
Mereka mengikuti arah yang di tunjuk oleh bibi tapi tak ada yang mengerti .
" Bukannya itu Keanu tapi bersama siapa? " mommy Mayang.
" Nyonya itu tuan Yuda Sanjaya" seru bibi , membuat suasana hening.
Sandra dan Rendi terus menuju ke tempat Keanu, Rendi hanya mengikuti langkah Sandra tanpa bertanya, karena dia tahu ini masalah yang besar.
" Namamu siapa nak? " Yuda, pada Keanu mengelus rambutnya.
" Sayang" teriak Sandra memanggil Keanu dan langsung memeluknya.
" Adek kamu darimana saja kakak khawatir padamu" kata Sandra, memeriksa keadaan Keanu.
" Maaf tadi aku melihat pertunjukan disana tapi om ini menolongku ketika hampir terjatuh" kata Keanu menunjuk arah Yuda.
Sandra menahan emosinya dengan senyuman. " Ya nak tadi adikmu hampir terjatuh" kata Yuda, Sandra menanggukan kepalanya.
" Terima kasih om atas bantuannya kami mohon pamit dulu karena keluarga kami menunggu" kata Sandra.
" Kakak" kata Keanu, tahu pasti Vella khawatir. " Ya sayang kita pergi, om kalau begitu kami pergi dulu" kata Sandra, mengajak Keanu menemui Vella.
" Anak itu matanya mengingatku padanya" guman Yuda. " Tuan Sanjaya kalau begitu saya pamit dulu mudah-mudahan anda tidaj melakukan kesalahan yang sama" kata Rendi.
Yuda merasa bingung karena Rendi mengenalnya dan apa maksus perkataannya.
" Daddy sedang bicara dengan siapa? " kata Maya kembali pada Elsa, dari toko mereka melihat Yuda berbicara dengan seseorang.
" Oh tidak tadi daddy hanya menolong seorang anak hampir jatuh dan sudah di jemput kakaknya, sekarang kalian sudah selesai berbelanjanya" kata Daddy Yuda.
" Sudah dadd dan sekarang kami lapar" kata Elsa, mengelus perutnya. " Hahaha anak ini baiklah kita makan restoran depan sana" kata Daddy Yuda tang terlihat bahagia dengan keluarga bahagia.
Vella hanya menahan rasa sakitnya melihat daddy kandungnya terlihat bahagia, dia menggelamkan kepalanya ke dada Tirta merasa tak sanggup melihat kebahagiaan mereka.
" Kakak apakan kakakku hingga menangis" kata Keanu meletakan tangannya di pinggannya, Vella menarik nafasnya menghapus air matanya dan tersenyum.
" Kakak tidak menangis sayang, kakak hanya khawatir pada adik kakak ini" Vella berjongkok memeluk Keanu.
Mereka di sana tersenyum melihat keduanya.
" Sekarang katakan pada kakak adik tampan kakak ini dari mana? " Vella. " Tadi Keanu melihat ada pertunjukan permainan balon kak disana, tadi Keanu hampir jatuh dan di tolong oleh om. Keanu lupa menganakan namanya" kata Keanu, Vella tersenyum.
" Ayo sayang sebaiknya kita ke restoran kamu pasti lelah dan kita bisa minum disana" kata Tirta ingin memegang tangan Vella tapi dihalang oleh Keanu.
" Kakak tidak boleh pegang kakakku, kak membuatnya menangis" kata Keanu yang cemberut. Tirta menatap semua orang yang menahan tertawanya.
" Sayang katakan pada adikmu, kamu menangis bukan karenaku" kata Tirta membujuk Vella.
" Kakak" ucapan Vella dipotong oleh Keanu. " Kak ayo kita masuk kak Tirta ingin memberikan kita es krim" kata Keanu, menarik Vella.
" Nak bersabarlah dia akan menjadi adikmu" kata Daddy Hartawan, menepuk punggung putranya kemudian masuk ke restoran.
" Sebenarnya ini salah siapa" Tirta menggelengkan kepalanya tapi dia lega melihat Vella tersenyum lagi.
Mereka memesan minuman dan makanan memang sudah waktunya makan siang.
" Keanu lain kali jangan pergi sendiri dan tidak bilang pada siapa pun lihat kakakmu sedih" kata Sandra.
Keanu menatap Vella dan memeluknya. " Kak maafkan Keanu salah lain kali tak diulanginya lagi" kata Keanu, Vella menanggukan kepalanya dan memeluknya.
" Sepertinya kakak lebih menjagamu agar kejadian tadi takkan terulang lagi " guman Vella.
" Nah sekarang kita mau apa lagi masa kita kesini hanya sedih, bagaimana kita shopping atau bermain game" kata Sandra, mencairkan suasana.
" Asyik bermain game kak ayo"