My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
D'Queen



Tak terasa sudah Hampir 6 bulan Lily berada di Indonesia, hari demi hari usahanya semakin berkembang.


Dia benar-benar membuka usaha Fashion dan juga Cosmetics yang dia pasarkan dengan nama toko D' Queen.


Nama yang singkat dan simple, mudah dilafalkan dan di ingat. Namun, nama itu memiliki makna yang dalam, Queen yang artinya adalah ratu, pemimpin wanita.


Lily ingin brand ini bisa menggambarkan peran wanita yang bisa dikatakan sering dipandang sebagai makhluk yang lemah, tapi sebenarnya jika seorang wanita sudah bertindak dan berkarya maka Ia bisa menjadi pemimpin serta tidak kalah dari kaum pria, walaupun tetap saja jika Ia sudah bersuami maka suaminya adalah rajanya.


Dan berkat usahanya yang gigih dalam membangun sistem pemasaran dan promosi yang gencar, sekarang usaha Lily yang tadinya hanya memiliki gudang kecil yang Ia bangun diatas tanah hasil kerja kerasnya selama bekerja di perusahaan Robinson, kini Lily sudah memindahkan gudangnya di wilayah industri Tegal, karena gudang lamanya sudah tidak bisa lagi menampung lebih banyak barang.


Lily sebenarnya sudah pernah membuka toko online di beberapa marketplace seperti sophee dan Tokopedia. Namun setelah memutuskan untuk menjadi TKW di Hongkong Lily pun berhenti berjualan.


Kini wanita asli Jawa Tengah itu memulai peruntungannya di bidang penjualan lagi, dan tidak butuh waktu lama toko shopee dan Tokped Lily sudah memiliki ribuan followers. Bahkan setiap hari Lily bisa mengirim ratusan paket untuk dikirim ke berbagai kota di Indonesia.


Bahkan tidak sedikit yang memesan dengan jumlah yang besar atau biasa di sebut skala grosir. Itu sebabnya perputaran stock produk di gudang Lily sangatlah cepat. sampai-sampai banyak produk yang harus di-PO hingga 14 hari karena menunggu produk datang dari pabrik supplier.


Itu semua bisa terjadi mungkin karena terbantu dengan iklan di Ig Ads juga karena produk yang Lily jual merupakan brand ternama original seperti UNIQLO, Giordano, H&M, Nevada dan juga Pull&Bear (untuk produk anak-anak) dengan harga yang bisa dikatakan jauh dari pasaran, membuat produk yang Lily jual laris manis dikalangan muda-mudi dan juga ibu-ibu keceh.


Selain Fashion, Lily juga meranbah ke penjualan produk Cosmetics yang tengah viral seperti produk pemutih badan dan juga perawatan wajah yang Ia import langsung dari Korea, Thailand dan juga Jepang. Prosesnya tidak mudah memang, tapi karena kesabaran dan kegigihan Lily akhirnya Ia bisa menjadi Supplier resmi produk-produk tersebut.


Beberapa hari yang lalu, Lily mendapatkan tawaran dari salah satu brand tas yang cukup terkenal di Hongkong, yaitu Paprika, juga penawaran kerjasama dari Mannings Hongkong untuk membuka cabang di Indonesia,terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung Semarang Surabaya dll. Ini kesempatan emas yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.


Maka dari itu, Lily memutuskan untuk terbang ke Hongkong Minggu ini untuk membahas mengenai kerjasama tersebut. Yah, Lily akan kembali ke negara itu namun bukan sebagai seorang buruh migran, melainkan seorang businessman.


Kebetulan juga beberapa hari lalu akhirnya berhasil menemukan Fany, dan percaya atau tidak, Fany masih berada di Hongkong. Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata Fany sudah hampir 4 tahun menjalani hubungan dengan James, Ya Rabb, hidup memang penuh dengan kejutan.


Bagaimana dengan Marry? entahlah, Lily hanya mengenalnya sebentar, jadi tidak terlalu akrab, dan tidak terlalu kepo juga tentang wanita cantik itu, lagipula saat proses kremasi jenazah Nyonya Charlotte, Marry sepertinya tidak mengenalinya, setelah melakukan perpisahan dengan mendiang Nyonya Charlotte, Marry dan James pergi tak lama setelah berbincang dengan David.


Kembali lagi ke Fany.


Sahabat Lily itu awalnya sama sekali tidak percaya jika Lily yang mengirimi pesan kepadanya lewat direct message Instagram, tapi setelah Lily meyakinkannya dengan melakukan Video call gadis itupun akhirnya percaya.


Yups, dan mereka sudah berencana untuk bertemu saat Lily sudah mendarat di Hongkong nanti, bahkan Fany menawarkan diri untuk menjemputnya, Uhhh Lily sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Fany dan berbincang tentang banyak hal.


Kriing!


Suara gawai Lily membuyarkan lamunan wanita itu.


Aston?


Lily pun segera menjawab panggilan itu.


"Halo Lira, Kamu benar-benar melupakan Aku hari ini"


Ucap Aston dengan suara merajuk yang terdengar menggelikan di telinga Lily.


