
Setelah suami dan putrinya pergi Maya menuju ke kamarnya menghubungi seseorang.
" Hallo" kata Maya. " Hahaha, apa kau merindukanku" kata seseorang dibalik sana.
" Emil Roskargo jaga bicaramu" tekan Maya.
" Baiklah ini pasti sangat penting hingga kamu menghubungiku setelah bertahun kita berpisah, apa ada sesuatu terhadap putriku" kata Emil.
" Dia baik saja selama Yuda memenuhi keinginannya tapi itu takkan lama lagi semuanya ini akan habis" kata Maya.
" Apa maksudmu, Maya? " Emil.
" Dia datang kembali " sahut Maya.
" Siapa? " Emil.
" Putrinya Yuda Sanjaya bersama kakak sepupuku" kata Maya dengan tegasnya.
Tiba suasana hening tak ada suara yang terdengar.
" Maya jangan asal bicara kamu ini sudah bertahun kita tak mendengar kabarnya" kata Emil, yang tak percaya yang dikatakan mantan istrinya.
" Baiklah jika kamu tak percaya padaku, Emil jika Yuda tahu kalau putrinya masih hidup dan mereka bertemu kamu pasti tahu apa yang akan terjadi pada kita termasuk Elsa" kata Mayang.
" Aku akan menyelidikinya takkan kubiarkan suamimu itu bertemu dengan putrinya, semuanya ini demi putriku karena dia yang akan menguasai harta Yuda Sanjaya tidak dengan putri yang telah dia buang" kata Emil dengan tegas.
Mereka menutup panggilannya Maya tersenyum sambil memutar HP.
" Vella aku takkan membiarkanmu bertemu dengan Yuda dan menceritakan semuanya karena kamu akan habis sebelum kalian bertemu" guman Maya sambil tersenyum licik.
Kemudian pelayan memanggil kalau makan diang sudah siap.
Kediaman keluarga Alfahri.
Mommy Mayang mengajak Vella berbicara berdua di halaman samping sedangkan Sandra membantu bibi di dapur menyiapkan makan siang.
Mommy Mayang mengajak Vella duduk di sampingnya, sedangkan di dapur Sandra menatap bibi dengan khawatir.
" Tenanglah semua pasti baik saja" kata bibi, menenangkan Sandra. Sandra menghela nafasnya. " Semoga saja bi" kata Sandra.
Di Halaman samping.
" Vella tante tahu hubungan kalian belum lama berjalan tapi melihat putra tante yang banyak mengalami perubahan setelah bertemu denganmu, tante dapat melihat rasa cinta yang besar yang dirasakan kalian berdua makanya tante ingin kalian bertunangan dulu. Tante tahu ini belum waktu yang pas untuk membicarakannya tapi sebagai orang tua tante ingin hubungan kalian diresmikan" kata mommy Mayang.
Vella tersenyum. " Vella mengerti kekhawatiran tante, baiklah tante Vella bersedia bertunangan dengan kak Tirta karena Vella tak ingin kehilangan kak Tirta" kata Vella tertunduk malu.
Mommy Mayang tersenyum dan memegang tangannya Vella.
" Terima kasih sayang baiklah biar tante yang akan mengurusnya kalian hanya duduk saja" kata mommy Mayang dengan bahagia.
Vella tersenyum melihat kebahagiaan dari wanita yang telah dianggap sebagai ibunya sendiri.
Perusahaan Alfahri Group.
Selesai pertemuan dengan Yuda Sanjaya, Tirta dan Rendi kembali menuju perusahaan karena masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan.
Yok, tok, tok
" Masuk" kata Tirta. Yeni masuk membawa berkas untuk dipetiksa oleh Tirta.
" Maaf bos ini berkas yang harus diperiksa dan ditanda tangani" kata Yeni meletakan berkas diatas meja.
" Yeni apakah ketika saya keluar ada yang mencari saya? " Tirta sambil memeriksa berkas.
" Tidak ada bos selama anda keluar tidak ada klien yang menghubungi" kata Yeni.
Tirta menanggukan kepalanya mengembalikan berkas yang telah dia tanda tangan.
jam pulang kantor sudah waktunya satu persatu karyawan meninggalkan perusahaan begitu pula dengan Tirta tak sabar ingin menemui Vella.