
Maya menemui Yuda di ruang kerja membawa kopi dia mulai merencanakan rencananya agar putrinya dapat lebih dekat pada Tirta Alfahri, kalau bisa menjadi bagian dari keluarga Alfahri keluarga ternama di london.
" Mas ini minumannya" kata Maya meletakan kopi di atas meja, Yuda tersenyum melihat istrinya yang sudah menemaninya 10 tahun lebih.
" Mas Maya ingin katakan sesuatu" kata Maya, Yuda menatap istrinya yang tersenyum kemudiandia tutup laptopnya dan mengajwk istrinya duduk di sofa.
" Kamu pasti membicarakan Elsa, berbuat apa lagi dia" kata Yuda. " Mas Maya tahu Elsa sudah sering membuatmu kecewa dan marah tapi kali ini Maya percaya ini bukan kesalahannya ini salah teman sekelasnya" kata Maya meyakinkan suaminya.
Yuda menatap wajah istrinya. " Sekarang katakan apa yamg dia katakan padamu hingga membuatmu percaya padanya" kata Yuda.
Maya tersenyum sepertinya suaminya mulai percaya pada yang dikatakannya, sekarang dia harus membujuk suaminya mendekati putrinya dengan Tirta Sanjaya dan melupakan anak dari Tiara seperti yang dia lakukan dulu.
" Mas sepertinya putri kita menyukai tuan muda dari keluarga AlFahri, mas Elsa sudah bilang padaku katanya mereka sudah saling menengal dan akrab tapi karena teman sekelasnya, mas apakah perusahaanmu ada bekerja sama dengan perusahaan mereka? " Maya.
Yuda mengingat perusahaannya baru saja akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan Alfahri untuk memperluas usahanya di negara london.
" Siapa nama teman sekelasnya yang menanggunya itu?" Yuda, Maya terkejut suaminya bertanya hal itu dan tak mungkin dia bilang itu adalah putri kandungnya.
" Maya tak tahu mas Elsa tak bercerita siapa temannya itu" kata Maya lega melihat suaminya menanggukan kepalanya.
" Mas memang berniat untuk mengajukan kerja sama dengan perusahaan Alfahri, katakan pada Elsa jangan sampai dia merusak kerja sama ini" kata Yuda memberikan peringatan.
Maya menanggukan kepalanya kemudian pamit menemui putrinya, Yuda melanjutkan pekerjaannya.
" Vella nantikan saja tuan muda Tirta Alfahri pasti akan meninggalkanmu dan memilihku sebagai pasangannya" kata Elsa senyum di depan cerminnya.
Perusahaan Tirta Alfahri.
Setelah mengantar Vella dan Sandra pulang mereka kembali ke perusahaan karena mendapat kabar dari sekretarisnya, ada berkas yang harus dia periksa dan tanda tangani untuk rapat besok.
" Bos ini laporannya yang harus anda periksa, bos tadi ada pihak Sanjaya Group mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita" kata Yeni.
Tirta menatap Yeni dengan tajam apakah telinganya ada salah mendengar nama perusahaan itu.
" Yeni, apa yang kamu katakan perusahaan Sanjaya Group mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita, kamu tidak salah kan?" Tirta meyakinkan dirinya.
" Benar bos, tadi ketika bos dan pak Rendi keluar pihak mereka datang menyampaikan kerja sama ini, apa perlu saya menolaknya bos" kata Yeni mengira Tirta menolak kerja sama ini.
" Tidak perlu Yeni besok kamu hubungi pihak mereka katakan aku ingin bertemu dengannya" kata Tirta, Yeni menanggukan kepalanya kemudian pamit. Rendi heran mendengar Tirta menerima kerja sama ini.
" Tuan muda" kata Rendi. " Ren aku tahu yang ada dalam fikiranmu aku memang sengaja menerima kerja sama ini, agar aku bisa menemui tuan Yuda Sanjaya. Bukankah dia calon ayah mertuaku dan aku ingin melindungi Vella dari mereka. " kata Tirta.
" Tuan muda apakah anda akan memberitahu hal ini pada nona?" Rendi. " Belum saat ini aku ingin memastikan sesuatu apalagi melihat kejadian tadi gadis itu pasti sudah memberitahu padanya dan memburukan gadisku" kata Tirta menahan emosinya. Rendi menanggukan kepalanya.