Lady Vella

Lady Vella
Episode 63



Malam ini yang ditunggu oleh Vella dan lainnya terutama Tirta yang sudah menyiapkan dirinya untuk membalas dendam keluarganya, Vella membantu Tirta untuk bersiap dengan memakai pakauan rompi agar dia terluka akibat tembakan.


" Kak ingat nanti jangan jauh-jauh dari Vella" Kata Vella, selesai dengan kegiatannya, Tirta hanya diam dan tersenyum dia berkata dalam hati aku yang akan melindungimu sayang aku takkan membiarkan kamu terluka lagi.


Tok, tok, tok.


" Vella semuanya sudah siap sedang menunggu kalian saja " kata Sandra, memanggil Vella. " Ya kami akan keluar" sahut Vella. Sandra menuju ruang tempat biasanya mereka berkumpul jika melakukan pekerjaan.


Vella dan Tirta menuju ruangan dimana yang lainnya sudah berkumpul.


" Selamat datang Lady, tuan" kata anggota gank. Vella dan Tirta menanggukan kepalanya sama menunjukan sikap yang dingin.


" Kakak" teriak Keanu datang bersama orangtua Tirta, Vella tersenyum menuju ke tempat adiknya diikuti Tirta menuju orangtuanya.


Keanu yang mengetahui bshwa kakaknya akan melakukan pekerjaan berat, dia langsung memeluknya.


" Kakak hati-hati tidak boleh terluka lagi" kata Keanu dengan lirihnya. Vella tersenyum dan mencium kening adiknya.


" Keanu jangan merepotkan bibi dan lainnya" kata Vella, Keanu menanggukan kepalanya kembali memeluk Vella.


Tirta juga bersama orangtuanya juga Rendi, mommy Mayang menangis melihat putranya akan membalas mereka.


" Mom aku baik saja" kata Tirta, mommy Mayang memeluk Tirta, Daddy Hartawan menepuk punggungnya.


" Rendi ingat kalian jaga diri baik-baik" kata Daddy Hartawan dengan nada melemah. Rendi menanggukan kepalanya.


Kemudian mereka pergi ke pulau A dimana Gsnk Kelelawar hitam bersembunyi dan keberadaan wanita itu, karena perjalanannya sangat jauh hingga mereka membutuhkan perjalanan selama 2 hari.


Mereka memilih perjalanan melalui darat dari pada udara, agar tidak terlalu mencolok.


Markas besar Kelewar Hitam.


Terlihat seorang pria dan wanita yang sedang senang sambil meminum wine di bar mini di markasnya, meteka sangat bahagia karena berhasil dengan rencananya menggoyahkan keluarga Alfahri.


" Aku yakin gadis itu pasti sudah mati karena aku berhasil menembak di dadanya," kata Isda dengan senyum bahagia.


" Kau sudah memastikanya Isda bahwa gadis itu benar tewas, karena gadis itu sangat melindungi tuan muda Alfahri hingga rencanamu sudah 2 kali gagal" kata seorang pria yang tak terlihat mudanya.


" Kamu tenang saja sayang aku sudah memastikan bersama anak buahmu di seluruh rumah sakit tidak ada mereka, pasti gadis itu langsung meninggal tak sempat di bawa ke rumah sakit" kata Isda dengan yakin. pria di sampinnya hanya menanggukan kepalanya.


" Kamu tidak mencemaskan pria itu mereka berhasil menangkapnya" kata seorang pria menangakan kabar Van Flenderhert.


" Untuk apa aku mengkhawatirkan pria bodoh itu, biarkan saja dia tewas di tangan mereka" kata Isda, duduk pangkuan pria itu.


Mereka hanyut dalam kesenangan di bar mini tersebut tanpa mengkhawatirkan Vella dan lainnya menuju ke tempat mereka.


Dalam mobil


Dalam mobil ada Vella dan Tirta duduk di belakang sedangkan Rendi yang menjalankan mobil ditemani Sandra disampingnya.


Rendi mengikuti mobil di depannya menuju pulau A walau harus melewati darat mereka sangat bersemangat.


" Kak berhenti di restoran depan Sandra beritahu kak Roger kita makan malam dulu" kata Vella, Sandra menghubungi Roger untuk makan malam terlebih dahulu.


Disinilah mereka saat ini menikmati makan malam sebelum hari esok menjadi hari yang panjang bagi Tirta untuk membalas perbuatan seseorang pada keluarganya.


Vella juga memboking restoran agar anak buahnya juga makan, Vella tak ingin mereka jatuh sakit nantinya.