
Setelah kejadian tertangkapnya para pengkhianat dalam perusahaannya Tirta yang tak sabar untuk kembali ke london, menemui keluarga dan gadis kecilnya.
" Rendi pesankan tiket sekarang aku ingin kembali ke London, sekarang" kata Tirta, merebahkan tubuhnya di sofa.
" Tuan, apa anda tidak mengatur kebijakan ketika anda tidak mengurus perusahaan disini" kata Rendi, disamping Tirta.
Tirta memejamkan matanya dia sangat ingin kembali tapi dia juga tak bisa meninggalkan perusahaan yang baru saja membaik, harus ada seseorang yang di percaya untuk mengurusnya.
" Rendi kuberimu waktu seminggu carilah seorang yang dapat di percaya untuk mengurus perusahaan" kata Tirta.
" Baik tuan saya akan mengurusnya" seru Rendi. Mereka mengistirahatan tubuhnya dan memasuki dalam mimpi.
Di keluarga Alfahri
Orang tua Tirta sedang duduk santai di ruang tengah sambil menonton televisi acara berita. " Daddy bukankah itu perusahaan kita di Amerika, apa terjadi sesuatu dengan Tirta?" Mommy Mayang dengan khawatir.
" Mommy tenang dulu kita dengar apa beritanya" kata Daddy Hartawan Alfahri. Berita menengai tertangkapnya para koruptor yang terjadi di Perusahaan Alfahri cabang Amerika sudah tertangkap oleh pihak polisi, para wartawan juga mengatakan bahwa koruptor adalah petinggi dari perusahaan.
Mereka tidak menyangka bahwa korupsi ini sudah terjadi beberapa bulan. Rendi juga menginformasikan dalam wawancaranya bahwa semua harta benda dari pengkhianat akan diambil ahli oleh perusahaan untuk mengganti dana yang mereka rampas.
" Daddy, mommy sangat bahagia akhirnya putra kita berhasil menyelesaikan masalah ini" ucap mommy mayang.
Tuan Hartawan sangat bangga terhadap putranya yang berhasil menghadapi masalah dalam perusahaannya.
" Daddy ayo telepon Tirta kapan dia akan pulang" kata mommy Mayang dengan tak sabarnya. " Mom disana pasti sudah malam, Tirta pasti sudah istirahat karena masalah ini" kata Daddy Hartawan.
Mommy Mayang hanya bisa menghela nafasnya dan menanggukan kepalanya, mereka kembali menysksikan berita menengai tertangkap para pengkhianat dalam perusahaan cabang di Amerika.
Mansion Vella.
Berita yang heboh tidak mempengaruhi Vella karena dia sedang berlatih bela diri dalam ruangan latihan, sehingga dia tidak mengetahui tentang berita itu bahkan yang lainnya juga tidak ada yang tahu padahal berita itu sudah heboh dalam dunia bisnis.
" Ada apa denganku tiba- tiba merasa bahagia?" Vella pada dirinya sendiri. Sandra yang menemaninya latihan merasa heran melihat Vella berhenti.
: Aku tidak tahu Sandra rasanya hati ini berdetak sangat kencang" kata Vella. Sandra melihat Vella dengan bingung apa akan terjadi sesuatu fikirnya.
" Sudahlah mungkin kamu kelelahan ayo kita istirahat"ajak Sandra. Vella juga berfikir mungkin dia kelelahan dalam beberapa hari ini.
Keesokan harinya di Amerika.
Tirta ke perusahaannya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, pasti perusahaannya sedikit kacau karena tertangkap para pengkhianat.
Apalagi beritanya sudah tersebar sua harus dapat melurusnya agar perusahaannya tidak terpebgaruh dengan ini.
" Rendi adakan rapat kita harus menyelesaikan berita yang sudah menyebar" kata Tirta, merapikan jasnya.
" Baik tuan" kata Rendi. Rendi segera mengumpulkan karyawan dalam ruangan rapat membicarakan masalah yang terjadi.
Setelah semuanya berkumpul Tirta dan Rendi memasuki ruangan rapat dan disambut dengan banyaknya pertanyaan dari bawshannya.
" Saya tahu bahwa kalian memiliki banysk pertanyaan mengenai kinerja perusahaan" kata Tirta. para karyawsn dan direktur menanggukan kepalanya.
" Baiklah untuk posisi manager yang kosong, kami akan mencarikan penggantinya saya akan membicarakannya ke tuan Hartawan nanti." kata Tirta.
" Untuk sementara ini kita pasti bisa mengurusnya sebelum pengganti mereka yang lebih baik datang. Saya percaya pada kalian semuanya dapat mengurus perusahaan ini agar dapat beroperasi seperti biasanya" kata Tirta.
" Baik tuan kami takkan melanggar kepercayaan anda, karena kami tidak ingin perusahaan ini hancur" kata Direktur utama.
Kemudian mereka kembali ke ruangan masing- masing.
" Rendi tolong hubungi daddy apakah ada calon untuk mengisi posisi yang kosong" kata Tirta.
Rendi segera menghubungi tuan Hartawan apakah di Perusahaan pusat ada rekomendasi untuk mengisi posisi yang kosong di perusahaan cabang di Amerika.
Setelah mendapat kabar dari Rendi tuan Hartawan segera mengurusnya, dia tak ingin mengecewakan istrinya yang sangat merindukan putranya