Lady Vella

Lady Vella
Episode 75



Mereka tiba di kantin para siswa kembali bersorak melihat mereka masuk.


" Vella bagaimana kabarnya sekarang, kabarnya kamu sakit? " seorang siswa, Vella hanya dibalas dengan senyum.


" Waw lihat Vella senyum padaku" kata siswa pada temannya. " Lihat sendiri Vella tersenyum pada semua orang, hahaha. Kau ini jangan bermimpi dapat menjadi pacarnya" kata temannya.


Suswa itu merasa malu memang Vella senyum pada siswa yang menyapanya.


"Dasar ganjeng senang tu melihat para siswa memujanya" kata Elsa. " kamu benar Sa kita sudah merasa senang karena mereka tak masuk beberapa minggu dan mereka semuanya menanggumi kita. Sekarang lihat mereka hanya menyebut nama mereka" kata Jihan dengan kesal.


Elsa dan temannya menatap Vella dan Sandra penuh dengan kebencian, Elsa tersenyum sinis melihat Sandra membawa pesanannya.


" Kalian tunggu di sini lihat apa yang akan kulakukan padanya" kata Elsa menunjuk Sandra. Elsa mendekati Sandra secara diam-diam, dia tersenyum melihat Vella fokus pada HP.


Dia tersenyum pada sahabatnya kemudia dengan sengaja dia menyenggol Sandra hingga semuanya jatuh dan pesanannya jatuh ke lantai.


" Hei apa yang kau lakukan, ha" teriak Sandra, membuat seisi kantin menatap mereka sedangkan Vella hanya acuh dia percaya bahwa Sandra bisa mengatasinya.


" Memangnya apa yang telah ku lakukan ups sorry aku memang sengaja melakukannya" kata Elsa dengan mengejek.


Sandra menatapnya dengan emosi kemudian fia menarik rambut Elsa, hingga Elsa menjerit kesakitan.


" Apa yang kau lakukan cepat lepaskan tangsnmu dari rambutku" kata Elsa, merintik kesakitan. " Aku hanya membalasmu saja" kata Sandra dengan santainya.


Jihan dan Rara datang membantu Elsa untuk melepas diri dari Sandra.


" Kau itu hanya anak yatim piatu aku sudah menyelidikimu, kau itu hanya seorang yatim piatu ysng dijual pada preman jangan-jangan jangan kau ini" Jihan mencemooh Sandra dengan masa lalunya sehingga membuat seisi kantin ribut membisik.


Vella tak tahan lagi menahannya jika sahabatnya di bicarakan.


Brak


Dengan secepat kilat Vella menampar Jihan hingga dia tersungkur di lantai.


" Aduh" Jihan menatap Vella dengan tajam dengan memegang pipinya yang merah. Dengan emosi Jihan mendorong Vella dengan tangannya.


" Kau kira aku takut padamu jangan harap kau Vella" teriak Jihan dengan mengarahkan jarinya pada Vella.


Elsa tersenyum melihat keberanian Jihan memprovokasi Vella.


" Jihan ayo pergi nanti guru datang" kata Rara takut jika guru berdatangan.


Tapi Jihan tidak menghiraukan Rara tetap meluapkan emosinya dengan Elsa.


" Sudah capek ceramahnya sekarang giliranku" Vella berbisik dengan senyuman sinis.


" Oh ternyata kalian tak takut padaku bagaimana dengan ini " Vella mendorong Jihan hingga keningnya terbentur meja mengakibatkan luka.


Vella mendekati Sandra yang menarik rambut Elsa, Vella memberi kode agar Sandra melepas tangannya.


" Sekarang kalian mau pergi dari sini atau masih mau mencari ribut" kata Vella malas meladani mereka.


Dengan kesakitan yang dirasakan keduanya Elsa dan temannya pergi dari kantin dengan menatap tajam.


' Vel sepertinya mereka tak menyerah mencari keributan? " Sandra menatap Elsa dari kejauhan.


" Biarkan saja mereka pergi ayo kita lanjutkan pesanannya dengar perutku sudah lapar, kalian ayo lanjutkan makanannya" kata Vella.


Mereka menanggukan kepalanya melanjutkan makan dengan tenang.


.