
Mereka membawa Vella yan sudah tak sadarkan diri ke rumah sakit disinilah mereka di depan ruang operasi, Dokter Felly segera melakukan operasi mengingat Vella sebelumnya mendapatkan tembakan.
Tirta duduk dengan tatap kosong menatap ruang operasi yang tertutup, dia kembali mengingat kejadian sebelum ke rumah sakit.
Flashblack
Semua orang mendekati Sendi menggendong Vella yang tak sadarkan diri.
" Sayang" kata Tirta, dengan suara gemetaran membawa Vella ke pangkuannya dari gendongan Sendi.
" Hei sayang bangunlah " kata Tirta, dengan lirihnya. orangtua Tirta mendekati putranya dan menenangkan dirinya.
" Mom, dad kenapa dia selalu seperti ini ketika berada di pangkuanku" kataTirta, daddy Hartawan, menepuk punggung Tirta.
Dokter Felly segera memeriksa keadaan Vella terkejut.
" Cepat ke rumah sakit detak jantung nona melemah" kata dokter Felly. Sandra yang tak bisa menahannya menarik dokter Felly.
" Kak apa maksudmu, ha dia baik saja " kata Sandra. Rendi memeluknya membiarkan Sandra menangis histeris dalam pelukannya.
" Bos mobil sudah siap" kata anak buahnya, Roger menanggukan kepalanya dan memanggil mereka segera menuju ke rumah sakit.
Flashblack End.
Ruang operasi.
Dokter Felly berusaha menyelamatan nonanya dengan mengoperasi untuk mengambil peluru di dadanya, dokter jantung sudah berada di dalam untuk mengawasi jantung Vella melemag.
" Dokter kita kekurangan darah " suster. " Hubungi keluarganya" kata Dokter Felly.
" Dokter Jantungnya berhenti berdetak" kata dokter jantung, Dokter Felly menggelengkan kepalanya berusaha mengembalikan detak jantung Vella dengan pacu jantung.
Suster keluar dari ruangan operasi mereka diluar segera mendekat.
" Dokter bagaimana keadaan putri saya? " daddy Hartawan, melihat sang putra tak mampu untuk berbicara.
" Pasien sedang kritis saat ini kekurangan darah dan rumah sakit tidak memiliki darah yang sama dengan pasien, apakah keluarganya ada yang memiliki darah yang sama dengan pasien karena kita tidak memiliki waktu yang lama" kata suster, menatap mereka satu persatu.
" Saya yang akan mendonorkan darah" kata Yuda, baru datang karena dia dibawa ke ruang rawat untuk memeriksa keadaannya.
Mereka membalikan badannya melihat Yuda mendekat.
" Tapi kita membutuhkan dua darah lagi" kata suster.
" Saya akan menghubungi mereka" kata Roger, menghubungi anak buahnya yang masih sehat.
Suster membawa mereka ke ruang untuk mendonorkan darah, suster mengambil sekantong darah mereka.
Ruang operasi terjadi ketegangan karena jantung Vella tidak merespon dan ritme jantungnya berhenti dan terlihat garis lurus di monitor, membuat para dokter diam.
" Nona bangunlah demi tuan muda Keanu dan dia menunggumu diluar, papimu sudah kembali nona jangan seperti ini" kata dokter Felly, menggoyangkan tubuh Vella tapi dia tak meresponnya.
Suster menjauhkannya dari Vella dokter jantung menutup wajah Vella dengan kain.
" Dokter tenangkan dirimu pasien sudah tenang kamu harus memberi kabar pada mereka" kata dokter jantung, mengelus punggung dokter Felly.
Dengan bantuan suster dokter Felly keluar dari ruang operasi dengan wajah pucat dan air matanya mengalir di wajahnya.
" Kak apa yang terjadi dan Vella gimana kabarnya? " Sandra, berusaha untuk tidak berfikiran buruk.
Dokter Felly memang tak bisa lagi bicara dia hanya menggelengkan kepalanya dengan tertunduk, Sandra menjauhinya dan menggelengkan kepalanya.
" Ini tidak bohon pasti tak benar Vella" Sandra histeris. Mereka terdiam terpaku tak bisa berfikir lagi. Tirta yang tidak bisa menerimanya segera masuk disusul oleh lainnya.