"Maafkan Aku Tuan Elnathan Robinson yang terhormat hehehe, Aku benar-benar sibuk, sungguh"


Lily mengatakan yang sejujurnya, Dia memang sibuk. Wanita itu terkekeh, di tengah rasa penat dan lelahnya mengurus toko, Telepon dari Aston sering kali menjadi penghiburan untuk Lily. Pria itu memang sangat pandai membuat suasana hatinya menjadi senang.


"Ya, ya, baiklah Nyonya Lira yang sekarang telah menjadi pebisnis yang sukses"


Aston tertawa pelan disana membuat Lily mengerucutkan bibirnya mendengar godaan dari Pria itu.


"Hemmm, jangan menggodaku seperti itu, Kami tahu aku hanya pemula, ck!"


"Jangan marah Sweetheart, Aku sungguhan memujimu"


"Bohong, Kamu memang menyebalkan, huuh"


"Baiklah, Aku minta maaf... Emm sebenarnya Aku menghubungimu hari ini ingin menanyakan sesuatu"


"Oh ya? sesuatu apa El?"


Lily mendadak jadi penasaran, Aston tidak biasanya berbicara dengan nada serius seperti itu.


"Tentang keberangkatanmu ke Hongkong"


Pernyataan Aston membuat bola mata Lily seketika membola.


'What? bagaimana Dia bisa tahu?'


Aston yang seolah mengetahui isi pertanyaan Lily yang kini tak bersuara, pun berkata,


"Tentu saja Aku tahu, pak Amir yang membocorkannya, Kau boleh memecatnya kapan saja, hahahaha"


Sungut Lily kemudian namun juga ikut tertawa pada akhirnya.


"Baiklah. Aku akan menyusulmu kesana"


"Benarkah??? Horee Aku pasti akan mendapatkan banyak traktiran hehehe"


"Tidak perlu khawatir, jangan lupakan jika Aku ini adalah Presdir Robinson Corporation"


"Ya ya baiklah tuan Presdir!"


"Hahaha, baiklah Aku tutup teleponnya, sampai jumpa Minggu depan Lira"


"Ya Bapak Presdir! sampai jumpa hehe"


Panggilan pun berakhir. Lily tersenyum menatap layar gawainya yang telah berubah gelap.


Begitulah hubungannya dengan Aston, penuh dengan canda tawa dan gurauan. Sangat Asyik dan menyenangkan.


Entah kenapa hatinya tak bisa membukakan pintu untuk Aston bisa masuk ke dalamnya. padahal Pira itu sangat baik, bahkan Ibunya pun sudah merestui hubungan mereka. Tapi kenapa Ia sangat sulit menerima Pria itu?


Sepertinya ada yang salah dengan hatinya, apakah Lily harus pergi ke ustadz untuk di ruqyah? atau bagaimana? Lily pun bingung sendiri.


Dia seperti wanita tidak tahu diuntung, di cintai oleh pria kaya yang sangat baik hati dan royal tapi malah menolak?


Bagaimana lagi teman-teman? Lily tidak bisa mencintainya, memaksakan hati pun aakan berakhir tidak baik bukan? bahkan bisa jadi akan saling menyakiti pada akhirnya.


Tapi bukan berarti Lily benar-benar menutup pintu hatinya untuk Aston, segala kemungkinan bisa terjadi, jodoh, rezeki, maut sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Lily hanya ingin menjalani dan menikmati hidupnya seperti air yang mengalir, agar tidak menjadi beban pikiran yang akhirnya membuat dirinya tertekan.


Toh, jika memang jodoh mereka pasti akan di satukan bukan?


begitulah kira-kira pemikiran seorang, Lily.


"Mba Lily"


Suara seseorang memanggil, membuat Lily membuka matanya yang hampir saja terlelap saat memikirkan Aston tadi.


"Oh Nita... ya kenapa Nit?"


Nita adalah karyawan Lily di bagian Administrasi toko online miliknya.


"Ini mbak, ada barang datang, Drivernya minta bukti pelunasan mba biar bisa segera di bongkar"


"Oke, Dari PT mana Nit?"


"Eratex Djaja mba"


"Oke bentar ya saya print dulu struk pelunasannya"


Lily pun mengecek bukti transfer yang Ia kirimkan ke bagian Accounting PT tersebut, kemudian mencetaknya beserta soft copy kwitansi yang telah dikirimkan kepada Lily.


"Ini, kasih ke Beliau terus segera di bongkar yah, biar langsung kita SO dan sortir, jadi besok udah bisa dikirim ke distributor dan pelanggan yang ikut PO minggu lalu"


"Siap Mbak"


Gadis muda bernama Nita itu pun berlalu setelah menerima lembaran kwitansi yang telah di cetak oleh Lily.


"Alhamdulillah, Semoga semakin lancar Yaa Rabb, jadi Minggu depan Aku bisa urus kerjasama dengan Paprika sama Mannings, Bismillah"


Lily berdo'a dengan senyum simpul yang melekat di bibirnya.





Gudang Fashion D'Queen milik Lily... Aamiin mudah-mudahan Saya juga bisa punya usaha kaya Lily... 🥰🥰


Menghalu adalah hak segala bangsa 😂😂 jadi bebas ya mak! 😁


Bersambung