Lady Vella

Lady Vella
Episode 105



Tirta Alfahri dan Rendy Aditya sudah berada di restoran Jepang lokasi yang dia janjikan bertemu dengan Yuda Sanjaya. Rendy sudah memesan ruang VIP agar tidak di ganggu oleh pelanggan lainnya.


Yuda Senjaya dan Elsa baru saja datang ke restoran Jepang mereka di sambut oleh pelayan.


" Maaf tuan apa ada yang kami bantu? " pelayan. " Kami sudah ada janji atas nama Perusahaan Alfahri" kata Yuda.


" Mari tuan saya antar" kata pelayan mengerahui kalau orang di depan ini adalah tamu tuan Tirta.


" Sebentar lagi aku akan bertemu dengan tuan Tirta aku harus bisa menarik perhatiannya dan membuatnya meninggalkan gadis itu" bisik Elsa, mengingat Vella.


Elsa dengan sombongnya mengikuti langkah Yuda Sanjaya menuju ruang VIP.


" Tuan tamu anda sudah datang" ucap pelayan, membuka pintu memberitahu Tirta kalau tamunya sudah datang.


Pelayan membuka pintu setelah Tirta mempersilakannya masuk.


Tirta dan Rendi menatap dingin melihat Yuda yang datang bersama Elsa.


" Tuan Yuda kita akan membahas pekerjaan bukannya undangan makan siang" kata Rendi, yang menyadari kalau Tirta merasa risih atas keberadaan Elsa.


Yuda Sanjaya hanya tersenyum Elsa merasa kesal atas perkataan Rendi, tapi dia tak mau putus asa.


" Tuan Tirta saya takkan menanggu anda, saya hanya ingin belajar dari kalian" kata Elsa dengan sopannya.


" Benar tuan putri saya ini ingin belajar bisnis karena dia yamg akan mengurus semua bisnis saya" kata Yuda.


Elsa tersenyum mendengar perkataan Yuda Sanjaya, inilah kesempatan untuk mendapat Tirta.


" Tuan gimana dengan putri anda lainnya, kabarnya anda memiliki putri yang lain dari istri pertama anda" kata Tirta tiba- tiba, dia ingin melihat reaksi Yuda ketika dia menyinggung Vella.


" Maaf tuan Tirta putri yang anda maksud itu sudah nggk ada" kata Yuda, menenangkan hatinya yang merasa sakit, Elsa tersenyum lega karena Yuda mengatakan hal itu.


" Baiklah ayo kita mulai metting kerja sama ini" kata Tirta.


Tirta meminta Rendi membahas kerja sama yang akan mereka kerjakan, Yuda juga menjelaskan bentuk kerja sama yang akan dikerjakan. Suasana sedikit canggung Elsa hanya diam kesal karena Tirta tak meliriknya hanya sebentar.


Satu jam mereka membicarakan kerja sama ini dan memperoleh pendapat yang sesuai bagi keduanya.


" Saya mengucapkan terima kasih karena anda telah bersedia kerja sama dengan kami " kata Tirta, menyalami Yuda Sanjaya.


" Sama-sama tuan Yuda saya juga senang dengan kerja sama ini, semoga kerja sama ini akan berhasil dan terus berlanjut. Saya senang berkenalan dengan anda, maaf tuan Yuda semoga anda bertemu dengan putri anda lagi juga jangan pernah menyesal karena menyakiti hatinya, tuan saya pamit dulu karena saya sudah di tunggu oleh seseorang " kata Tirta.


Perkataan Tirta membuat Elsa marah berbeda dengan Yuda yang tidak mengerti.


" Apa yang dimaksud oleh tuan Tirta? " Yuda Sanjaya dengan suara yang lirih.


" Tapi jangan fikirkan yang dikatakannya ayo kita pulang" kata Elsa.


" Apa tuan Tirta ingin papi mengingat putri kandungnya takkan kubiarkan mereka bertemu, karena harta keluarga Sanjaya hanya miliku dan mami" kata Elsa, menatap Yuda yang terdiam.


Kemudian Elsa mengajak Yuda pulang dengan alasan maminya sudah mempersiapkan makan siang.


" Tuan muda" kata Rendi ketika mereka sudah dalam mobil.


" Aku tahu Rendi. Aku hanya melihat reaksinya jika aku menyinggung Vella, ternyata dia masih mengingatnya itu terlihat dari diamnya dan menjawabnya dengan keraguan" kata Tirta.