Lady Vella

Lady Vella
Pembalasan Vella



" Hei kau pasti dibuang oleh keluargamu hingga kalian menjadi mainan om, hingga kalian mendapatkan kemewahan ini" kata Elsa.


" Kau benar Elsa jika bukan menjadi mainan om mereka pasti takkan bisa memiliki mobil semewah ini" kata Rara, menghina Vella dan Sandra.


Sehingga teman sekolahnya membicarakan Vella dan Sandra, karena mereka tahu bahwa Vella juga Sandra adalah yatim piatu.


Vella menggengam tangannya karena menahan amarahnya sedangkan Sandra menatap mereka dengan tajam.


" Jangan dia tidak dididik oleh mommynya hingga menjadi anak seperti ini" kata Elsa penuh kelicikan.


Vella takkan sanggup jika ada yang menghina mommynya, dia mendekati Elsa.


Plak


Vella menampar Elsa dengan sekuat hingga bibir luka, dan menatap Elsa dengan tajam.


"Kau beraninya menamparku, Kau belum menengal siapa aku" kata Elsa, menatap Vella dengan kebencian.


Elsa tersenyum mendengarnya sedangkan Sandra melipatkan tangannya di dadanya, menyaksikan apa yang dilakukan oleh Vella.


" Kalian kira aku tidak tahu siapa kalian, kau hanya putri tiri dari tuan Sanjaya" Vella, menunjuk Elsa.


Membuat Elsa terkejut mendengarnya tak ada yang tahu tentang statusnya hanya anak tiri selain keluarganya.


" El apa benar kau putri tiri dari keluarga Sanjaya? " Jessica. " Kalian bicara apa aku ini putri satunya dari daddyku, kalian jsngan percaya pada omongannya" kata Elsa, menutup rasa takutnya.


Tirta dan Rendi sudah sampai di internasional school, mereka turun tapi keadaan sekolah sudah sepi.


" Rendi kenapa keadaannya sepi apa mereka sudah pulang" kata Tirta. Rendi melihat arlojinya baru lima menit mereka sampai dari waktu pulang sekolah.


Membuat Tirta khawatir hingga mereka keluar dan menuju ke kelas Vella. Tirta sudah menyelidiki Vella selama di sekolah hingga mencari kelasnya tidak menyalami kesulitan.


Ketika sampai di depan ruang kelas Vella Tirta terkejut mendengar keributan di dalam. Rendi mencoba memberi jalan untuk tuannya hingga para siswa yang sebelumnya berkerumum di depan kelas minggir.


Mereka terkejut kedatangan dua orang pria tampan di hadapan mereka. " Wah tampan sekali mereka tapi ada keperluan apa meteka kesini" kata salah satu siswa.


" Mungkin ada urusan dengan kepala sekolah, karena mendengar hal ini dia ke sini" kata salah satu temannya.


Tirta terkejut mrlihat Vella menampar Elsa tapi dia hanya melihat, dia sangat yakin pasti gadis kecilnya membela diri hingga dia hanya menonton saja.


" Kau jangan asal bicara yang murahan itu adalah kalian, anak yatim piatu dapat mempetoleh barang mewah dari mana" kata Elsa.


" Pasti dari om om" kata Jessica, tertawa diikuti oleh lainnya. Sandra sangat membenci seorang jika ada yang menghinanya juga Vella.


Brak


Sandra mendorong Jessica hingga terjatuh, Elsa mengambil kesempatan untuk mencelakai Vella. Dia mencoba menarik rambut Vella tapi tangannya sudah di pegang oleh Vella ke belakang.


" Aw sakit" kata Elsa, kesakitan karena Vella memegang tangannya sangat kuat. " Bagaimana sakit jika kalian menghina kami lagi akan mendapat lebih dari ini" Vella, mendorong Elsa hingga kepalanya terluka.


Karena ketakutan Elsa dan temannya kabur meninggalkan Vella, Tirta meminta Rendi untuk meminta siswa lainnya pulang karena dia harus bicara dengan gadisnya.


Setelah kelas kosong Tirta mendekati Vella, Sandra masih di dekat Vella karena tidak menyadari kedatangan Tirta.


" Sepertinya Gadis kecilku ini bersenang sendirian" kata Tirta dengan tangannya berada di atas dadanya.


Membuat Vella dan Sandra membesarkan matanya melihat Tirta sudah di depan mereka.