Dengan gemetaran Tirta mengelus wajah kekasihnya yang sudah dingin mommy Mayang menangis dalam pelukan suaminya, Sandra hampir saja terjatuh dan Rendi segera memeluknya kalau tidak dia pasti jatuh.
Di luar ruang operasi.
Sendi dan Roger menundukan kepalanya dengan air matanya mengalir, bibi memeluk Keanu begitu eratnya.
" Bibi Keanu ingin lihat kakak" kata Keanu, dengan dinginnya. Bibi terkejut mendengar perkataan Keanu dengan nada yang dingin.
" Tuan muda, Astaghfirrurrah" ucap bibi melihat wajah Keanu pucat. Sendi dan Roger mendengarnya segera mendekati mereka.
" Bibi ada apa dengan tuan muda Keanu? " Sendi, bibi menggelengkan kepalanya.
" Ayo kita bawa tuan muda kedalam" kata dokter Felly, menggendong Keanu membawanya menemui Vella diikuti lainnya.
Semua mata tertuju pada Keanu yang digendong oleh dokter Felly.
" Ya Allah kenapa bisa seperti ini" kata Sandra, dengan lirihnya melihat wajah Keanu pucat.
Terlihat Tirta memeluk jenazah Vella begitu eratnya dan menangis, dokter Felly mendudukan Keanu di sampingnya.
" Kakak kenapa tidurnya lama kita kan sudah berjanji akan pergi ke pantai bersama" kata Keanu, memegang tanngan Vella.
Semua orang termasuk dokter dan suster tidak bisa menahan tangisannya melihat Keanu bicara dengan jenazah Vella.
Ruangan operasi menjadi tegang karena kejadian yang tidak dapat mereka sangka karena orang yang berarti untuk mereka sekarang terbaring dengan mata tertutup.
Yuda yang mendonorkan darahnya belum mengetahui apa yang terjadi karena dia sedang istirahatan tubuhnya. Dia memenjamkan matanya sambil mengingat berbagai kejadian terjadi dalam hidupnya.
Tanpa sengaja dia mendengar sesuatu yang membuatnya syok karena ruangannya tidak tertutup rapat, dia mendengar suster bicara dengan rekannya yang menyatakan kalau pasien di ruangan operasi meninggal.
" Vella putriku" guman Yuda, dengan lirihnya memegang dadanya yang merasakan kesakitan.
" Aku akan melihatnya sendiri dia tak boleh meninggalkanku sendirian, aku belum memperbaiki semuanya" sambungnya.
Yuda keluar dari ruangannya menuju ruang operasi walau tubuhnya masih lemah dia tak putus asa, dia harus melihat keadaan putrinya.
" Vella anakku" kata Yuda, dengan lirihnya. Semua mata tertuju padanya ,mereka melihat Yuda berdiri di depan pintu ruang operasi.
" Untuk apa dia datang kemari Vella tidak membutuhkannya lagi" kata Sandra, ketika akan melangkahkan kakinya menuju ke Yuda, Roger memeluknya dari belakang.
" Gadis nakal berilah dia kesempatan untuk melihat putrinya terakhir kali, putri yang dia usir bertahun itu adalah hukuman terbesar untuknya" bisik Roger di teling Sandra. Sandra diam hanya melihat Yuda mendekati tubuh Vella.
Daddy Hartawan mendekati putranya dan mengelus punggungnya, Tirta menatap daddy Hartawan.
" Berilah dia kesempatan nak" kata daddy Hartawan menanggukan kepalanya. Tirta melihat Yuda mendekat dan dia mundur beberapa langkah.
Dengan tangan gemetaran dan suara ysng serak Yuda memanggil Vella.
" Putriku" kata Yuda, tangannya meraih wajah yang dulunya tersenyum dan tertawa saat mereka bersama, tangan yang dulunya selalu memegang tangannya.
" Nak wajahmu mirip dengan mommymu maafkan papi dan papi tahu kesalahan papi tak dapat di maafkan begitu saja, kesalahan papi cukup besar padamu dan adikmu" kata Yuda.
Keanu melihat Yuda menangis dan meminta maaf pada kakaknya walau dia masih kecil tapi dia tetap mengerti dengan keadaan sekitarnya.
" Om siapa?. Kenapa minta maaf pada kakakku" Keanu.
" Aku punya kesalahan yang cukup besar pada kakakmu juga pada dirimu" kata Yuda menatap ke arah Keanu.
Suasana menjadi menegangkan antara Yuda dan Keanu.