Lady Vella

Lady Vella
Episode 86



Kediaman keluarga Alfahri


Tuan dan nyonya Alfahri sedang menunggu putranya pulang di ruang tengah mereka menyaksikan acara favorit mereka. Tirta meminta supir untuk mengantar Rendi ke apartemennya kemudian melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarganya.


Tok, tok, tok.


" Bibi buka pintunya itu pasti Tirta katakan padanya kami menunggunya di ruang tengah" kata Mommy Mayang.


" Baik nyonya" sahut pelayan menyambut kedatangan tuan muda Aldahri.


Bibi membuka pintu. " Selamat malam tuan muda" kata pelayan, Tirta menanggukan kepalanya. Ketika menuju ke kamarnya langkahnya di hentikan oleh pelayan.


" Maaf tuan muda saya ingin menyampaikan dari nyonya, tuan dan nyonya besar ingin bicara anda di ruang tengah" kata pelayan.


Tirta menanggukan kepalanya menemui orangtuanya di ruang tengah.


" Nak duduk disini kami ingin mengatakan sesuatu" kata Daddy Hartawan, Tirta menanggukan kepalanya dia merebahkan tubuhnya di sofa memejamkan matanya.


Daddy Hartawan menatap putranya yang kelelahan. " Kamu darimana saja nak sepertinya kamu kelelahan" kata daddy Hartawan, mommy Maya melihat putranya membuatnya khawatir.


" Nak katakan pada kami apa yang terjadu? " mommy Mayang, Tirta tersenyum melihat mommy dan daddynya.


" Kita bicaranya besok saja mommy masih bisa menunggu, berbeda dengan kesehatanmu" kata mommy Mayang mengusap kening putranya.


Tirta memegang tangannya dan pamit pada orangtuanya, dia pamit untuk istirahat dan membersihkan dirinya.


" Nak tidak makan dulu" kata mommy Mayang. " Nggak mom Tirta sudah makan di tempat Vella" kata Tirta menuju kamarnya, orangtuanya menanggukan kepalanya pergi ke kamarnya untuk istirahat karena hari sudah malam.


Kamar Tirta.


Tirta menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, kemudian merebahkan tubuhnya ke kasurnya. Tirta meletakan tangannya ke keningnya sambil memejamkan matanya.


" Jika mereka kembali melukaimu sayang aku takkan mengampuni mereka, walau itu adalah daddymu sendiri" kata Tirta mengingat kesedihan Vella, taklama dia masuk ke dalam mimpi.


Tok, tok, tok.


" Tuan muda, tuan dan nyonya menunggu anda untuk melaksanakan shalat subuh di mesjid" kata pelayan tapi Tirta merespon dia turun menemui majikannya.


" Maaf tuan, nyonya tuan muda tidak mendengar panggilan saya" kata pelayan, Daddy melirik arlojinya ternyata waktu subuh sudah masuk.


" Mom sebaiknya kita duluan Tirta pasti kelelahan karena pulang tadi malam" kata daddy Hartawan, mommy Mayang menanggukan kepalanya. Mereka pergi ke mesjid yang tak jauh dari kediaman. mereka.


Hp Tirta berbunyi membuatnya bangun dia meraba dan dilihat jam dari HP.


" Astagfirullah aku telat " kata Tirta, jam menunjukan jam 05, 30 menit.Tak mau membuang waktu Tirta segera membersihkan dirinya dan melaksanakan shalat subuh dikamarnya.


Hari ini hari minggu Tirta tidak ke kantor dia memakai pakaian biasa yang digunakan di rumahnya.


" Mom, daddy maaf Tirta telat" kata Tirta melihat orangtuanya menunggunya di ruang makan. " Tidak apa nak ayo makan nanti kita lanjutkan bicara yang semalam" kata daddy Hartawan.


Mereka menikmati sarapan pagi yang disiapkan oleh pelayan. Selesai makan daddy Hartawan mengajak mereka ke ruang tengah.


" Begini nak kami sudah membicarakan hal ini sejak kemaren, kami ingin kalian melanjutkan hubungan kalian ini" kata mommy Maysng.


Tirta tersenyum karena memikirkan hubungannya dengan Vella.


" Mom aku akan membicarakannya nanti bersama Vella" kata Tirta tersenyum.


" Memangnya kamu akan ke tempat Vella" kata mommy Mayang menangkap dari perkataan putranya.


" Hari ini aku mengajak Keanu ke mall dan makan es krim" kata Tirta. " Daddy mommy juga ingin bertemu Keanu mommy sudah merindukannya" kata mommy Mayang memegang tangan suaminya.


" Baiklah kita semuanya pergi ke mall sekaligus berkumpul" kata Tirta. Mommy Mayang bahagia karena dapat bertemu Vella dan Keanu.