
Jakarta, Indonesia
Lily menatap keluar Jendela Mobil yang Ia tumpangi dengan mata berkaca-kaca.
'Ya Allah, 6 tahun sudah Aku baru kembali ke tanah air, dengan Lily yang baru dan tujuan hidup yang baru'
Batin Lily bermonolog.
Satu Jam yang lalu Lily baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta Jakarta setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 7 jam dari Macau.
Akhirnya Ia kembali, setelah melalui 6 tahun yang berat dalam hidupnya sekaligus penuh dengan pengalaman dan juga pelajaran yang Ia dapatkan.
Kali ini di negerinya, Lily tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk merubah hidupnya. Dia yang dulu naif dan bodoh, sekarang bisa menjadi wanita yang lebih cerdas dan kompeten.
Sesuai masukan dari Aston, Lily harus berdikari, membangun bisnisnya sendiri. Dan Aston benar, karena Lily tidak mungkin selamanya bekerja pada orang lain, Dia ingin menjadi Bos meskipun hanya bos untuk usahanya sendiri. Tak apa, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit bukan?
Ah... Jika mengingat Aston, Lily sebenarnya masih merasa bersalah. Aston sudah banyak sekali berkorban untuk Lily, semua hutang budi yang Aston berikan mungkin tak akan bisa Lily balas hingga akhir hayatnya, saking banyaknya.
Aston yang menyelamatkan hidupnya, memberikan kesempatan untuknya melanjutkan pendidikan, dan tidak sampai disitu saja, Pria itu juga mengajarkan cara berbisnis yang sangat penting bagi seorang wanita, seperti bisnis Fashion dan Cosmetics.
Meskipun Inggris bukanlah kiblat fashion, namun masyarakat disana sangat fashionable. Selain itu secara astronomis, Inggris memiliki letak pada koordinat 50º LU – 60º LU dan 8BBº – 2º BT. Secara geografis letaknya ada di barat dari daratan Eropa yang menjadi jalur transportasi dan perdagangan Eropa dan benua Amerika.
Karena merupakan jalur perdagangan Eropa dan Benua Amerika maka dari abad ke abad fashion di Inggris pun mengalami perkembangan yang signifikan, bahkan pada abad 90 Inggris berada dalam sorotan mode dengan penampilan Alexander McQueen, Stella McCartney, John Galliano dan Vivienne Westwood.
Menjelang abad baru, mode Inggris mulai memupuk para desainer paling berpengaruh di dunia. Fearless mechanism of world fashion diproduksi di London, di sekolah desain terbaik di dunia.
Maka tidaklah salah jika Lily belajar mengenai Fashion di Inggris, karena Ilmu Fashion di sana sangatlah bagus dan berkualitas.
Dan lagi-lagi, tentu saja semua berkat Aston. Lily tidak akan bisa membalas kebaikan Pria itu. Semoga Aston bisa memaafkannya atas penolakan dirinya melanjutkan pertunangan mereka.
Lily memejamkan matanya, Lelah perjalanan selamat penerbangan, dan kini berlanjut jalur darat dari Jakarta ke Brebes yang akan menempuh waktu kurang lebih selama 5 jam via Tol Cipali dengan mobil pribadinya. (Jangan iriii.... Ya ceritanya disini kan 6 tahun Di luar negeri dan belum berumah tangga seperti kawan-kawannya, jadi wajar kalo sudah bisa beli mobil pribadi ya kan? Nyong be pengin kaya kuwe 😂)
#
#
Jatibarang, Brebes, 23.00 WIB
Akhirnya Lily tiba di kampung halamannya saat malam sudah larut, tapi sungguh ini memang sesuai rencana Lily, biar sepi dan tidak menjadi pusat perhatian para tetangganya yang baik hati dan tidak kepo hehehehe
Tok tok tok
Lily mengetuk pintu rumah ibunya dengan sedikit keras. Lily yakin Ibunya maupun Diva belum terlelap karena sudah tahu bahwa hari ini Lily akan pulang kampung.
"Assalamualaikum"
"Mama..."
Lily memanggil ibunya lewat jendela samping, berharap agar ibunya lebih jelas mendengar panggilannya. Dan benar saja terdengar suara berisik dari dalam. Ibu dan Diva pasti sedang berlarian ke ruang depan untuk menyambutnya..
"Waalaikumsalam!!!"
suara seruan menjawab salam dari dalam membuat Lily tersenyum bahagia.
"Mbaaa"
"Mama" Lily kini menghampiri ibunya kemudian memeluk erat wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu. Sungguh Lily sangat rindu, terakhir mereka bertemu kurang lebih 4 tahun yang lalu, itupun karena Aston memboyong Ibu dan Diva ke Inggris untuk memberikan kejutan pada Lily.
