
Saat ini mereka berada di depan ruangan VVIP dengan berbagai macam fikiran yang mereka fikirkan saat ini, tiba- tiba saja Sendi marah dan meninju Tirta membuat suasana menjadi tegang.
" Sendi, apa yang kau lakukan padanya" kata Bibi, terkejut melihat Tirta terluka. Rendi membantunya untuk berdiri sedangkan Nyonya Mayang menutup mulutnya karena terkejut.
" Dia mengapa bertanya tentang hal itu terhadap nona, sudah setahun ini nona menenangkan hatinya dan orang ini malah membicarakan Nyonya Tiara dan pria itu" kata Sendi, mengeluarkan aura marah.
" Maaf nyonya masalah ini bisa kita bicarakan dengan baik" kata Nyonya Mayang.
Tirta menghapus darahnya dan mencoba menahan emosi dia harus mengetahui apa yang terjadi pada gadis kecilnya. Dokter Felly keluar setelah memberikan oralit pada Keanu untuk menggantikan elektrolit yang hilang.
Dokter Felly melihat keadaan sedikit tegang. " Dokter Felly apa kabar, apakah bisa saya bicara?" Nyonya Mayang.
" Nyonya Mayang, maaf jika saya tidak melihat anda.Sepertinya anda ingin bertanya" kataDokter Felly. Nyonya Mayang.
" Mohon maaf sebelumnya boleh saya mengetahuinya ada hubungan apa dokter dengan anak yang bernama Vella" kata Nyonya Mayang.
Dokter Felly tersenyum dan duduk disamping Nyonya Mayang, dan menghadap ke depan.
" Nona Vella Afferina adalah putri dari Nyonya Tiara Afferina pemilik dari Rumah sakit Tiara Hospital" kata Dok Felly, tersenyum.
" Astaga, Dad ternyata dia putrinya Tiara, sahabatnya mommy sejak sekolah dulu. Jadi tiara sudah meninggal terus dimana yuda" kata Nyonya Mayang.
" Kalau soal itu sebaiknya Nyonya jangan menangakan hal tersebut" kata Sendi.
Mereka seketika diam setelah mendengar ucapkan Sendi.
" Tuan muda sudah saatnya kita berangkat" kata Rendi. Tirta menatap tajam Rendi karena dia belum minta maaf pada Vella.
" Sebaiknya anda pergi sekarang kalau anda ingin menemui nona silahkan" kata Sendi.Bibi dan dokter Felly tersenyum mendengarnya.
Tirta tersenyum melihat keanu bangun dan memainkan tangannya, dia dekati Vella.
" Gadis kecil maaf telah membuatmu sedih aku berjanji tidak akan membuatmu sedih lagi. Sekarang aku harus pergi ke Amerika ku harap kamu menungguku gadis kecil" kata Tirta, mengelus rambut Vella.
" Hai jagoan kecil kamu harus jaga kakakmu setelah itu aku akan melindungi kalian berdua" kata Tirta, tersenyum dan mencium keanu.
Tirta meninggalkan ruangan Keanu dan kembali ke bandara untuk berangkat ke Amerika. Tanpa Tirta sadari ternyata Vella tidak tidur dan mendengar ucapannya.
" Kak tidak salah hanya saja Vella belum siap untuk bercerita semuanya. Kakak harus kembali dan aku akan menunggumu" kata Vella, mengajak keanu bermain.
Dibandara Tirta mengucapkan kata perpisahan pada orangtuanya. Nyonya Mayang tidak mau melepaskan putranya karena akan pergi selama tujuh tahun.
" Tirta sudah saatnya kita berangkat" kata Rendi. Mereka meminta izin dan doa agar selamat ke tempat tujuan.
Taklama terdengar suara panggilan untuk mereka karena pesawat segera terbang. Tirta dan Rendi dengan dinginnya menaiki pesawat yang akan membawa mereka ke Amerika.
" Gadis kecil kuharap kau menungguku setelah ini aku tidak akan pernah melepaskanmu" guman Tirta.
Rendi hanya menggelengkan kepalanya melihat Tirta berguman, dan melanjutkan membaca majalahnya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam meteka sudah sampai di Amerika, orang yang menjemput mereka sudah datang dan membawa mereka ke apartement yang telah disiapkan oleh Rendi.
Di London.
Keadaan keanu sudah membaik dan sudah bisa diberi minum dan makanan sedikit. Sandra juga datang menjenguk Keanu dan mereka bermain suasana ruangan VVIP menjadi riang mendengar celoteh Keanu.