
" Astagfirrah" Bibi terkejut melihat keadaan Vella berumuran darah yang di gendong oleh Roger. Mereka disana juga terkejut dengan keadaan Vella dengan cepat dokter Felly membawa Vella ke ruang kesehatan
" Roger cepat bawa nona ke ruang kesehatan " kata dokter Felly, Roger segera membawa Vella ke ruang kesehatan di ikuti oleh Sandra.
Sedangkan Tirta yang masih kelihatan syok hanya dengan tatapan kosong, Rendi membawanya ke sofa dan diikuti oleh orangtuanya.
" Nyonya ini minumannya" kata bibi membawa minuman untuk mereka. " Terima kasih bi, maaf bi ini rumah Vella? " Dadddy Hartawan melihat kemewahan dari kediaman Vella.
Bibi tersenyum dia menengal keluarga di hadapannya karena nonanya sering menceritakannya.
" Benar tuan ini peninggalan dari nyonya Tiara ibu kandung nona dan tuan muda, sebentar tuan saya panggilkan dokter" kata Bibi.
Mereka tak menyangka bahwa Tiara akan meninggalkan kediaman seperti ini pada anaknya, siapa yang tak menengalnya ini seperti markas bukan hanya rumah.
Dokter Felly masih melakukan operasi terhadap Vella mengeluarkan peluru di dalam tubuhnya, Sandra sangat mengkhawatirkan Vella sari tadi dia terus bolak balik di depan ruang kesehatan.
" Dokter bagaimana keadaan putra saya? " Mommy Mayang merasa sedih melihat keadaan Tirta.
" Tuan muda hanya syok saja nyonya dia membutuhkan istirahat, dia baru saja menyaksikan kejadian yang menyakiti hatinya " kata Dokter.
orangtua Tirta merasa sedih melihat keadaan putranya yang menyaksikan secara langsung Vella menerima tembakan yang seharusnya untuk putranya.
" Rendi berangkatlah ke perusahaan harus ada yang mengurusnya" kata daddy Hartawan, mengingat perusahaannya.
Ketika Rendi akan berangkat langkahnya di hentikan oleh Sendi yang baru saja dari ruangan intergrosi.
" Maaf tuan, anda mau kemana? " Sendi, yang terlihat buru dia baru saja mendapat kabar tentang Vella hingga dia segera ke ruang rawat.
" Saya harus mengurus perusahaan dan melihat keadaan kediaman tuan besar" kata Rendi, Sendi menanggukan kepalanya tanda mengerti.
" Tunggu mau kemana? " Sandra, mendekatinya sambil menatap tajam, Rendi hanya tersenyum.
" Mau kemana jangan tersenyum" kata Sandra yang kesal. " Aku harus mengurus perusahaan dan memeriksa kediaman Alfahri" kata Rendi.
Sandra menanggguk kepalanya. " Kak minta mereka untuk menemaninya" kata Sandra, menunjuk anak buahnya. Sendi menanggukan kepalanya.
Ketika Rendi menolaknya Sandra menatapnya tajam hingga Rendi terpaksa mengiyakannya, kemudian pergi ke perusahaan Alfahri Group.
Keanu masih berada di kamarnya tidak mengetahui keadaan Vella, karena bibi meminta salah satu pelayan untuk menemaninya. Bibi takut jika Keanu kembali jatuh sakit bila mengetahui keadaan Vella.
Bibi juga meminta pelayan untuk membersihkan kamar untuk Tirta dan orangtuanya istirahat.
" Nyonya mari saya antar ke kamar tamu" kata bibi. Orangtua Tirta menanggukan kepalanya dsn mengajak Tirta.
" Nak ayo kita istirahat" kata Mommy Mayang, tapi Tirta menolak dia terus menatap ke ruang kesehatan dimana Vella menjalani pengobatan orang tuanya sedih melihat keadaan putranya.
" Kak jika tak mau istirahat yang ada Vella marah kalau kakak jatuh sakit" kata Sandra, mendengar kata sandra membuat Tirta langsung menuju ke kamar tamu diikuti oleh orangtuanya.
Daddy Hartawan mengucapkan terima kasih pada Sandra telah membujuk putranya untuk istirahat.
Ruang integrosasi.
Roger sedang mengintegrosasi tuan Ven Flenderhert menengai keberadaan Isda yang belum di ketahui, setelah kejadian tadi malam mereka kehilangan jejaknya.
Hingga mereka mengalami kesulitan untuk menemukannya, mereka harus segera menemukannya karena Vella pasti akan membalasnya.