
Setelah penyerangan di taman mereka menuju ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan Sendi dan Roger membawa musuh ke markas untuk mendapatkan keterangan.
" Dokter bagaimana keadaannya? " Vella menangakan keadaan Tirta, Rendi dan Sandra sudah mendapatkan perawatan dan mereka menunggu bersama Vella.
" Nona luka pasien tak buruk sebaiknya dia harus di rawat semalam, agar kita dapat mengetahui apakah luka di perutnya baik saja" kata Dokter.
" Terima kasih dok" kata Rendi melihat Vella diam. " Maaf dok apa kami boleh melihatnya" kata Vella.
" Silahkan nona tapi jangan berisrik karena pasien dalam obat bius" kata Dokter. Vella menanggukan kepalanya setelah dokter pamit mereka masuk kedalam.
Vella menuju ke brankar Tirta entah kenapa dia membayangi mommy dan adiknya ketika di rawat di rumah sakit.
" Vella tenanglah biar aku menemani Keanu di rumah" kata Sandra, mengetahui keadaan Vella saat ini. Vella hanya menanggukan kepalanya dan matanya menatap Tirta yang tidur.
Kemudian Sandra pulang karena harus menemani Keanu, sedangkan Rendi keluar untuk menghubungi orangtua Tirta dan menceritakan penyerangan yang rerjadi.
Kediaman Alfahri
Orangtua Tirta terkejut mendengar kabar dari Rendi menengai penyerangan terjadi pada Tirta dan lainnya, sampai mommy Mayang jatuh pingsan mendengarnya.
" Momm" kata Daddy Hartawan, melihat ustrinya sudah sadar. Mommy Mayang memegang kepakanya karena merasa pusing dan teringat dengan kabar putranya.
" Dadd ayo kita ke rumah sakit Tirta mommy hsrus melihatnya" kata Mommy Mayang, turun dari kadurnya tanpa menghiraukan panggilan suaminya.
Terpaksa daddy Hartawan mengikuti kemauan istrinya dan memanggil supir untuk mengantar mereka ke rumah sakit.
Menempuh perjalanan selama setengah jam nereka sampai ke rumah sakit, mereka bertanya pada salah satu suster.
" Suster apakah ada pasien atas nama Tirta Alfahri? " Daddy Hartawan. " Ada tuan di ruang rawat VVIP 1 di lantai 3" sahut suster dengan hormat melihat kedatangan keluarga no 1 di negaranya.
Tirta yang masih belum siuman membuat Vella sedih seharusnya dia dapat menghalangi musuh itu melukai prianya, Rendi duduk di sofa sambil memeriksa email yang dikirim oleh sekretaris Tirta.
Kret pintu terbuka
Rendi yang membaca email menoleh ke samping dan melihat orangtua Tirta sudah datang ketika dia akan memberi salam.
" Ups" Daddy Hartawan memintanya untuk diam karena Vella tidur di samping putranya. Mommy Mayang merasa terharu melihat keduanya dia mengusap kepala putranya dan tangan Vella kemudian dia duduk di samping suaminya.
Rendi pamit karena dia harus ke restoran untuk menemui klien karena sekretaris Tirta menghubunginya, bahwa klien sudah menunggunya di restoran jepang.
Tirta bangun karena pengaruh obat biusnya sudah habis dia membuka matanya dan merasakan ada sentuhan, dia tersenyum melihat Vella tidur di sampingnya.
" Mommy" panggil Tirta dengan pelan meski pelan tapi suaranya tetap di dengar oleh orangtuanya. Mommy dan Daddy Tirta senang putranya sudah bangun.
" Mommy dan daddy senang melihatmu sudah bangun" kata Daddy Hartawan. Tirta hanya tersenyum.
Vella bangun terdengar suara di depannya dia bangun dan terkejut melihat orangtua Tirta tersenyum padanya.
" Om tante maaf Vella tertidur" kata Vella. " Tidak apa sayang kamu pasti lelah karena menunggu anak ini" kata Mommy Mayang.
" Sayang apa kamu sudah mengobati lukamu? " Tirta mengingat kejadian ketika Vella kena pukulan musuhnya.
Vella memegang pipinya yang sudah merah membuat orang tua Tirta terkejut, karena mereka tak melihatnya.
" Sayang mari kita ke dokter untuk memeriksa lukamu" ajak Mommy Mayang. Vella terpaksa mengikutinya karena Tirta juga memintanya untuk memeriksa lukanya.