
New York City, United States
Sore hari yang cerah dan sibuk di Kota yang terkenal dengan sebutan 'Big Apple' itu. Seorang Pria yang kini tengah memimpin sebuah rapat pemegang saham di Perusahaan yang sudah di dirikan dan di kembangkan dengan jerih payah dan keringat oleh Ayahnya tercinta, Crambhell Corp.Company yang kini tengah mengalami isu besar setelah kematian Charlotte. David terlihat sangat serius dan dingin. Pria itu menatap satu persatu para pemegang saham dan juga petinggi perusahaan yang sejak siang tadi sudah mulai memperdebatkan keputusan kepemimpinan dirinya.
Hal itu disebabkan karena David sama sekali tidak pernah terlibat dengan urusan Perusahaan Ayahnya semenjak memutuskan untuk merintis usahanya sendiri dan meninggalkan Amerika menuju Hongkong.
"Jadi, Anda semua meragukan Saya begitu? Jadi, siapa yang harus memimpin perusahaan ini? Alicia yang masih berusia sebelas tahun? atau Mommy Charlotte yang kini sudah dimakamkan akan Anda bangunkan lagi?"
Sarkasme David terang saja membuat semua orang diruangan itu mati kutu, tapi tak lama kemudian, salah seorang dari mereka yaitu Javier Hernandez yang merupakan Direktur yang di percaya oleh Charlotte menyuarakan aspirasinya,
"Tuan David, Saya tahu bahwa Anda adalah putra dari pemilik perusahaan ini, akan tetapi selama berpuluh tahun anda tidak mengerti seluk belum dan sepak terjang perusahaan ini, bagaimana bisa secara mendadak anda memimpin perusahaan? Maksud saya masih ada kandidat lain yang bisa dijadikan pemimpin, tanpa mengurangi rasa hormat Saya, sebaiknya Anda cukup mengawasi saja sampai tiba waktunya Nona Alicia Crambhell untuk memimpin perusahaan ini"
"Lalu siapa kandidat yang cocok menurut Tuan Javier?"
Tanya David dengan senyum sinis. David bukanlah orang dungu, Dia memiliki insting kepemimpinan yang kuat dan akurat. Bisa dipastikan bahwa manusia-manusia di hadapannya ini hanyalah sekumpulan kerbau serakah yang hanya ingin mencari keuntungan sendiri.
Javier yang mendengar pertanyaan Davidpun tampak berbinar-binar, Dia menjawab dengan menegakkan tubuhnya dan tersenyum lebar.
"Tentu saja ada banyak kandidat seperti Jonathan, Paul, dan juga Jefferson. Mereka sudah mengabdikan diri di perusahaan ini sejak masih remaja kemampuan mereka jelas tidak perlu ditanyakan lagi Hehehe"
Javier tertawa kecil saat menyebutkan nama-nama kandidat itu yang semuanya adalah keluarganya sendiri.
"Kemampuan? kemampuan menggelapkan uang maksudmu? Kau fikir Aku tidak tahu sepak terjang mereka? sekedar info, Aku... memiliki bukti tentang apa yang sudah mereka lakukan"
David terlalu muak untuk berbasa-basi, Di perusahaannya Dia sangat terkenal sebagai pimpinan yang berlidah tajam setajam silet. Siapapun yang mendengar sarkasme nya bisa saja terkena serangan jantung saat itu juga. Seperti saat ini, Javier yang tadinya tersenyum lebar mendadak berwajah pucat seperti mayat mendengar ucapan David yang ternyata adalah benar.
"Yah, sebenarnya Saya juga tidak terlalu berminat untuk mengurus perusahaan ini yang... yah sudah kalian ketahui mungkin dalam waktu 2 tahun kedepan hanya tinggal kenangan. Saya hanya kasian pada kalian yang sudah tua dan bisa saja akan segera menjemput ajal tapi tak meninggalkan apa-apa untuk keluarga kalian karena hutang perusahaan ini sudah sangat.... menggunung"
David menjeda kalimatnya seraya memperhatikan berbagai ekspresi wajah manusia-manusia yang ada di hadapannya. Ada yang celingukan, ada yang tegang, ada pula yang menunduk, sepertinya benar-benar mengingat ajalnya.
