
Vella hanya tersenyum mendengar perkataan tuan VenFlenderhart untuk menyerangnya.
" Hartawan minta pada putramu untuk melepaskan proyek di pulau A, jika tidak kalian akan menerima akibatnya seperti mereka" kata tuan Ven Flenderhert memanggil bawahannya membawa pelayan kediaman Alfahri yang sudah terluka.
" Tirta" panggil Daddy Hartawan. Tirta paham dengan perkataan daddynya segera menghubungi sekretarisnya tapi dihentikan oleh Vella.
" Kak jangan, Sandra lakukan sekarang" kata Vella. " Inilah aku tunggu" kata Sandra dengan semangatnya menghubungi seseorang untuk mengerjakan sesuatu.
" Siapa yang kau hubungi" bisik Rendi. " Kak tenang saja ini pasti seru" kata Sandra, menghubungi seseorang.
Taklama asistent tuan Ven Flenderhert mendatanginya dengan cemas. " Tuan semua investor perusahaan kita memutuskan hubungan kerja dengan kita dan perusahaan kita sekarang ulur tikar" kata asistentnya dengan ketakutan.
" Nona Vella apa yang anda lakukan pada perusahaan saya" teriak tuan Ven Flenderhert dengan marah.
" Saya hanya melakukan sesuatu yang seharusnya saya lakukan sejak dulu" kata Vella dengan santainya.
" Seharusnya saya menghabiskan kalian di taman waktu itu" amarah tuan Ven Flenderhert, ternyata di kejadian taman waktu itu dia juga ada disana, dia juga mengetahui bahwa Vella ada disana.
Awalnya dia hanya mengira bahwa Vella hanya sekedar menolong tanpa ada hubungan.
Plak
" Jadi mereka suruhan anda" tekan Vella. Melihat keadaan tak aman Sandra mengajak mommy Mayang dan daddy Hartawan masuk ke mobil.
" Om, tante ayo ke mobil kak Rendi tolong temani mereka" kata Sandra. " Nak" kata Mommy Mayang, khawatir.
" Tante tenang saja semuanya baik saja" kata Sandra, menatap Rendi dan menangggukan kepalanya.
" Mom percayalah pada anak-anak kita " kata Daddy Hartawan, mengajak sang istri masuk mobil dan diikuti oleh Rendi. Sedangkan Sandra berjaga di depan mobil takutnya mereka juga di serang.
" Kau beraninya melukaiku, dasar anak kecil" kata tuan Ven Flenderhert, mencoba melukai Vella tapi ditendang oleh Tirta.
Terjadinya saling serangan Vella menghabisi anak buah tuan Ven Flenderhert dengan mudahnya, orangtua Tirta ketakutan melihatnya.
" Rendi tolong putraku" kata Daddy Hartawan melihat putranya kena pukulan. " Tuan, nyonya jangan cemas selama nona Vella disamping tuan muda pasti aman.
Orangtua Tirta tidak mengerti dengan yang dikatakannya tapi dia diam.
Tirta terus menyerang tuan Ven Flenderhert yang telah membuat kediaman keluarganya kacau, sedangkan Vella membiarkan Tirta untuk melepaskan amarahnya.
" Kak sudah" kata Vella, melihat tuan Ven Flenderhert tak berdaya, Vella menatap Sandra.
Sandra mengerti dengan tatapan Vella segera menghubungi Roger untuk membawa orang ini ke markas.
" Kak hubungi ambulans kita harus membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, ayo kita ke apartemen kakak om dan tante harus istirahat mereka pasti syok" kata Vella.
Tirta menanggukan kepalanya dan menghubungi rumah sakit untuk menjemput pelayannya yang terluka.
" Tuan muda biar saya yang menemani mereka, tuan bawa saja tuan dan nyonya besar ke apartemen anda" kata ketua pelayan.
Tirta dan Vella menanggukan kepalanya, Vella membalikan wajahnya dan tersenyum smirk terhadap tuan Ven Flenderhert. Membuatnya ketakutan.
" Apa aku salah sasaran" guman tuan Ven Flenderhert. Taklama ambulans dan Roger datang membawa mereka ke tujuan berbeda.
" Apa orang ini bermasalah dengan nona" kata Roger melihat tuan Ven Flenderhert. " Tidak dia bermasalah dengan tuan Tirta" kata seseorang dibalik earphone.
" Sekarang nona kemana? " Roger. " Nona mengantar tuan Tirta dan orangtuanya ke apartemen" kata seseorang merupakan anak buah bayangan yang diperintahkan oleh bibi untuk mengawasi nonanya.
Meski Vella ahli bela diri tapi bibi tetap mengkhawatirkannya hingga dia meminta Roger untuk memilih orang untuk mengawasi nonanya, Vella sudah mengetahuinya bukan hanya dirinya tapi juga Keanu dan Sandra.