannya di Indonesia.


#


Menjelang tengah hari, Akhirnya pertemuan itu pun selesai. pihak Mannings baru saja meninggalkan Restauran tempat mereka bertemu. Sementara Lily masih setia disana seraya memainkan Handphonenya.


"Lira"


Lily seketika menoleh mendengar panggilan seseorang itu.


"Elena? Kamu sedang apa disini?"


Lily begitu sumringah melihat mantan partner kerjanya itu.


"Kebetulan Aku mewakili Aston untuk melakukan pertemuan dengan beberapa perwakilan perusahaan yang terlibat dalam produksi mobil sport itu"


"Oh My God, Ya, mobil itu... Aku hampir saja melupakannya"


"Well, Aku rasa Kamu sudah melupakannya. Sungguh kejam, Kamu meninggalkan Aku sendirian"


"Hahaha, Maafkan Aku, Kamu tahu Aku berambisi membangun bisnisku sendiri"


"And You did it!"


"Exactly, Itu semua berkat bantuan Aston. Oh ya ngomong-ngomong Bagaimana kabar Pak Bos?"


"Yaa begitulah, bagaimana ya Aku mengatakannya. Dia benar-benar tergila-gila padamu. Tapi untunglah, Bibi Jean berhasil membujuknya untuk menikahi Rosie"


Deg...


"Menikah?"


"Yah, Aston akan menikahi Rosie setelah peluncuran mobil itu"


"Oh My God, Alhamdulillah... Syukurlah Aku ikut lega"


"Kamu tidak kecewa?"


Lily seketika mengerucutkan bibirnya lucu mendengar pertanyaan itu. kemudian menjawab,


"Kamu lebih tahu dari siapapun tentang perasaanku pada Aston Ele"


"Hihihi, Aku hanya iseng, Siapa tahu kamu sudah memiliki perasaan yang lain padanya"


"Kau ini... Jadi apakah Aku akan diundang nanti?"


"Tentu saja"


"Tapi sepertinya Aku tidak akan datang"


Lily memasang wajah cemberut, membuat Elena mengerucutkan dahinya, lalu bertanya,


"Kenapa?"


"Tiketnya mahal"


Lily berkata-kata dengan wajah tanpa dosa sementara Elena menganga tak percaya kemudian mencibir "Kamu sangat pelit"


Keduanya pun tertawa terbahak-bahak, Beginilah kedua wanita itu jika bertemu, saling melemparkan candaan dan juga sindiran berakhir dengan tawa yang menyenangkan.


"Kamu bisa kembali bersama Davidson"


Seketika Senyum Lily berubah sendu, membuat Elena kembali melanjutkan.


"Kalian masih saling mencintai, kenapa saling menjauhi?"


"Ele, apa yang terjadi padaku dengan David terlalu menyakitkan untuk diulang"


"Ayolah, Sayang, itu semua masa lalu. Kamu sendiri yang mengatakannya padaku bahwa itu semua kejahatan ibu tirinya, bukankah Dia sudah tiada? maka apa lagi yang menghalangi kalian?"


Lily mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Dia menarik nafas pelan kemudian menyahuti.


"Aku hanya merasa tidak yakin padanya. Saat itu dia dengan mudah terpengaruh orang lain, Untuk kedepannya Aku juga tidak tahu apakah Dia masih seperti itu atau tidak... Yang jelas Aku masih belum mempercayainya Ele"


"Aku mengerti. Dan itu adalah hak-mu Lira. Aku hanya ingin mengatakan satu nasihat saja. Jangan menilai seseorang hanya berdasarkan masa lalu, Semua orang bisa berubah, Pikirkanlah baik-baik sebelum semuanya terlambat, dan kamu kehilangan dirinya"


Lily menatap Elena dengan penuh kebimbangan. Yang dikatakan Elena memang benar, tapi.... entahlah Lily masih bingung... Kenapa sejak kemarin enat itu Fany, sekarang Elena, terus saja mengungkit dan membahas tentang David dengannya?