"Alhamdulillah akhire wangsul Nok..."
(Alhamdulillah, akhirnya pulang nak"
Ucap sang Ibu dengan wajahnya yang sudah basah. Lily juga tengah terisak. Masih tidak percaya bahwa Ia masih bisa berkumpul dengan Ibu dan Adiknya di kampung halaman.
"Nggih Ma, Mpun Yuh mlebet"
(Iya Bu, Udah yuk, masuk" Ucap Lily kemudian masuk kedalam bersama Diva dan Ibunya. Sesaat kemudian Lily keluar menemui Supirnya.
"Pak Amir, nanti ya, saya ke rumah budhe saya dulu, kebetulan budhe cuma berdua sama pakdhe, jadi pak Amir bisa istirahat disana, kalo di rumah saya ngga enak sama tetangga, soalnya perempuan semua kan?"
"Oh, Iya mbak siap"
Jawab Pak Amir dengan tersenyum lebar. Jangan tanyakan darimana Lily secepat kilat mendapatkan supir. Tentu saja Presdir Robinson selalu terdepan kalo soal kenyamanan Lily.
Selesai dengan urusan pak Amir, Lily pun kembali ke rumah, berkumpul dengan Ibu dan Adiknya, menghabiskan malam pertama kalinya untuk mereka bertiga meluapkan rasa rindu dengan saling bercerita dan bersenda gurau.
Saat Adzan subuh Lily pun terbangun mendengar suara ramai di dapurnya, siapa lagi kalau bukan ibunya yang pasti akan masak yang enak-enak hari ini.
Lily menyalakan ponselnya terlebih dahulu sebelum beranjak untuk mengambil wudhu dan menunaikan shalat subuh. Baterai Hp nya kehabisan daya jadilah baru bisa dinyalakan pagi ini setelah semalaman di charge.
Lily membuka aplikasi hijau (line) dan mengetikkan sesuatu disana. Yah, Lily memberikan kabar kepada Aston bahwa Ia telah sampai di rumahnya dengan selamat, sehat walafiat wal barokah tanpa kurang suatu apapun. Dan sesuai dugaannya, Aston sudah mengirimkan chat beruntun seperti kereta tebu di pabrik gula Jatibarang, banyak dan sangat panjang. Lele terkekeh dibuatnya.
Yah, mereka tidak akan sehangat ini jika menjadi sepasang kekasih mungkin, mereka lebih tepat menjadi sahabat atau saudara.
Wajah Lily muram seketika saat mengingat raja yang berkuasa dihatinya, bagaimanakah kabarnya? Hemmm mungkin saja David sudah melupakannya, bahkan bisa jadi sudah menemukan tambatan hati yang baru.
'Jangan bersedih Lily, mungkin kalian memang belum jodoh'
Lily bersenandung dengan sedih. Wanita itu kemudian bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian menjalankan ibadah sholat subuh.
Setelah Sholat Lily tiba-tiba merenung, Dia sudah setua ini tapi masih saja berbuat banyak dosa, bahkan masih mengumbar auratnya kemana-mana, bukankah Allah sudah memberikan kesempatan hidup untuknya setelah kecelakaan 5 tahun lalu yang bisa saja merenggut nyawanya?
Kenapa Dia tidak juga memperbaiki iman dan taqwa nya? Tanpa terasa dua bulir bening mengalir di pipinya. Hatinya berseru agar Lily benar-benar berubah, bukan hanya untuk masa depan kehidupanmya di dunia, tapi juga di Akhirat kelak...
Lily kemudian melangkah ke arah lemari pakaian, Diva adalah seorang mahasiswi sekaligus santri, Anak itu pasti memiliki hijab bukan?Lily mencari-cari dan akhirnya ketemu, Dengan sedikit gemetar Lily mengenakan hijab instan yang panjang dan menutupi dada itu, kemudian bercermin. Lily tersenyum lembut, hatinya menghangat, kemudian berkata
"Selamat Datang Lily yang baru"
Gumam Lily dengan senyum yang tak pudar dari bibirnya.
Mbak yu Lily makin cantik ya... credit 📱 Instagram Cut Syifa.
Kira-kira Daddy David & Aston kalo ketemu Lily yang begini begimane reaksinya ya?
Harap tenang cerita ini tidak akan menambah pemain-pemain baru, jadi teman-teman pembaca harap bersabar ini ujian, pokoknya akan happy ending, kepiwe bae nantinya teman-teman pembaca terima bereslah intinya 🤣🤣 (ngomong apa sih aku😂)