Lady Vella

Lady Vella
Episode 53



Roger terus menatap tajam pada tuan Ven Flenderhert rasanya dia ingin menghabisi orang di hadapannya tapi tak bisa pasti Vella marah, karena mereka masih membutuhkannya tentang keberadaan mafia kelelawar hitam.


Bibi dan Sandra masih di depan ruang kesehatan sudah dua jam tapi dokter Felly belum juga keluar, membuat mereka cemas.


" Kakak Sandra, dimana kakakku" ? Keanu meligat Sandra dan bibi. Mereka terkejut melihat Keanu sudah di samping.


" Tuan muda Keanu ayo ikut bibi kita akan membuat makan malam" kata Bibi. " Tapi biKeanu ingin menemui kak Vella sudah seharian Keanu tsk bertemu" kata Keanu.


Bibi tersenyum dan berjongkok di depan Keanu. " Nona Vella saat ini berada ruangan kesehatan bersama dokter Felly, nona Vella sedang dirawat" kata bibi yang tak bisa lagi berbohong pada Keanu karena dia berhak tahu menengai keadaan Vella.


Keanu tertunduk sedih benar dia sering melihat kakaknya terluka jika melakukan tugasnya.


" Ayo bi kita masak sebentar lagi kakak pasti bangun" kata Keanu, menarik bibi ke dapur.


Taklama dokter Felly keluar Sandra dan Sendi yang menunggu di luar segera mendekatinya.


" Kak" seru Sandra dengan wajah yang khawatir, dokter Felly tersenyum. " Kalian tenang saja peluru yang bersarang di tubuh nona sudah berhasil di keluarkan, sekarang nona butuh istirahat karena pengaruh obat bius" penjelasan dari dokter Felly.


Sandra menemui Tirta dan orangtuanya untuk mengatakan keadaan Vella.


Kamar tamu


Tirta duduk di sofa sambil melamun membuat orangtuanya hanya menghela nafasnya secara kasar, melihat keadaan putranya dari tadi hanya diam.


Tok, tok, tok.


Daddy Hartawan mempersilahkan Sandra masuk." Ayo nak masuk" seru Daddy Hartawan, kembali duduk di samping istrinya.


" Maaf tante, om jika Sandra menanggu istirahat kalian" kata Sandra dengan sopan sambil menatap Tirta melamun.


" Apakah terjadi sesuatu pada Vella saat di operasi? Mommy Mayang, seketika Tirta berlarian menuju ke tempat Vella.


" Tirta tunggu, kakak" teriak mereka terkejut melihat Tirta berlarian, kebetulan Sendi berada di sana dan bertanya pada Sandra.


" San ada apa kenapa kalian berteriak? " Sendi bingung dengan mereka terlihat khawatir.


" Itu prianya Vella langsung berlarian ketika kami menyinggung Vella" kata Sandra dengan kesalnya. " Sudahlah biarkan saja dia menemuinya Vella sudah sadar" kata Sendi.


" Benarkah" kata Sandra dengan gembira, ketika akan ke tempat Vella tangannya di rarik oleh Sendi.


" Sudahlah ayo kita makan malam dulu biarkan mereka berduaan" kata Sendi, dengan kesal Sandra mengikuti Sendi diikuti oleh orangtua Tirta.


" Kak bukankah Vella masih belum sadarkan diri" kata Sandra menatap Sendi dengan curiga, sedangkan Sendi hanya tersenyum.


" Ih kakak bohongin Sandra pasti Vella belum sadar kan" kata Sandra, meletakan tangannya di dadanya dengan kasar.


" Aw, kakak kenapa menjitak kening Sandra" kata Sandra. " Jika aku tak bilang begitu kau pasti menanggu mereka, sudahlah mungkin dengan keberadaan tuan Tirta Vella cepat sadarnya" kata Sendi.


Sandra menangggukan kepalanya kemudian mereka menikmati makanan yang di siapkan oleh pelayan, Rendi juga sudah kembali dari perusahaan dia lsngsung kesini setelah diberi kabar oleh tuan Hartawan.


Kamar rawat Vella.


Tirta memegang tangan Vella dan menatapnya dengan sedih.


" Sayang bangunlah lihat aku disini takkan kemana, aku tetap disini sambil menunggumu" kata Tirta, mencium tangan Vella.


Karena kelelahan Tirta tertidur dengan kepalanya berada di tangan Vella.