My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
Kebakaran Jenggot



Aston menggenggam tangan Lily yang sedari tadi tampak murung. Apa karena pengumuman pertunangan itu?


"Lira, Apa Kamu marah padaku?"


Lily yang sedang menunduk sontak mendongakkan kepalanya menatap Aston. Ada sorot penyesalan dari mata Aston. Yah, Lily memang terkejut. Tapi, bukankah cepat atau lambat pertunangan itu memang akan terjadi?


"Tidak El, Aku hanya terkejut. Kamu tidak memberitahuku tentang pengumuman itu sebelumnya"


"Aku minta maaf, apa Kamu keberatan? kalau iya Kita bisa menundanya, Aku sama sekali tak masalah jika Kamu belum siap"


"Emmm, Aku... Aku hanya merasa kurang lengkap, karena Ibuku tidak ada disini. Dan, bukankah mempersiapkan pertunangan itu tidak bisa mendadak? maksudku, kita butuh persiapan yang matang El"


Ucap Lily yang langsung diangguki oleh Aston.


"Yah, Kau benar. Maka dari itu Aku sudah menyewa Wedding Organizer yang sangat profesional untuk mempersiapkan acara kita nanti. Seminggu juga bukan waktu yang singkat Lira, Mereka akan mampu menyelesaikannya dengan baik"


Ucap Aston dengan yakin.


"Hmm, Ya baiklah Aku ikut saja"


Lily tersenyum pasrah. Yah, sudah saatnya Lily bangkit dari kisah cinta masa lalunya yang pahit dan memulainya kembali dengan Aston, sekaligus bisa membalas semua kebaikan pria itu padanya.


"Itu saja?"


"Hmn? apanya?"


"Heeeh, itu saja reaksimu? tidak adakah ekspresi gembira, terharu dan antusias seperti pasangan lain yang akan bertunangan?"


"Aku bahagia El, tapi Kamu tahu aku bukanlah tipe wanita yang suka berlebihan dalam mengungkapkan perasaan bahagianya"


Lily mengerucutkan bibirnya sebal, yang seketika mengundang gelak tawa Aston.


"Baiklah, Aku mengerti My Queen. Terima kasih"


"Sama-sama"


"I love you"


Lily dengan sedikit canggung berkata "Me too"


Aston tersenyum lebar mendengar jawaban dari pujaan hatinya itu.


"Aku masih punya kejutan untukmu"


"Kejutan apa lagi?"


"Tunggu 2 hari lagi"


"Hemmm, menyebalkan! Jangan membuatku penasaran El"


"Namanya juga kejutan. Kalau Aku memberitahumu sekarang itu namanya sekilas info"


"Ck... nyebelin" Ucap Lily dengan sengaja menggunakan bahasa Indonesia.


"What?"


"Nothing. Let's go home"


Ucap Lily kemudian beranjak meninggalkan Aston yang duduk di sampingnya.


"Okay"


#


#


"Daddy, bisakah Daddy duduk dengan tenang?" Ucap Alice yang mulai kesal melihat Daddy sedari tadi mondar-mandir di hadapannya seperti setrika rusak.


"Bagaimana Daddy bisa tenang! Mommy-mu akan bertunangan minggu depan, dan Kamu menyuruhku duduk tenang seperti peserta Ujian Nasional, sweetie?"


Alice hanya menggeleng pelan mendengar ucapan Daddy-nya. Memang percuma saja berdebat dengan David karena ayahnya itu selalu ingin menang sendiri.


"Dimana paman Leon?"


Tanya David dengan penuh emosi. Sementara Alice hanya mengendurkan bahunya seolah tak tahu. Padahal Alice tahu, Leon sengaja menghindari ayahnya yang sedang kebakaran jenggot setelah mendengar pengumuman tentang pertunangan Mommy-nya, Lily.


Ringkasnya, Leon sedang menyelamatkan diri dari amukan bosnya yang ababil itu.


Alice juga sedih saat mendengar tentang pertunangan Mommy-nya itu, Tapi menurut Alice,tingkah Ayahnya itu tidak akan membantu apapun apalagi mencegah pertunangan itu terjadi. Harusnya, Ayahnya berfikir dengan tenang dan pikiran yang jernih untuk bisa memikirkan cara terbaik menggagalkan pertunangan itu.


"Dad berhentilah berjalan-jalan seperti itu, Daddy malah membuatku sakit kepala?"


"Lalu apa yang harus Daddy lakukan? Daddy sudah melakukan ide konyol kalian dengan bersikap cuek terhadap Mommy-mu, tapi Kamu lihat sekarang, Dia malah akan bertunangan, minggu depan! Seharusnya Aku memang tidak menuruti ide bodoh kalian"


Ucap David frustasi. Aahhh David sungguh menyesal mengikuti ide bodoh Leon yang juga di setujui oleh Alicia.


"Makanya, ayo kita pikirkan sama-sama Dad, kita cari cara agar Mommy batal bertunangan dengan paman itu"


Bujuk Alicia dengan wajah yang sama-sama frustasi sehingga Davidpun terpaksa duduk, pria itu memejamkan matanya dan memijat pangkal hidungnya.Alice pun tampak berfikir. Tiba-tiba Alice mendapatkan sebuah ide yang cemerlang.


"Dad! Aku punya ide"


Seru Alice dengan wajah berseri-seri. David yang penasaran kemudian bertanya,


"Ide apa? Kalau idemu sama konyolnya seperti kemarin maka batalkan saja, sweetie."


"Hemmm, Daddy jangan berburuk sangka dulu. Aku yakin cara ini akan sangat ampuh"


"Sweetie, apa Kamu...gila?"


