My Hot Boss, I Love You

My Hot Boss, I Love You
Imbalan Untuk My Hot Husband



Cast David, Lily, dan Alicia Saya up buat semangat menghalunya, hehe


Emiliano Davidson Crambhell



Lily Rahmawati



Alicia Davidson Crambhell



Lily terus tersenyum sumringah sepanjang perjalanan menuju sekolah Alice, entah karena hormon kehamilannya atau bukan hari ini Ia sangat bersemangat mengajak David dan Alice untuk bersenang-senang, melakukan Piknik sederhana di taman Taman Central yang dekat dengan pelabuhan, apalagi saat ini adalah musim panas, sangat cocok untuk tema piknik keluarga.


Tapi kebahagiaan yang dirasakan Lily tidak dirasakan oleh suaminya yang kini berdiri kaku dengan wajah merah padam seperti kepiting rebus, David hanya mampu menunduk dengan sesekali melirik sekeliling yang sepertinya menertawakan dirinya. Bagaimana Tidak, seorang pria gagah dengan otot kekar dan beberapa tato di lengannya, memakai piyama tidur pink dengan motif Hello Kitty yang super unyu di siang bolong, naik kereta pula. Kalau saja ada lubang besar disana Pria itu pasti akan langsung bersembunyi didalamnya. Sebenarnya David sudah membujuk Lily habis-habisan agar menjemput Alice menggunakan kendaraan pribadi namun tiba-tiba istrinya itu 😭, maka terjadilah kekonyolan ini.


Tapi sepertinya kebahagiaan Lily adalah segalanya, melihat istrinya yang biasanya sangat pemalu dan tidak banyak bicara nampak begitu bahagia hari ini membuatnya lega, paling tidak David bisa sedikit menebus kesalahannya pada gadis muda itu. Apa yang sudah Ia lakukan pada Lily tak sebanding dengan kekonyolan yang dia alami hari ini.


'Tidak apalah, asal jangan setiap hari' Batin David


"Sir, Ayo turun, kita sudah sampai" Ucap Lily dengan semangat yang sepertinya belum surut


"Ya, Honey" Jawab David dengan senyumnya yang dibuat setulus mungkin.


Tepat saat sepasang suami istri itu tiba di depan gerbang sekolah, Alice ternyata sudah menunggu disana bersama dengan Lucas sahabatnya.


"Hai, lengloi, kau bersama Lucas?" tanya Lily dengan antusias.


sementara yang ditanya masih terperangah, bukan karena melihat Mommy nya yang terlihat sangat bahagia kini, tapi penampilan bodoh Daddy-nya membuat Alice sampai memiringkan kepalanya.


'Apa Daddy sudah gila?' batin Alice seraya menatap Daddy nya dengan kode rahasia diantara mereka. 'apa yang terjadi padamu Dad?' seperti itulah kira-kira.


David membalasnya dengan senyum ngenes dan melempar lirikan singkat menunjuk 'tersangka' kepada Alice.


'Mommy?' Mata Alice hampir melompat keluar saking terkejutnya, benarkah Mommy-nya yang membuat Daddy berpenampilan seperti ini?


Dan sekali lagi David hanya mengangkat bahunya singkat seraya mengangguk pasrah.


Alice menatap David dengan tatapan prihatin kemudian dia melirik Lucas yang wajahnya menjadi aneh karena menahan tawa.


Jadilah dua sahabat itu saling melirik dan


"Buahahhahahaahaa" Lucas tak lagi bisa menyembunyikan tawanya, Ia sampe terpingkal-pingkal melihat Uncle David dan seragamnya yang sangat 'gentleman' itu. Alice pun ikut terkikik dibuatnya. mungkin dia akan menyimpan tawanya saat dirumah. bagaimanapun korban sekaligus tersangkanya adalah orang-orang kesayangannya. jadi saat ini dia tidak mau memihak siapapun. Alice adalah hakim yang adil, begitulah batinnya bermonolog.


"Apa yang kau tertawaan Lucas?" tanya Lily bingung.


"Tidak, Aunty. hanya saja barusan aku melihat badut yang sangat lucu hahaha" ucap tanpa menghentikan tawanya.


"Benarkah? dimana?"


"Disamping Aunty, hahahaha" lanjut anak laki-laki itu yang terlampau jujur itu.


Seketika Lily menoleh kearah sampingnya. kemudian dilihatnya suaminya yang juga menatapnya dengan senyuman paksa.


tiba-tiba saja Lily merasa sedih. suaminya ditertawakan karenanya?


"Kau menertawakan suamiku, Lucas" tanya Lily dengan mata yang berkaca-kaca dan wajah yang muram.


Lucas yang sejak tadi masih asyik tertawa tiba-tiba saja kehilangan suaranya.


"Mmm... Aunty maksudku tidak..."


"Sir! maafkan kebodohanku!" seru Lily yang tiba-tiba menangis histeris. membuat ketiga makhluk di hadapannya seketika panik.


Apa yang sebenarnya terjadi pada wanita ini? begitulah kira-kira yang terlintas di benak mereka.


"Tidak Aunty, tidak. Lucas minta maaf. ini semua salahku yang bodoh ini" ucap Lucas menyesal. Lily adalah wanita yang baik. setidaknya itu yang Ia ketahui selama Lily menjadi pengasuh Alice. Dan Lucas adalah satu-satunya sahabat Alice yang mengetahui jika wanita di hadapannya ini sudah menikah dengan Daddy-nya Alice, yang berarti dia adalah Mommy-nya Alice juga.


