
Kediaman keluarga Sanjaya.
Yuda Sanjaya dan Maya sedang duduk di rusng tengah menikmati minuman dan acara yang sedang mereka tonton, tiba-tiba mereka di kejutkan oleh kedatangan Elsa dengan kondisi yang berantakan dengan rambut yang sudah berantakan dan wajah yang kacau.
" Sayang, apa yang terjadi padamu" kata Maya, berlarian mendekati putrinya.
Maya memetiksa tubuh putrinya yang penuhi oleh luka.
" Sayang katakan pada mommy siapa yang melakukannya? " Maya.
" Elsa jangan - jangan kamu membuat masalah lagi?" Yuda, yang lelah mendengar Elsa yang selalu berbuat masalah di sekolah.
" Tidak daddy Elsa tidak berbuat salah tadi tuan Tirta Alfahri datang ke sekolah kami, terus Elsa berkenalan dengannya tuan Tirta baik-baik saja tapi ada seorang siswi yang marah ketika kami sedang berbicara dad. Bahkan dia menarik rambutku" kata Elsa memegang rambutnya, dia senyum sinis melihat Yuda diam.
" Tuan Tirta Alfahri? " Yuda. " Ya daddy bahkan kami sangat dekat tadi tapi karena dia aku tak sempat berkenalan lebih jauh, daddy" kata Elsa, menggelut manja pada Yuda.
" Maya obati lukanya" kata Yuda meninggalkan mereka di ruang tengah, Maya menanggukan kepalanya kemudian melihat putrinya yang tersenyum.
Maya menarik putrinya ke kamarnya dia curiga pada sikap putrinya.
" Mommy" kata Elsa. " Diamlah " sahut Maya, Elsa diam hanya mengikuti Maya menuju kamarnya.
" Duduklah" kata Maya, Elsa memegang pipinya dan duduk di kasurnya, Maya mengambil kota obat di dalam lemari dengan hati-hati dia mengoles obat ke luka Elsa.
" Mommy sakit, mommy ingin melukai putrimu sendiri" kata Elsa menahan sakitnya, Maya meletakan kotak obat di sampingnya kemudian menatap tajam pada putrinya.
" Mommy kenapa menatapku begitu? " Elsa takut jika Maya mengetahui bahwa dia tadi hanya berpura-pura.
Elsa menghela nafasnya mommynya ini benar tak dapat berbohong padanya, akhirnya Elsa menceritakan semuanya termasuk Vella Afferina Sanjaya putri kandung daddynya dengan istri pertamanya.
Maya terkejut mendengarnya nama itu kembali mengingat kejadian bertahun-tahun yang lalu, yang dia lakukan pada kakak sepupunya dan anak-anaknya.
" Kamu jangan berbohong pada mommy ini tidak mungkin ini sudah 10 tahun lebih, kenapa anak itu kembali bahkan ada di negara ini" kata Maya.
" Mommy lihat aku apakah aku verbohong di depan mommy bahkan tadi dia menghajatku katena berdekatan dengan tuan Tirta, sepertinya mereka memiliki hubungan spesial dan tuan Tirta hanya diam melihatku di lukainya" kata Elsa dengan mengadu.
" Elsa jangan biarkan daddymu mengetahui bahwa putrinya ada di negara yang sama dengan, jika mereka bertemu anak itu akan menceritakan semuanya padanya perbuatan mommy pada istri pertamanya Tiara" kata Maya menatap putrinya.
Elsa menanggukan kepalanya dia juga tak ingin kehilangan kemewahan ini.
" Elsa ingat kata mommy dekatilah tuan Tirta itu jika kamu bisa menjadi kekasihnya mommy yakin anak itu pasti menderita, karena tak ada yang mendukungnya" kata Maya tersenyum licik.
" Itu pasti mommy apa lagi tuan Tirta itu sangat tampan, tapi mommy bagaimana caranya aku bertemu lagi dengannya? " Elsa.
Maya menatap putrinya dengan senyuman. " Daddy yang akan membawamu padanya, Mommy yakin daddy menengalnya terlihat jelas dia terkejut tadi ketika kamu menyebutnya, baiklah mommy akan ke temui daddy" kata Maya, membawa kotak obat ke luar.
Elsa tersenyum melihat Maya keluar dari kamarnya.
" Vella lihat saja nanti aku pasti bisa merebutnya darimu seperti kamu kehilangan ini semuanya" kata Elsa tersenyum bahagia.
Elsa kamu pasti akan menyesal nanti setelah mengetahui Vella sekarang ini berbeda dengan dahulu.