"Bukan Aku, tapi Daddy yang gila"


Sungut Alice sebal. Dia memberikan ide yang bagus malah dikatai gila? menyebalkan.


"Tapi idemu benar-benar buruk sweetie, percayalah"


"Jadi, Daddy tidak mau?"


"Ya, Kita cari ide yang lain"


"Dadd... Ayolah kita hanya pura-pura melakukannya kan? tidak sungguh-sungguh. Hanya supaya kita tahu apakah Mommy masih mencintaimu atau tidak Dad"


"Mommy-mu akan lebih membenciku karena kita membohonginya dan menyangka bahwa aku memanfaatkanmu, apalagi dengan cara membuatmu pura-pura diculik dan terluka. Tidak, itu tidak masuk akal. Ide yang buruk"


David lagi-lagi menolak Ide gila Alicia. David merasa, Alice terlalu banyak menonton film drama. Jadilah gadis itu memikirkan ide yang sangat dramatis itu.


Tapi bukan Alice namanya jika menyerah begitu saja. Jika Daddy-nya menolak maka paman Leon pasti akan menyetujuinya.


Benar kata David, Alice terlalu banyak menonton film drama.


#


Dan....


"Ide Anda sangat buruk Nona, Aku setuju dengan Tuan. Jangan lakukan hal bodoh seperti itu"


Leon tersenyum manis namun hatinya sungguh dongkol. Gadis cilik ini menelponnya tengah malam hanya untuk mengatakan hal bodoh seperti ini? Sungguh... menjengkelkan.


"Ayolah paman, Mommy sangat menyayangiku. Mommy Akan melakukan apapun yang aku minta, apalagi dalam keadaan seperti itu"


"Ya Nona, tapi jika dia tahu bahwa itu hanya sandiwara dan itu adalah idemu, maka Aku sangat yakin Nyonya Lily juga akan marah padamu. Biarkan Aku berfikir, Aku akan menemukan ide yang lebih baik"


"Idemu yang terakhir gagal total paman"


"Yah, tapi idemu lebih bodoh Nona. Ini bukan film animasi. untuk apa menyewa penjahat dan pura-pura menculikmu hanya untuk menarik perhatian Nyonya Lily agar menuruti permintaanmu untuk kembali pada Tuan"


Leon sebenarnya lelah karena harus terus mengulang kalimatnya agar gadis kecil yang keras kepala ini agar tersadar dari kekonyolannya"


"Kalau paman juga tidak mau membantuku, maka Aku akan menjalankannya sendiri"


Alice pun mematikan sambungan telepon itu dengan kesal. Kenapa semua orang menolak idenya? Bahkan Granny nya pun sama sekali tidak setuju saat Alice menceritakan idenya itu sepulang dari kantor David.


"Tidak akan berhasil, malah kau bisa membuatnya bertambah marah pada Daddy-mu karena berfikir bahwa Daddy-mu sudah memanfaatkanmu karena kedekatan kalian"


Begitulah kira-kira isi pidato singkat Granny-nya, Charlotte, yang isinya 11:12 dengan pidato David dan Leon.


Alice kemudian memejamkan matanya dan berfikir keras. Sebenarnya bisa saja Lily meminta bantuan pada para bodyguard David. Tapi, Alice merasa percuma karena orang-orang itu lebih takut dipecat oleh David daripada menuruti permintaannya.


Aha! Alice ingat, Ayah sahabatnya Ericka punya banyak kenalan preman-preman di kota ini, sebaiknya Alice meminta bantuannya, kalau di beri uang yang banyak, mereka pasti mau kan?


#


#


"Selamat Datang Tuan Crambhell yang terhormat, Aku senang bisa menyambutmu"


Wanita Sexy bergaun merah tanpa lengan yang menampakkan belahan gunung kembarnya mengecup secara bergantian pipi seorang pria yang tak lain adalah Martin.


"Terima kasih Gween, Kau memang selalu bisa diandalkan"


"Tentu saja Tuan, Kau sudah mengangkat derajatku sampai seperti ini, mana mungkin aku tidak tahu balas Budi"


Jawab wanita itu dengan senyuman yang menggoda. Martin hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


"Jadi, Bagaimana dengan permintaanku soal pekerjaan?"


"Jangan khawatir, Aku adalah seorang mucikari yang sangat terkenal, hanya untuk masuk ke group Robinson itu adalah hal mudah, tapi tentu saja bukan dengan jabatan yang tinggi, apalagi dengan keadaanmu yang.. "


Wanita bernama Gween itu tidak berani melanjutkan kalimatnya mengenai kondisi fisik Martin yang cacat, saat melihat tatapan mengerikan dari pria itu.


'Jangan main-main dengan seorang psikopat Gween, Jika kau masih ingin menghirup oksigen dengan damai di dunia ini' Batin Gween menasihati diri sendiri.


"Lupakan. Aku tidak akan menyakitimu karena Kau telah membantuku hingga sampai kemari. Tapi, jika Kau mengatakannya lagi maka aku tidak akan ragu untuk mengeluarkan semua isi perutmu"


Gleuk, Gween menelan salivanya dengan kasar.


'Ya Tuhan, benar kata Ayah, Dia memang sangat menakutkan'


"Jadi, kapan Kau bisa mulai bekerja?"


Tanya Martin dengan antusias.


"Besok, Aku akan membawamu menemui kenalanku di Perusahaan Robinson, Dia yang akan mengurus proses perekrutanmu"


"Bagus. Lebih cepat lebih baik, Karena Aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan Davidson".


"Memangnya apa yang akan Kau lakukan?"


Tanya Gween penasaran.


"Sssst, Kau tidak perlu tahu. Cukup lihat dan saksikan saja bagaimana Aku akan menghancurkan David dan perusahaannya melalui Robinson.


Bersambung