
Mereka sudah sampai di apartemen milik pribadi Tirta Daddy Hartawan membantu istrinya duduk di sofa dan dia ikut duduk di sampingnya.
" Sekarang apa yang harus kita lakukan sekarang, nak" kata Daddy Hartawan, pada putranya yang berdiri di jendela.
" Sandra bisa buatkan minuman, disana dapurnya" kata Vella, menunjuk arah dapur. Tirta mengeringit dahinya kenapa gadisnya mengetahui tentang apartemen pribadinya sekarang letak ruangan ini" guman Tirta menata Vella tersenyum.
" Om, tante tenang saja di sini dulu Vella sudah meminta seseorang untuk melayan tante disini, soal mereka biar Vella urus" kata Vella, mendekati Tirta.
Tirta menarik Vella sambil menatap tajam sedangkan Vella hanya tersenyum.
" Sekarang katakan pada kakak, apa yang ingin gadis kecilku ini lakukan?" Tirta, menjitak kening Vella. Vella mengusap keningnya sambil senyum.
Sandra membawa minuman dan makanan ringan di bantu oleh Rendi.
" Kakak fokus saja pada perusahaan dengan Renfi dan soal keamanan kalian dan masalah ini biar Vella yang urus" kata Vella, dengan santainya.
" Nak ini bukan masalah kecil tuan Ven Flenderhert emang sejak dulu tidak menyukai daddy" kata Daddy Hartawan.
Flash black.
Ven Flenderhert dan Hartawan awalnya merupakan sahabat sejak sekolah tapi hancur oleh seorang wanita, wanita itu mencintai Hartawan tetapi Hartawan mencintai Mayang dan Ven Flenderhert mencintai wanita itu.
Karena cintanya ditolak sahabat mereka hancur setelah Ven Flenderhert mengetahui bahwa wanita itu mencintai Hartawan, Wanita itu pergi luar negeri setelah ditolak Hartawan itu membuat Ven Flenderhert membencinya sampai saat ini.
Flash Black End.
" Om Vella minta maaf setelah penyerangan di taman waktu itu, Vella menyelidiki lawan bisnis om sampai Vella menemukan hubungan om dengan Ven Flenderhert" kata Vella, tertunduk merasa bersalah.
" Om, tak marah sayang meski om mengucapkan terima kasih, karenamu kita bisa mengetahui siapa di balik semuanya" kata Daddy Hartawan.
" Dad, mom tidak percaya bahwa masalalu kita kembali bahkan mencelakakan putra kita" kata Mommy Mayang sedih.
Tirta menghadap ke mommynya yang sedih dan memeluknya. " Mom tenanglah kita pasti bisa mengatasi bersama" kata Tirta. Mommy Mayang menanggukan kepalanya.
" Om boleh Vella tahu siapa nama wanita itu dan sekarang ada dimana? " Vella. Sebenarnya Vella sudah tahu dia hanya memperkuat praduganya.
" Sayang untuk apa kamu mengetahui nama wanita itu? " Tirta. Vella menghela nafasnya secara kasar.
" Vella sebaiknya di ceritakan saja semuanya mereka juga berhak mengetahuinya" kata Vella. Membuat yang lainnya terkejut dengan ini, Rendi merasakan hal buruk yang akan terjadi.
" Nak apa maksudnya,Apa ?" tuan Hartawab, takut untuk mengatakannya.
" Apa yang om kira itu benar di balik serangan terjadi di taman dan kediaman om memang tuan Ven Flenderhert yang melakukannya karena dendam, tapi wanita itu di balik semuanya ini Vella menduga bahwa mereka bertemu sejak masalah proyek di pulau A. Sepertinya mereka memulai rencana saat itu" jelas Vella.
" Maaf nona jadi maksud nona, mereka menjadikan masalah proyek di pulau A hanya sebagai alasan untuk penyerangan ini" kata Rendi, terkejut.
Vella menanggukan kepalanya, membuat suasana menjadi tegang.
" Daddy katakanlah siapa dia" kata Tirta, menahan amarah. Daddy menatap istrinya menanggukan kepalanya.
" Isda itulah namanya dia teman kami sewaktu sekolah dulu, soal dimana dia sekarang daddy tak tahu Tirta sejak peristiwa itu kami kehilangan kontrak" kata Daddy Hartawan.
" Dia di sini sekarang" kata Vella, membuat yang lainnya terkejut kecuali Sandra.