Lady Vella

Lady Vella
Suasana sekolah



Setelah mememui sandra di ruang perawatan vella berangkat ke sekolahnya yang ditemani oleh sendi.



" nona mari saya antar ke kelas, saya akan menunggu anda di parkiran" kata sendi. vella menanggukan kepalanya.


Sendi membuka pintu untuk vella, banyak sepasang mata melihat ke arah mereka. mereka bertanya siapa vella sebenarnya sehingga memiliki mobil yang hanya ada dua di london.


vella menuju kelasnya dengan wajah yang dingin, sehingga tidak berani mendekatinya. sendi hanya bisa menghela nafasnya dia sudah menduga bahwa nonanya akan seperti ini.


" sekarang nona masuk kedalam dan belajar yang rajin, nona juga harus mencari teman yang banyak" kata sendi, berjongkok hadapan vella dan mengelus rambut vella.


vella menanggukan kepalanya dan masuk ke dalam kelasnya. " kalian awasi sekolah ini dan ingat jika ada yang mencurigakan segera lapor padaku" kata sendi, bicara dengan anak buahnya untuk mengawasi sekolah vella.


" baik sendi, kami sudah menelusuri sekolah nona bahkan sudah ada yang menyamar menjadi ob" kata salah satu anak buahnya.


" felly bagaimana keadaan anak itu?" bibi. " dia sudah membaik tapi belum bisa diajak untuk bicara " kata dr felly. " mungkin dia masih ketakutan, apakah kamu sudah menemukan cara untuk mengobati tuan muda keanu" kata bibi, sedihnya.


dr felly mengusap punggung bibi dan tersenyum melihat keanu. " dia masih kecil bibi kita tak bisa berbuat apa yang bisa kita lakukan hanya memenuhi nutrisinya. setelah setahun baru bisa melakukan terapi bicara" kata dr felly.


bibi menatap sedih keanu dan berdoa agar tuan mudanya kembali sembuh. supaya nona vella dapat bahagia lagi.


kembali ke sekolah


vella hanya menatap datar dan mendengar penjelasan pelajaran dari gurunya.


" sepertinya kalian ada teman baru" kata guru, menatap keberadaan vella. " ya bu guru" sorak siswa, sambil menunjuk vella.


" nak silahkan perkenalan diri" kata guru. dengan dinginnya vella menuju ke depan kelasnya.


tak lama bel berbunyi


siswa siswi berhamburan keluar untuk ke kantin untuk mengisi perutnya karena pihak sekolah menyediakan menu untuk para siswa.


vella tetap berada di dalam kelasnya dengan menatap di luar jendela. tiba- tiba ada dua siswi yang mendekati vella dengan membawa makanan.


" halo vella kenalkan saya zyna dan ini teman saya diah" kata zyna. vella hanya menatap sekilas mereka. " kami tahu kamu belum makan ini kami bawakan untukmu" kata diah. mereka duduk di sebelah dan depan vella.


segala kegiatan vella dalam kelas bahkan kedatangan dua siswi, dilaporkan kepada sendi di parkiran


vella menatap zyna dan dyah yang tersenyum membuatnya tak tega, akhirnya vella makan yang dibawa oleh mereka.


Dua jam berlalu dengan baik vella belajar dan mendapat teman baru. tak lama terdengar bell berbunyi tanda pelajaran hari ini selesai.


vella dan kedua teman barunya menuju parkiran. " vella, kamu pulang dengan apa" kata dyah, memakan permen yang dia beli di kantin.


sebelum vella menjawab, sendi datang dan memanggil vella.


" nona vella apa kita susah bisa pulang" kata sendi, tapi matanya melihat zyna dan dyah. vella menanggukan kepalanya.


" kalian ini teman baru nona vella, apa kalian ingin saya mengantar pulang bersama" tawar sendi. " benar om kami teman vella, kami pulangnya sudah di jemput oleh bu panti " kata dyah, tersenyum


vella terkejut mendengarnya bahwa mereka tinggal di panti asuhan, pantas saja tadi dia melihat bahwa mereka hanya duduk di dudut kelas.


tak lama bu panti datang menjemput mereka, vella juga pulang bersama sendi dan diikuti oleh pengawal lainnya.


.