Lady Vella

Lady Vella
Episode 117



Yuda terkejut mendengar perkataaan Emil tubuhnya gemetaran membuatnya tak mampu untuk berbicara atau pun berdiri seakan dia merasa ada beban yang berat yang menimpanya, Vella hanya diam tanpa ada niat membantu Yuda untuk berdiri dokter Felly melihat hal itu bernisiatif membantu Yuda menjauh.


" Mari tuan saya bantu" kata dokter Felly, meminta salah satu anak buah Vella untuk membantunya, Emil menolak matanya terus menuju Vella seorang putri yang dia usir bahkan tak mengakui dirinya sebagai anak lagi, sekarang berada di depannya dan mengetahui kebenaran itu.


Dokter Felly menyadari mata Yuda tak lepas dari Vella dia tersenyum tapi mereka harus menjauh dulu karena pertarungan dimulai.


" Tuansaya tahu apa yang ada dalam pemikiran anda saat ini tapi sekarang belum waktunya kita harus menangkap mereka" kata dokter Felly, Yuda akhirnya menanggukan kepalanya.


Dokter Felly dan anak buah Vella membawanya ke tempat Sandra.


" Kak kenapa kamu membawanya ke sini" kata Sandra, dengan kesalnya melihat Yuda duduk antara mereka, Dokter Felly hanya tersenyum.


Bibi memegang tangan Sandra memintanya tenang Sandra menanggukan kepalanya kembali memeluk Keanu, mereka melihat Yuda dengan tatapan lurus melihat arah Vella.


Emil tertawa begitu kerasnya karena berhasil menceritakan semuanya di hadapan Yuda, Vella terus menatapnya tajam.


" Bawa semua orang keluar dari sini dan dua orang antara mereka bawa kesini" kata Vella pada anak buahnya, mereka menanggukan kepalanya.


Tanpa menghiraukan anak buah Emil berjaga antara mereka, anak buah Emil mencoba menghalanginya tapi Emil melarangnya.


" Biarkan mereka pergi dari sini itu akan menghalangiku menghabisi gadis ini" kata Emil, dengan senyuman sinis.


Satu persatu para tamu undangan keluar daru gedung berbeda dengan Maya dan Elsa tangannya diikat oleh anak buah Vella, mereka terus berontak untuk dilepaskan.


" Lepaskan aku" teriak Maya dan Elsa, tapi anak buah Vella tak menghiraukannya.


" Lepaskan aku kalian tak tahu siapa aku cepat lepaskan tangan kotormu dari tanganku" teriak Maya.


" Aku akan menikah dengan tuan Tirta lihat saja nanti aku akan menghabisi kalian" teriak Elsa.


Rendi melihat Tirta menahan emosinya mendengar perkataan menjijikan hal itu.


" Hahaha, om tante, bibi lihat gadis itu sudah ditangkap dia masih saja omongan besar, ingin ku beri tinjuku padanya" kata Sandra, dengan kesalnya. Bibi dan orangtua Tirta tertawa.


Anak buah Vella mendudukan mereka tak jauh dari ketuanya, Emil melihat mantan istri dan putrinya ada kemarahan di wajahnya, Vella tersenyum licik mendekati Emil.


" Sayang menjauhlah darinya" kata Tirta, terkejut melihat Vella mendekati orang itu.


" Rendi, Sandra bawa mereka keluar dari sini dia akan menjadi urusanku" kata Vella, dengan tegasnya sudah berada di hadapan Emil Roskargo.


Mereka mendengar perkataan Vella terkejut. " Sayang aku takkan meninggalkanmu dia bukan lawan yang mudah" kata Tirta, menggelengkan kepaanya dan Vella tersenyum.


" Waw cinta kalian sangat besar membuatku iri tapi sekarang cinta itu takkan ada lagi karena kamu akan ikut bersamaku" kata Emil, dengan percaya diri.


Vella memberi kode pada Rendi untuk membawa Tirta keluar dari ruangan.


" Rendi lepaskan tanganmu dari tubuhku, Rendi apa-apaan kamu" kata Tirta. " Maaf tuan saya harus mengikuti perintah nona kalau tidak aku takkan izinkan bersama gadis nakalku" kata Rendi, dengan senyuman, Tirta menatapnya dengan dingin Rendi membawa Tirta menjauh dari sana.


" Sandra bawalah mereka keluar tuan muda tak baik baginya untuk mendengar dan melihat semuanya ini, biar aku yang bersama nona dan lainnya" kata Sendi, menatap Roger menanggukan kepalanya.