"Seperti yang kalian ketahui, Aku bukanlah pengusaha amatir, jika kalian manusia modern pasti sudah pernah mendengar namaku dan juga perusahaanku dikancah Asia dan juga sebagian Eropa barat, bahkan kini sudah hampir menyentuh seluruh benua Eropa. Kalau perusahaan ini bangkrut, sama sekali tidak ada pengaruhnya untukku ataupun Alicia. Dia anak perempuan, jika aku mewariskan 2 perusahaanku saja sudah bisa menjamin masa depannya kelak"
"Jadi, Aku menawarkan diri untuk memimpin perusahaan ini karena kasihan. Oh tidak.. lebih tepatnya prihatin. Seperti prinsip dasar yang aku junjung tinggi dalam berbisnis, penawaranku hanya berlaku satu kali, setelah itu, bahkan jika kalian semua memohon padaku sambil menjilat kakiku, Aku tidak akan pernah mengabulkannya"
David mengetuk-ngetukkan jarinya diatas meja, Matanya yang tajam menyapu seluruh ruangan dengan para peserta rapat di dalamnya. mereka semua tampak berdiskusi satu sama lain kecuali Javier, wajahnya nampak memerah seperti saos indofood karena malu.
Bosan menunggu mereka berbisik-bisik seperti ibu-ibu bergosip, David mendesah pelan kemudian hendak beranjak dari sana. Persetan dengan perusahaan yang sudah diambang kehancuran ini, Dia terlalu banyak membuang waktu dengan para sampah yang tidak berguna itu.
"Tuan Davidson"
Seseorang dari mereka berseru saat melihat David hendak beranjak dari duduknya.
"Hmn...Sudah membuat keputusan?"
"Ya, Kami semua setuju dengan mengangkat Anda sebagai pemimpin Crambhell Company"
"Ya ya saya setuju"
"Saya juga setuju"
"Ya, bagaimanapun perusahaan butuh pimpinan seperti dirinya"
"Betul, Kita butuh pemimpin yang segar dan berani"
"Ya Ya, Anda benar"
Dan masih banyak lagi seruan-seruan tanda persetujuan lainnya saling bersahutan. Jangan tanyakan wajah Javier yang kini menjadi hijau. Mungkin sebentar lagi dia akan dilarikan ke rumah sakit karena shock.
"Baiklah. Terima kasih atas keputusan Kalian. Saya berjanji dibawah kepemimpinan Saya, tidak akan ada celah bagi sia-pa-pun untuk melakukan kecurangan. Saya akan merombak seluruh struktur perusahaan tentu saja di rapat berikutnya akan saya presentasikan, jadi kalian bebas memberi masukan dan juga melakukan protes jika tidak setuju dengan struktur yang saya buat"
Semua peserta rapat mengangguk paham. David pun melanjutkan,
"Saya kira rapat hari ini cukup sekian. Kita berjumpa lagi di rapat berikutnya hari rabu dengan agenda yang tadi saya sebutkan. Terima kasih. Kalian boleh keluar"
Mereka semua pun membubarkan diri tak terkecuali Javier. Hingga tinggal lah David sendirian di ruangan itu.
Jujur, sebenarnya David tidak berminat memimpin Crambhell, tapi demi Mommy Charlotte yang sudah berjuang meneruskan perusahaan Ayahnya, juga untuk masa depan Alicia agar bisa mengingat kenangan kakek dan neneknya melalui perusahaan ini, David terpaksa harus kembali mencampuri urusan Crambhell Company yang sudah ia tinggalkan sejak usia 25 tahun, tepatnya 20 tahun yang lalu.
Hahh, mengingat usianya, David kembali merasa pusing. Ternyata Dia sudah setua itu, Andai saja... Anda saja pernikahannya dengan Lily bisa berjalan normal dan putra mereka bisa terlahir saat itu mungkin di usianya saat ini David tak perlu memikirkan tentang keturunan.
Yah, Alice adalah putrinya meskipun bukan putri kandungnya. Tapi bukankah manusia terlalu munafik jika mengatakan bahwa mereka tidak menginginkan keturunan dari benih mereka sendiri.
David melepaskan Jas yang melekat ditubuhnya, Menyisakan kemeja putih yang mulus tanpa cela mencetak jelas dadanya yang bidang dan berotot. Dia berjalan menuju ke jendela yang menampakkan pemandangan malam hari yang indah di New York City. Rapat yang alot membuatnya terjebak di kantor ini hingga malam hari. Menyebalkan memang. Tapi saat ini David sedikit terhibur, melihat pemandangan malam itu mengingatkan dirinya dengan malam di Hongkong, mengingatkan dirinya dengan mantan istrinya yang masih menjadi ratu di hatinya.
"Honey, bagaimana kabarmu?"
David bergumam kemudian memejamkan matanya, mengundang bayangan Lily yang tersenyum manis didalam dekapannya.
"Aku tanpamu seperti layangan putus, tidak punya arah tujuan. Honey... Aku.... sangat merindukanmu"
Bulir bening itu akhirnya mengalir, Dia adalah bos perusahaan yang ditakuti, tapi dia juga pecinta seorang wanita yang sangat lemah dan cengeng. Hanya satu wanita, Lily.
Night of New York City, Indah banget ya... 😍