
Tirta dan Rendi sudah sampai di kediaman keluarga Alfahri dengan perasaan tak sabar Tirta masuk ke dalam rumahnya tapi keningnya berkerut karena tak ada orang di ruang tengah.
" Bi kemana semua orang? " Rendi pada seorang pelayan yang kebetulan lewat di hadapannya.
" Selamat sore tuan muda. tuan Rendi. Nyonya dan lainnya berada di taman belakang" kata bibi dengan hormatnya.
Tirta menanggukan kepalanya dan melangkahkan kaki ke halaman belakang dimana Vella dan lainnya berkumpul.
Setelah membicarakan rencananya pada Vella. mommy Mayang memanggil lainnya untuk membahas rencana pertunangan Vella dan Tirta.
" Jadi kamu setuju untuk tunangan dengan kak Tirta terus bagaimana dengan orang itu?" Sandra mengingat Yuda Sanjaya.
" Tapi aku tak bisa menahannya terlalu lama dan aku tahu ini juga yang diinginkan kak Tirta" kata Vella, Sandra tersenyum dan memeluk sahabatnya bibi menangis terharu mendengarnya.
Mommy Mayang dan daddy Hartawan sedang membicarakan acara pertunangan putranya.
" Kakak akan bertunangan ya? " Keanu duduk disamping Vella, Vella tersenyum dan mengelus rambut adiknya.
Brug
Tirta dan Rendi mencari mereka ke halaman belakang ketika sampai di depan pintu tanpa sengaja mendengar perkataan mereka.
" Tuan muda" panggil Rendi, melihat Tirta terlihat syok setelah mendengar perkataan orangtuanya dan lainnya. Tirta yang merasa bahagia tak sengaja kakinya tersenggol kursi.
" Tirta, kakak" kata orangtuanya dan Vella mendekatinya. " Anda tidak ada terluka kan? Rendi yang khawatir pada Tirta.
" Kakak baik saja" kata Vella, menunjukan khawatirnya sedangkan Tirta langsung berdiri dan memeluk erat gadisnya.
Vella tersenyum membalas pelukan Tirta. " Sepertinya tak bisa secepatnya tante"kata Sandra.
Semua mata tertuju padanya sedangkan Sandra hanya tersenyum.
" Kamu lupa ya Vella beberapa hari lagi kita akan ujian kelulusan " kata Sandra, Vella tersenyum dan menepuk keningnya.
" Sayang sebenarnya aku ingin secepatnya tapi aku ingin kamu fokus dulu pada ujianmu dan kelulusanmu" kata Tirta, Vella tersenyum.
Kemudian pelayan datang memberitahu mereka kalau makan malam sudah siap.
Sebuah kawasan yang tak terpakai terlihat Emil Roskargo sedang bicara dengan orang kepercayaannya.
" Roy cari seorang gadis muda sampai ketemu" kata Emil. Roy adalah orang kepercayaan dari Emil Roskargo dia juga yang bertemu dengan ketua preman itu.
" Maksud tuan siapa? " Roy tidak tahu harus mencari siapa. " Putri kandung Yuda Sanjaya, kamu harus menemukannya segera dan bawa dia padaku" kata Emil Roskargo, Roy menanggukan kepalanya.
Kemudian Roy dan beberapa anak buah lainnya segera melaksanakan perintahnya.
Diluar ada anak buah Vella yang ditugaskan oleh Roger untuk mengawasi Emil Roskargo dan setiap pergerakannya.
" Bangun lihat mereka mau kemana" kata anak buah Vella yang membangunkan temannya.
" Ayo kita harus ikuti mereka jangan sampai kehilangan" katanya, mereka bangun dan mengikuti mobil Roy.
Mobil anak buah Vella terus mengikuti Roy dengan jarak yang aman mereka terus memperhatikan gerak - geriknya.
" Sepertinya mereka sedang mencari sedorang, kamu turun dan cari apa yang mereka cari, aku khawatir ini menyangkut nona atau tuan muda" kata temannya.
Salah satu dari mereka keluar dari mobil dan menyamar menjadi mahasiswa.
" Dek apakah melihat gadis ini, jika kamu melihatnya tolong diberitahu kami karena dia adalah putri bos kami" kata anak buah Roy.
Anak buah Vella terkejut tapi dia mencoba menahan kekerjutannya ketika dia tahu orang yang mereka cari adalah nona mudanya. Anak buah Vella menanggukan kepalanya, kemudian dia kembali ke dalam mobil.
"