Lady Vella

Lady Vella
Episode 68



Kediaman Vella


Orangtua Tirta sedang cemas mengkhawatirkan putranya dan lainnya dalam menghadapi musuh keluarga, sehingga mereka sulit untuk istirahat.


" Daddy perasaan mami tak enak putra kita dan lainnya tidak kenapakan, kenapa mereka belum pulang juga hari sudah larut dad " kata Mommy Mayang dengan cemasnya.


" Mom, daddy juga mengkhawatirkan mereka jika kamu seperti ini nanti mommy jatuh sakit " kata Daddy Hartawan membantu mommy Mayang berbaring.


Daddy memeluk istrinya sambil berdoa agar putranya dan lainnya selamat.


Kembali ke tempat Vella.


Doddy Alfahri dan Vella hanya saling memandang tanpa ada yang berani menanggu kedua ketua gank. Sandra dan lainnya juga sudah sampai di tempat Vella.


" Sepertinya anda tidak dapat di remehkan nona, kalian berhasil mengalahkan anak buahku yang terlatih" kata Doddy.


" Aku merasa beruntung memiliki mereka di sampingku, sekarang boleh kita menyelesaikan masalah ini" kata Vella,mencoba untuk mencari kesepakatan.


" Baiklah asalkan tuan muda Alfahri yang berada di belakangmu tinggalkan di sini dan kalian boleh meninggalkan tempat ini tidak sulit bukan" kata Doddy.


" Anda siapa, saya tak menengal anda dan kenapa nama keluargaku ada belakang nama, anda" kata Tirta.


" Waw ternyata Hartawan Alfahri tidak pernah memberitahumu siapa aku, baiklah keponakanku aku adalah saudara tiri Hartawan sekarang kau sudah tahu" kata Doddy, melihat wajah Tirta yang kertejut.


" Itu tak mungkin daddy pernah mengatakan bahwa saudaranya" Doddy memotong pembicaraan Tirta. " Maksudnya aku meninggal sebuah ke kecelakaan, hahaha aku memang pernah kecelakaan beberapa tahun yang lalu tapi takdir menyelamatkanku" karta Doddy.


" Sekarang apa yang anda inginkan dari kami" kataTirta. " Menghabisimu kemudian mengambil semua harta milik keluarga Alfahri sepenuhnya menjadi miliku, hahaha" Doddy tertawa.


" Kau kira aku akan membiarkanmu melukainya jangan harap" tekan Vella. " Kita lihat saja nanti nona, Xander lihat orang ingin kau lawan sudah datan. Kau tak ingin melawannya" kata Doddy, melihat Sandra bersama Rendi.


" Sandra dia bagianmu dan orang yang dihadapanku ini, biar aku melawannya" kata Vella.


Mendengar hal itu Sandra menjadi bahagia. " Terimakasih Vella kali ini takkan ku sia-siakan" sahut Sandra sambil tersenyum.


" Nona, dapat kita mulai sekarang? " Xander. " Tentu, kak jaga pria ini tangannya terluka" kata Sandra pada Sendi berdiri di sampingnya.


Sendi menanggukan kepalanya dan mengajak Rendi menjauh, Rendi hanya menurut karena tangannya terluka saat ini.


Mereka berempat terjadi pertarungan satu dama lain sedangkan Isda sudah diamankan oleh Roger atas perintah Vella, Isda dibawa oleh beberapa anak buah Vella ke markas Rose Black.


Vella berusaha bertahan dari serangan yang diberikan oleh Doddy.


" Uh ternyata dia hebat juga" kata Vella, menghapu darah dari mulutnya. Ada anak buah Doddy memperhatikan gerak gerik Vella dia mengeluarkan pisau kecil dari saku jasnya.


Ternyata pergerakan itu dilihat oleh Tirta, Tirta memperhatikannya apa yang akan di lakukan oleh orang tersebut.


" Inilah kesempatanku" gumat orang itu melihat Vella lengah, dia melewati satu persatu semakin dekat pada Vella dia mengeluarkan senjatanya dan.


Brug


Tirta terus memperhatikan dia yang terus menatap Vella, Tirta melihat anak buah Vella yang fokus pada penyerangan dan Tirta berlari menendang pria itu.


" Beraninya kau ". Brug Tirta menghajar pria itu . " Tuan" kata Rendi ingin membantu Tirta tapi di tahan oleh Sendi.


" Tenanglah bosmu pasti bisa memberi pelajaran pada bedebah itu" kata Sendi. Rendi menanggukan kepalanya tuan memang menguasai beberapa jenis bela diri.