
Keesokan harinya Vella dan dan lainnya bersiap untuk ke sekolah karena tak ingin kejadian di Mall terulang Vella memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengawal adiknya ketika di sekolah, Vella juga memerintahkan Roger untuk menjaga adiknya selama bersekolah.
Vella dan Sandra juga berangkat ke sekolah dengan menaiki mobil masing-masing, suasana sekolah sudah ramai dengan siswa berdatangan.
Elsa dan sahabatnya berada di parkiran dengan bersandar di mobil masing - masing, mereka melihat mobil Vella dan Sandra memasuki sekolah.
" Kalian sudah dengar belum kalau perusahaan daddyku bekerja sama dengan perusahaan Alfahri Group dan kami pasti sering bertemu karena kerja sama ini karena daddyku sudah berjanji akan mengajaku jika bertemu dengannya" kata Elsa tersenyum dan melirik Vella yang baru keluar dari mobil.
" Benarkah Elsa perusahaanmu akan bekerja sama dengan perusahaan tuan Tirta kamu sangat beruntung, Elsa. Perusahaan kami sudah sering mengajukan kerja sama dengan perusahaan tuan Tirta tapi belum ada balasannya" kata Riri, Jessika menanggukan kepalanya.
' Tentu dengan kerja sama ini kami pasti semakin dekat" kata Elsa dengan bahagianya.
Vella dan Sandra terus melanjutkan jalannya menuju kelas tanpa menghiraukan Elsa mencoba untuk memprokokasinya.
" Vella" panggil Sandra, mereka sudah berada di kelas dan duduk di tempat, Vella hanya tersenyum.
Taklama siswa siswi satu persatu masuk ke dalam kelas karena jam pertama akan dimulai, Elsa dan kedua sahabatnya juga masuk dia tersenyum cemeeh pada Vella membuat Sandra emosi.
" Gadis ini" seru Sandra, mencoba untuk memberinya pelajaran tapi di halangi oleh Vella.
Taklama guru datang mengajari pelajaran sebelum dimulai guru mengabsen siswa satu persatu.
" Kalian buka buku biologi halaman 76" kata guru. " Baik bu" kata siswa.
Guru menjelaskan materi yang akan di ajarkannya siswa fokus mendengar penjelasannya, tak lama bel tanda istirahat berbunyi siswa tak ada yang keluar karena guru masih ada di dalam.
" Baiklah pelajaran kali ini cukup sampai disini kalian boleh istirahat" kata guru, merapikan bukunya dan keluar dari kelas diikuti oleh siswa satu persatu.
" Elsa jangan membuat masalah dengan mereka " kata Jessika, ketakutan mengingat kejadian kemaren Riri menanggukan kepalanya.
" Kalian ini kenapa harus takut pada mereka berdua" kata Elsa, menunjuk ke arah Vella, Vella dan Sandra menanggapinya dengan santai.
" Hei apa urusanmu hingga menghentikan ksmi" kata Sandra.
Elsa mendekatinya. " Urusanku bukan denganmu tapi dengan dia, jika kamu ingin pergi silahkan" kata Elsa, menunjuk ke arah Vella.
Siswa yang sebelumnya keluar dari kelas kembali karena mendengar suara keributan dalam kelas.
" Mereka lagi" bisik siswa. " Sudah jangan bicara nanti mereka dengar bagaimana" bisik siswa lain, hingga suasana menjadi hening yang ada hanya suara Elsa dan lainnya.
" Elsa katakan apa maumu? " Vella, malas menghadapi orang di depannya, Sandra tersenyum.
" Aku ingin kamu menjauhi tuan Tirta karena kamu tidak selevel dengannya beda dengan aku" kata Elsa dengan percaya diri.
Vella mendekat. " Katakan sendiri pada tuan Tirtamu itu untuk menjauhi diriku" kata Vella, meninggalkan kelas, Sandra tersenyum pada Elsa.
Elsa menjadi kesal menghentakan kakinya. " Vella lihat saja nanti jika tuan Tirta sudah menjadi miliku akan ku balas kau, ayo" kata Elsa, mengajak sahabatnya keluar.
Para siswa sudah bubar karena teriakan Elsa mereka menuju ke tempat masing - masing.
" Vella, kamu yakin membiarkan gadis itu mendekati tuan Tirta" kata Sandra, heran mendengar Vella tadi.
" Menurutmu apakah kak Tirta akan tergoda dengannya"kata Vella. " Tidak mungkin karena tuan Tirta sangat bucin padamu" kata Sandra menggoda sahabatnya, Vella hanya tersenyum itu memang benar.