"Kalau begitu Aku pergi dulu. Pekerjaan yang menggunung sudah menanti kedatanganku"


"Hehe Baiklah, selamat bekerja Ele"


"Tidak, Aku akan pergi sebentar lagi"


"Baiklah, sampai jumpa"


"Hmn, sampai jumpa, hati-hati Ele"


"Oke... Oh My... hampir saja lupa. Datanglah ke peluncuran produk hari Minggu besok di Macau"


"Macau?"


"Tenang saja, untuk transportasi serahkan padaku yang sudah berpengalaman ini"


"Hahahaha, ya ya baiklah. Aku akan datang"


"Bagus! Bye!"


"Bye!!!!"


Elena pun berlalu dari hadapan Lily dengan setengah berlari menuju mobil yang di kendarainya. Lily menatap kepergiannya dengan senyum lebar. Elena memang teman yang baik.


#


#


"Robinson akan menikah dengan mantan kekasihnya?. Leon, omong kosong apa yang sedang Kau bicarakan"


Leon sungguh geram dengan Bosnya itu. Dia memberikan informasi yang luar biasa tapi Bosnyaalah mengatakan itu adalah omong kosong? Yang benar saja!


"Tuan Robinson, ternyata memiliki seorang putri dari mantan kekasihnya yang menghilang 7 tahun lalu. Dan Nyonya besar Robinson memaksanya untuk menikahi wanita itu"


"Darimana Kamu tahu semua itu?"


"Saya adalah Leon Tuan, segala Informasi apapun bisa dengan mudah Saya dapatkan"


"Wah wah, Kamu sungguh berbakat menjadi tukang gosip"


David memberikan senyuman manis yang terlihat sangat menjengkelkan di mata Leon.


Benar-benar tidak tau terima kasih. Batin Leon menggerutu.


"Tunggu!!! itu Artinya Robinson dan Lily tidak menikah???"


Nah kan.... Sudah Leon duga, kalau urusan percintaan Bosnya ini memang sangat lamban dan bodoh.


"Menurut Tuan?"


"Aku bertanya padamu kenapa malah balik bertanya"


'Sabarrrrrr' Leon berusaha memaksakan senyumnya, kemudian menjawab.


"Tentu saja Merek tidak jadi menikah, jadi Tuan memiliki kesempatan untuk kembali merebut hati Nyonya Lily"


"Tapi bukankah beberapa hari yang lalu mereka masih berpelukan mesra?"


"Siapa yang tahu Tuan, bisa saja itu pelukan perpisahan?"


"Oh My.... Thank God, ini berita yang sangat bagus. Aku sangat bahagia mendengarnya. Terima kasih Leon. terima kasih banyak!!? Kau memang luar biasa"


Leon mengangguk dengan bangga disertai senyumnya yang menawan.


"Well... karena Aku sedang bahagia hari ini, maka Aku akan memberikan bonus kepada seluruh karyawan tanpa terkecuali, termasuk OB, tukang rumput, tukang listrik, tukang air dan semua tukang di perusahaan kita ini, ingat Leon"


Leon menganga tak percaya, Ahhh tahu begini setiap hari saja Di mencari gosip tentang Lily, Bonusnya pasti akan sangat banyak.


"Baik Tuan, segera laksanakan"


Leon berseru dengan semangat, kemudian meninggalkan David yang tersenyum cerah menghadap keluar jendela.


"Ahh.. Aku harus meminta bantuan James si bajingan itu. Bukankah Dia berpacaran dengan sahabat Lil"


Gumam David kemudian secepat kilat menyambar gawainya diatas nakas kemudian mengetikkan beberapa kata disana untuk James.


James dan David saat ini berhubungan cukup baik meski tidak sedekat itu. Apalagi setelah David menanamkan sahamnya di perusahaan milik keluarga James, jadilah mereka sering berkomunikasi bahkan tak jarang juga terlibat pertemuan bisnis.


Ting


Gawai David berbunyi, David pun membuka pesan yang Ia yakini berasal dari James


"Yesss!!!!" David mengepalkan tinjunya ke Atas, kemudian dengan wajah berbinar-binar berkata,


"Aku akan berjuang mendapatkanmu kembali Honey, Kamu harus menjadi milikku lagi, harus!"


Kali ini David benar-benar akan bertekad. Apalagi tidak ada lagi penghalang diantara mereka.


Akankah David berhasil mendapatkan kembali hati seorang Lily???


Bersambung