
Anak buah yang di tugas menyamar berhasil masuk ke bangunan tua itu dia terus mengamati situasi tidak lupa dia merekam dengan kamera kecil yang disembunyikan. Dia melihat seorang bos besar sedang berbicara dengan seorang bertubuh besar.
" Apa dia bos preman aku harus hati jangan sampai ketahuan mereka sangat menjaga dia sangat ketat" bisik orang itu.
Di tengah pembicaraan
" Bagaimana apakah barangnya sudah siap? " si bos. " Anda tenang saja tuan semuanya sudah siap tinggal menunggu waktu pemberangkatnya" kata ketua preman.
" Oh ya tuan apakah barang spesial yang anda katakan sudah ada dan dimana sekarang? " si bos.
" Bos tenang saja saya akan membawanya pada anda sebelum hari itu datang, kalian bawalah mereka kesini karena tuan ingin melihatnya" bisik pada anak buahnya.
Anak buah Vella terus mengamati mereka tapi dia merasa heran kata bos preman tadi.
Anak buah preman membawa beberapa gadis muda bersekitar usia belasan tahun, anak buah vella terkejut melihat keadaan di hadapannya.
" Tuan inilah barang yang kusebutkan soal gadus spesial itu segera ku bawakan untuk anda" kata bos preman.
Tuan tersebut memandang para gadis muda di hadapannya dia melihat dari atas ke bawah dan dia tersenyum.
" Bagus semuanya cantik baiklah aku pergi dulu tapi ingat kamu harus membawanya secepat mungkin" kata tuan. Ketua preman menanggukan kepalanya sambil tersenyum.
Anak buah Vella segera meninggalkan bangunan tua dengan menyamar menjadi anak buah tuan besar, setelah berhasil keluar dia kembali ke para temannya. Dia mengelus dadanya membuat temannya bertanya.
" Ada apa, apa yang kamu temukan? " temannya, dia tersenyum. " Aku berhasil sebaiknya segera ku berikan pada bos Sendi" kata anak buah, temannya menanggukan kepalanya.
Dia segera ke markas memberikan hasil rekaman yang dia dapat berikan pada Sendi atau Roger.
Para anak buah Vella seperti biasa melakukan latihan dipimpin oleh Roger, Sandra sudah mulai tegar memulai aktivitas seperti biasa mereka melakukan latihan bersama.
" Bos" kata anak buah menghampiri Roger mengawasi latihan.
" Kamu bukannya ku tugaskan untuk mengawasi mereka dan kenapa berada disini? " Roger.
"Ya bos saya menemukan sesuatu" kata anak buah memberikan rekaman yang dia rekam.
" Ini apa? " Roger, anak buahnya menceritakan semuanya dari awal dan penyamaran yang dilakukannya.
" Bagus tapi apa kamu kenal yang disebut sebagai tuan itu? " Roger. " Maaf bos saya baru saja pertama kali saya melihatnya dan sepertinya dia bukan orang sembarangan tuan, karena si bos preman sangat menghormatinya" kata anak buahnya.
" Baiklah rekaman ini biar saya yang urus kamu kembali ke sana" kata Roger, anak buah menanggukan kepalanya kembali ke lokasi.
Roger melihat rekaman memanggil Sendi ke ruangan CCTV, di sana ada komputer yang di gunakan untuk pekerjaan mereka.
" Roger kenapa kamu membawaku kesini? " Sendi. " Aku akan menunjukan sesuatu padamu dan ini akan membantu kita untuk menangkap para preman yang menanggu Sandra" kata Roger.
" Ayo putar rekamannya aku tak sabar untuk melihatnya" kata Sendi. Roger memutar rekaman yang di bawa oleh anak buahnya.
Disana mereka dapat melihat dan mendengar suara para penjahat.
" Kurang ajar mereka menjadikan para gadis itu sebagai budak, Sendi apa kamu sependapat denganku tentang gadis spesial yang mereka sebutkan" kata Sendi mereka saling memandang.
" Sandra" sahut mereka. " Beraninya mereka punya rencana kejam pada Sandra, sebaiknya kita beritahu nona tentang ini" kata Roger, Sendi menanggukan kepalanya meminta salah satu anak buahnya memanggil Vella.