
" Kalian bantu nyonya ini masuk ke dalam helikopter" kata Roger, salah satu anak buahnya, membantu Mommy Mayang masuk ke dalam helikopter.
" Nyonya, tuan mari" kata Roger. Mereka membantu nyonya dan tuan Alfahri untuk menaiki helikopter.
" Aku akan menunggu Vella sampai datang" kata Tirta matanya hanya tertuju pada pintu masuk. Sandra menanggukan kepalanya tanda membiarkan Tirta menunggu Vella.
" Kak ini sesuai dengan dugaan Vella, apa menurut kakak Vella juga mengetahui organisasi yang membantu wanita sialan itu. Atau wanita itu bagian dari organisasi kelelwar hitam" kata Sandra dengan santainya.
Membuat Tirta terkejut mendengarnya siapa yang tak mendengar nama organisasi hitam itu.
" Vella berurusan dengan organisasi hitam itu demi keluargaku" kata Tirta, dengan lirihnya. " Makanya cintailah dia seumur hidupmu" kata Roger, menepuk punggung Tirta.
" Dadd, apakah begitu berartikah putra kita bagi Vella" kata Mommy Mayang, menangis mendengarnya. " Ya mom putra kita sangat beruntung" kata Daddy Hartawan.
" Kalian salah nona yang beruntung memiliki tuan Tirta dan kalian, makanya nona akan melindungi kalian " anak buah Vella yang menemani meteka di dalam helikopter.
Di Tempat Vella.
Dengan nafas tersengal-sengal Vella mengatur nafasnya. Vella menatap tajam salah satu musuhnya yang terlihat mencurigakan seperti ada yang disembunyikanmya.
Vella melawan siapa saja yang menghalanginya lewat, dia semakin dekat dengan orang itu terlihat dia mendapat pesan dari seseorang.
" Berikan itu padaku" kata Vella, dengan dinginnya. " Kau ingin tahu kan isi pesan ini" kata ketua musuh menunjukan HPnya pada Vella.
" Tapi sayang kau sudah telat nona, dia pasti dudah ada di sana" kata ketua musuh dengan tertawa.
" Ha, ha, ha sekarang kau tidak dapat menolong mereka" katanya sambil tertawa puas.
Brug
Vella menghajarnya sampai tak berdaya tiba saja dia wajah Tirta terlintas di hadapannya.
" Kak urus mereka aku harus mengurus sesuatu" kata Vella, langsung berlarian menuju ke trmpat Tirta.
" Rendi jaga orangtuaku, aku harus membawa Vella kesini segera" kata Tirta, sangat mengkhawatirkan Vella. " Baik tuan" kata Rendi.
" Vella" teriak Sandra, tersenyum melihat kemunculan Vella. Vella tersenyum dengan nafas yang tersengal-sengal
Sandra menghentikan Tirta ketika dia akan ke tempat Vella. " Kak jangan bergerak Vella akan marah jika kakak melangkah satu langkah" kata Sandra.
" Apa maksudnya aku harus menemuinya" kata Tirta, Ketika Tirta berjalan Vella meneriakinya.
" Kakak stop" kata Vella, menunjukan jarinya. " Kan sudah kubilang, Kak Roger lindungi meteka, waspadalah kita akan menghadapinya" kata Sandra.
Roger segera memerintahkan anak buahnya waspada dan lindungi Tirta dan keluarganya, Roger dan Sandra berdiri ke depan Tirta dan Rendi.
Melihat Tirta dan lainnya telah dilindungi Vella segera berjalan bukan ke arah Tirta tapi terus kedepan, dan Vella berdiri tepat di depan mereka.
" Vella" Tirta dengan lirihnya mulai paham dengan situasinya.
" Nyonya Isda sampai kapan bersembunyi di balik kegelapan" teriak Vella, membuat yang lainnya terkejut begitu pula dengan orangtua Tirta di dalam helikopter.
" Mom sepertinya daddy harus mengetahui tujuan dia melukai kia" kata Daddy Hartawan. " Dad, mommy ikut kita akan menghadapinya bersama" kata Mommy Mayang.
Mereka turun dari helikopter dibantu oleh ansk buah Vella. " Mom, Dad" kata Tirta melihat orangtuanya di sampingnya, orangtua Tirta senyum.
Balik kegelapan.
" Ternyata benar yang di sampaikan oleh Tio, dia tak dapat diremehkan bahkan mengetahui keberadaanku" kata Isda.
" Nyonya sampai kapan kamu disana, keluarlah" teriak Vella.
Pro, Prok, prok.