
Entah apa yang terjadi ketika Tirta mencium keningnya rasanya sangat nyaman, sebuah rasa yang sudah lama semenjak dia kehilangan mommynya.Bahkan dari daddynya sendiri semenjak tante maya datang dan menghancurkan keluarganya tak pernah lagi menciumnya.
Dia bingung saat ini mengapa dia meminta Roger untuk melepaskan tangannya dari kakak ini. Seorang pria yang tidak sengaja dia tolong dan mengapa kakak ini memberikan kalungnya padanya
" Kakak mengapa memberikan ini padaku dan waktu itu aku hanya menolong kakak dari mereka. Juga mengapa kalungku harus nanti dikembalikannya" kata Vella, menatap Tirta.
Tirta tersenyum dan mengelus rambutnya. " Untuk saat ini biar kalungmu ada pada dan kamu menyimpan kalungku, seminggu lagi aku akan ke Amerika untuk melanjutkan pendidikanku." kata Tirta.
Tirta kembali memeluk Vella. " Tunggu aku tujuh tahun lagi setelah itu aku takkan melepaskanmu , Gadis kecilku" Bisik Tirta, walau Vella masih kecil dia sangat tahu apa maksudnya.
Vella tersenyum dan menanggukan kepalanya. " Gadis pintar, baiklah aku pergi dulu sampai jumpa lagi gadis kecilku" kata Vella.
Tirta mengajak orangtuanya dan Rendi pulang meninggalkan restoran. Hatinya sangat senang orangtuanya sangat bingung dengan ini.
Sandra terus menatap Vella sambil tersenyum." Kak, Vella kenapa terus saja tersenyum sendiri?" kata Sandra. Mereka melanjutkan makanannya.
" Mungkin kakak tadi akan membawa kebahagiaan untuk nona Vella" kata Roger. Dia mengetahui bahwa tuan muda Alfahri menyukai nonanya, dia hanya berharap dan berdoa bahwa itu benar.
Sandra menanggukan kepalanya sekali dia melihat Vella tersenyum sambil memegang kalung Tirta.
Kemudian mereka kembali ke mansion karena hari sudah sore dan dia sangat merindukan adiknya.
Keanu terus melakukan terapi wicara dengan dok Felly sudah beberapa bulan dia sudah menunjukan kemajuannya. Mereka sangat sabar melatih keanu dan bahkan Vella harus mencarikan alat terapi dari luar negeri.
" Sekarang tuan muda Keanu harus menengal huruf dulu " kata dokter Felly, menunjukan gambar huruf. Dengan cadelnya keanu menyebutnya, A,A katanya.
" Felly gimana perkembangannya" kata Bibi. Dok Felly tersenyum. " lebih baik kita menunggu nona Vella bi" Seru Dok Felly. Bibi menanggukan kepalanya dan kembali melanjutkan kegiatannya.
Tok, tok, tok.
Pelayan membukakan pintu masuklah Vella dan Sandra dan Roger kembali ke tempatnya setelah melihat nonanya masuk.
Keanu melihat kakaknya masuk dia segera berdiri dan berlari dengan kaki kecilnya menuju ke tempat Vella.
" Adik kakak ini menyambut kakak ya" kata Vella, menggendong keanu. Keanu menepuk tangannya. " Aduh keanu lucu sekali" kata Sandra, mencium pipinya rapi keanu malah menepuk pipi sandra.
Mereka tertawa melihat Sandra kesal dan Vella hanya tersenyum tipis sambil memikirkan Tirta.
Kediaman Alfatih.
Ketika mereka kembali dari Restoran xxx Tirta terus saha tidak melepas senyumannya bahkan para pelayan merasa takut melihatnya.
Plak. Nyonya menampar pipi Tirta dengan lembutnya. " Dad apa yang terhadi pada putra kita setelah dia bersikap aneh di restoran dua terus saja tersenyum, bahkan tamparan mommy tidak terasa" kata Nyonya Mayang.
" Maaf tante sepertinya Tirta telah menemukan bidadari hatinya" kata Rendi. " Tapi gadis itu masih kecil kalian lihat sendiri dia masih bersekolah dasar" kata Nyonya Mayang, mencoba menenangkan hatinya.
" Dari daddy lihat sepertinya dia bukan gadis biasa kalian bisa lihat sendiri pria yang dibelakangnya memanggilnya nona bahkan sangat menghormati gadis kecil it." kata Tuan Hartawan.
Mereka menanggukan kepalanya karena dapat merasakan aura kepemimpinan dari Vella.
" Dia itu memang gadisku dan harus seperti itu, makanya aku minta dia menungguku" kata Tirta, pergi ke kamarnya. Membuat yanglain terkejut dengan ucapkannya.
" Astaga anak itu dia masih kecil, Tirta" teriak Nyonya Mayang.
Lain bagi tuan Hartawan meski masih kecil tapi gadis kecil itulah membuat putra tersenyum bahagia.