"Tidak apa-apa Lucas, Akulah yang bodoh. maafkan Aku sir!" ucap Lily yang sudah mulai tenang.


"Tidak, Honey. Aku sama sekali tidak keberatan memakai baju yang Kamu berikan ini, percayalah"


bukannya senang Lily malah semakin menyesal. Entah apa yang merasuki otaknya hingga memperlakukan David seperti itu.


"Tidak Alice, Aku benar-benar salah, Aku minta maaf Sir. Ayo kita pulang saja hiks hiks" ucap Lily


"Tidak Honey, bukankah kita akan berpiknik keluarga?" ucap David seraya memeluk Lily yang masih sesenggukan.


"Piknik keluarga?" Ucap Lucas dan Alice bersamaan yang langsung dihadiahi pelototan oleh David sebagai kode 'Diamlah anak-anak'. Kedua anak itupun langsung terdiam.


"Tidak Sir, lain kali saja. Aku ingin pulang sekarang" tolak Lily kekeuh dengan keputusannya.


"Are you sure?"


" Hmmm"


"Baiklah Ayo kita pulang, Kita naik mobil saja Okay?"


"Yes, Sir" Jawab Lily lirih.


Kemudian David menghubungi Leon, Asisten pribadinya. untuk menyuruh seseorang mengantarkan mobil ke sekolah Alice.


Sementara Lucas pulang dengan menggunakan bis sekolah.


---++++-----


Dan disinilah mereka sekarang. David, Lily dan Alice menikmati pemandangan laut dan bukit dari balkon Vila David yang cukup luas di daerah Saikung.


David sengaja tidak kembali ke Apartemen mereka karena ingin memberikan kejutan kepada istrinya ini. Meskipun Lily terus menolak bujukannya untuk tetap berpiknik keluarga, tapi David aykin bahwa keinginan istrinya itu mungkin saja karena pengaruh kehamilannya, jadi sikapnya menjadi labil dan sensitif. Setidaknya itulah yang Ia pelajari tentang kehamilan wanita.


"Terima kasih sir, ini.... sangat indah" ucap Lily tulus.


"sama-sama Honey"


"Ayo kita nikmati makanannya, Aku sungguh penasaran dengan rasa buah-buahan yang aku hancurkan itu"


"itu namanya di serut Sir" Balas Lily terkekeh.


"Yah, d seret, hahaha"


"Alice, Come On sweetie. kita nikmati pesta kejutan untuk Mommy"


"Okay Daddy"


"Ayo Mommy"


Mereka pun duduk melingkar diatas karpet yang sudah Lily siapkan. menikmati buah-buahan tropis segar ditemani dengan pemandangan yang sangat indah di wilayah ini. laut dan bukit yang masih sangat asri, sangat memanjakan indera penglihatan.


Tak terasa malam sudah larut, Alice sudah tertidur sejak tadi, mungkin karena kelelahan bermain dan berlari kesana-kemari bersama dengan Daddy-nya.


"Apa kamu senang hari ini Honey?" Tanya David seraya memeluk Lily yang sedang berdiri di depan jendela kamar mereka.


"Ya, Sir, sangat senang, terima kasih sekali lagi untuk hari ini" ucap Lily yang kini sudah mulai terbiasa dengan panggilan sayang dan sikap mesra David.


"Apa Aku tidak diberi Imbalan?" bisik David yang kini membenamkan kepalanya diantara ceruk leher istrinya itu.


"Imbalan? imbalan apa Sir?" tanya Lily yang tanpa sadar menikmati perlakuan Suaminya.


" Ya, Look at me" David membimbing Lily menatap manik tajam miliknya. Lily hanya bisa patuh membalas tatapan diri mata indah yang selalu menjadi candu untuk Lily nikmati. biru nan indah.


Perlahan David mulai mendekatkan wajahnya kearah Bibir tipis istrinya, mengecupnya sekilas kemudian mulai menyesap manisnya yang membuatnya terus ingin menikmati, menjadikannya lupa diri dan terus memperdalam ciumannya hingga decaoan demi decapan terdengar nyaring di ruangan kedap suara itu.


Lily mungkin masih malu dan kaku. Namun kelihaian David membuatnya bisa mengikuti permainan suaminya dengan baik.


" Bolehkah Aku memilikimu malam ini, Honey?" ucap David selepas ciuman panjang mereka. Seperti terhipnotis, Lily pun menganggukinya yang disambut senyuman manis merekah di bibir David.


"Aku akan berhati-hati, Promise!"


Lily kembali mengangguk pasrah. kemudian tanpa aba-aba David menggendong Lily ala bridal style membuat gadis muda itu terpekik kaget.


Dengan lembut dan perlahan David meletakkan tubuh istrinya ke atas ranjang mereka, pandangannya turun kearah perut datar istrinya. kemudian Ia menyibakkan sedikit kaos tidur oversize yang dikenakan istrinya, memperlihatkan sedikit bagian perutnya terbuka, David mengecupnya pelan kemudian memberikan pesan moral kepada calon bayinya.


"Bersiaplah little peanut, Daddy akan memberimu nutrisi malam ini" Ucapnya terkekeh, sementara Lily hanya mampu memejamkan matanya, antara malu sekaligus menikmati tindakan suaminya itu.