Roger menggendong Keanu membawanya keluar diikuti oleh lainnya.


" Vella, kami akan menunggumu" gerakan bibir Sandra, Vella tersenyum dan menatap adiknya yang di gendong oleh Roger.


Emil tersenyum sinis karena dia akhirnya melihat anak yang gagal dia bunuh dengan pelan dia mengeluarkan pistolnya mengarahkannya pada Keanu yang di gendong oleh Roger, Vella menyadari gerakan Emil segera menghadangnya.


Dor


" Nona" teriak Sendi, melihat Emil menembak Vella tepat di dadanya dan mengeluarkan darah dari mulut.


" Brengsrek beraninya kau" teriak Sendi, melawan anak buah Emil yang mencoba menghalanginya.


" Kakak, hiks hiks hiks" Keanu menangis. Vella tersenyum dan menghapus darah dari mulutnya. Emil, Maya dan Elsa terkejut melihat keadaan Vella yang terluka tapi dia masih berdiri dengan tegaknya dengan senyuman mematikan.


Diluar Tirta tidak tahu apa yang terjadi di dalam karena anak buah Vella membawanya menjauh tapi perasaannya tak enak.


" Vella" kata Sandra, dengan lirihnya baru sadar apa yang baru saja terjadi. " Kalian pergilah dari sini kakak baik saja Keanu nanti kita pergi ke pantai bersama" kata, Vella.


" Kakak janji" kata Keanu, mata dan telinganya masih tertutup. " Ya sayang " sahut Vella.


Yuda sangat syok mendengar tembakan dan putrinya tertembak sampai dia tak mampu untuk berdiri. Akhirnya mereka keluar dari ruangan menuju ke tempat Tirta.


Sekarang tinggalah Vella dan Sendi bersama Emil Roskargo, Maya dan Elsa, sedangkan anak buahnya Emil sudah di habisi oleh Sendi dan lainnya.


" Sekarang kita bisa menghabisinya apalagi keadaannya sekarat" kata Maya, tertawa tapi anak buah Vella mengikatnya dengan kuat.


Dengan tertatih Vella menampar Maya hingga mengeluarkan darah.


" Apa yang kau lakukan pada mami, ha" teriak Elsa. Emil Roskargo mencari kesempatan untuk menghabisi Vella.


Dia tersenyum mengeluarkan pisau kecil dan melawan Vella dengan gesit Vella menghindar. Dengan dada terluka Vella melawan Emil.


" Kau akan mati di tanganku Emil" teriak Vella. Menghajar Emil dengan samurai yang dia bawa, Vella mengayunnya hingga lengan Emil terluka.


" Ini baru lenganmu Emil" kata Vella, degan dinginnya.


Brug


Vella menendang kepala Emil hingga dia merasa pusing dengan brutal Vella mengayun samurainya ke kepala Emil hingga terlempar jauh dan darahnya membasahi wajah Vella.


Maya dan Elsa gemetaran ketakutan melihat kejadian yang baru saja terjadi.


" Kak bersihkan tempat ini sebelum pagi dan bawa mereka ke markas" kata Vella, dengan nafasnya ngosngosan.


" Baik nona" sahut Sendi. " Lepaskan kami kalian bawa kami kemana" teriak Maya, pada anak buah Vella menarik mereka.


" Kau akan tahu nanti" kata Sendi, memberi kode pada mereka untuk membawa kedua tahanan ke markas.


Keadaan Vella yang kembali mendapatkan tembakan membuatnya lemah.


" Nona baik saja" kata Sendi, mengkhawatirkan Vella dengan wajah yang pucat.


" Kak akhirnya aku berhasil" kata Vella, dengan lirihnya, Sendi menanggukan kepalanya.


Vella kembali batuk mengeluarkan darah. " Nona" teriak Sendi, melihat Vella tak sadarkan diri.


" Dokter Felly aku akan membawa nona padanya, kalian bersihkan ruangan ini" kata Sendi, dengan menggendong Vella, anak buahnya menanggukan kepala dan berdoa agar nona mereka selamat.


Sandra dan lainnya gelisah menunggu Vella, Tirta terus menatap lurus menunggunya dan Keanu menangis di pangkuan bibi.


" Bos, nona Sandra itu nona muda " teriak anak buahnya. Mereka terkejut melihat keadaan Vella di gendongan Sendi.