
Di keluarga Alfahri
Mommy Mayang sedang sibuk di dapur memasak di dapur, entah kenapa hari ini dia sangat ingin memasak kesukaan putranya itu membuat tuan Hartawan bingung.
" Mommy ini semuanya kesukaan Tirta! " tuan Hartawan, melihat semua makanan kesukasan putranya. Nyonya Mayang hanya tersenyum mendengar tanggapan suaminya.
Dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Alfahri, Tirta memejamkan matanya tiba saja wajah Vella kecil membayanginya.
" Tuan, ada apa? " Rendi, melihat Tirta terlihat gelisah. " Tidak hanya memikirkan sesuatu" kata Tirta.
Taklama mobil mereka sudah sampai di kediaman keluarga Alfahri.
" Tuan, kita sudah sampai" kata Rendi, Tirta membuka matanya dan melihat dia sudah sampai di kediaman keluarganya. Tirta keluar dari mobil menuju rumahnya diikuti oleh Rendi.
Setelah sekesai masak nyonya Mayang masuk dalam kamar untuk membersihkan dirinya, sedangkan tuan Hartawan menuju ruang kerjanya.
Terdengar suara bel berbunyi pelayan membuka pintu dan terkejut melihat tuan mudanya sudah kembali.
" Tuan muda" seru pelayan. " Ups" kata Tirta, meminta bibi untuk diam. Tirta masuk ke dalam dan melihat sekitar rumahnya ternyata sepi.
" Bi dimana mommy dan daddy? " Tirta. " Tuan besar di ruang kerja sedangkan nyonya besar berada dalam kamar membersihkan diri. Apa perlu saya panggilkan tuan muda" kata pelayan.
" Tidak usah saya akan masuk dalam kamar untuk istirahat, Rendi kembalilah jangan lupa nanti malam datang ke sini" kata Tirta.
" Baik tuan muda, saya permisi dulu" seru Rendi, meninggalkan kediaman keluarga Alfahri sedangkan Rendi menuju apartemennya.
Tirta masuk ke dalam kamarnya. " Bibi jangan beritahu mommy dan daddy bahwa aku sudah pulang" kata Tirta.
" Baik tuan muda" seru pelayan, meletakan koper Tirta didekat lemarinya sedangkan Tirta mengistirahatan tubuhnya.
Setelah membersihkan diri nyonya Mayang menuju ruang makan disusul oleh tuan Hartawan.
" Bibi kenapa piringnya ada tiga" kata nyonya Mayang, merasa heran karena bibi menyiapkan tiga piring.
Pelayan merasa gelisah sekali dia melihat arah tangga berharap Tirta turun.
" Bibi mencari siapa? " Tuan Hartawan, melihat bibi mencari sesuatu. Bibi sangat merasa gelisah karena tuannya menatap tajam ke arahnya.
" Selamat malam semuanya " kata Tirta, yang turun dari tangga. Mommy dan daddy membalikan badannya dan terkejut melihat Tirta sudah berada di belakangnya.
" Tirta" teriak mommy Mayang, memeluk putranya dengan terharu, daddy Hartawan menepuk punggung putranya.
" Kapan pulang nak, kenapa tidak memberitahu kami bahwa kamu pulang" kata mommy Mayang, memeluk putranya sambil bersenggukan.
Tirta tersenyum. " Tirta ingin memberi kalian kejutan, makanya Tirta meminta bibi untuk diam" kata Tirta, dengan senyuman sambil melihat daddynya.
" Maaf tuan besar" kata pelayan, kerakutan melihat Hartawan menatapnya dengan tajam.
" Sudahlah yang terpenting putra mommy sudah kembali ayo kita makan. Hari ini mommy sangat ingin memasaka makanan kesukaanmu sekarang mommy sudah tahu karena ini" kata Mommy Mayang.
Mereka menikmati makanan yang dimasak oleh mommy Mayang, mereka makan tanpa ada bersuara.
" Tuan muda, tuan Rendi sudah datang dan menunggu anda di ruang tamu" kata pelayan, memberitahu Tirta bahwa Rendi sudah datang.
" Ayo daddy kita membicarakan mas as lah yang terjadi di cabang perusahaan berada di Amerika" kata Tirta.
Tuan Hartawan dan Tirta menuju ruang tamu sedangkan nyonya Mayang membuat minuman untuk mereka.
Mereka membicarakan permasalahan terjadi dalam perusahaan dan orang yang yang telah berkhianat susah di tangkap.
Orang yang ditunjuk oleh tuan Hartawan untuk menggantikan posisi yang kosong sudah datang, makanya mereka dapat kembali.
Nyonya dan tuan Alfahri merasa senang karena putranya sudah menyelesaikan masalah dan kembali untuk tinggal bersama mereka.