
MALL A
Merupakan salah satu mall terbesar di London banyak pemuda pemudi yang shopping di sini karena barang berkualitas walau harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk berbelanja di sini.
Tirta dan keluarganya sudah sampai di Mall A mereka menuju salah satu restoran seafood di sana sambil menunggu Vella dan lainnya, semalam Tirta sudah menghubunginya untuk menghabiskan waktu bersama di mall A.
" Mom kenapa mereka belum sampai juga? " Tirta yang terlihat gelisah, mommy Mayang dan daddy Haetawan hanya tersenyum.
" Sabarlah mungkin mereka dalam perjalanan " kata daddy Hartawan, menepuk punggung.
Vella dan lainnya masih dalam perjalanan mereka terlambat karena kemacetan?.
" Kakak kenapa mobilnya lama jalannya pasti kak Tirta sudah menunggu, Keanu kan mau main" kata Keanu melipat tangannya di dada, Vella dan Siska tertawa.
" Tuan musa harus tenang sebentar lagi kita pasti sampai" kata bibi, Keanu memajukan bibirnya karena cemberut.
Perlahan mobil mulai berjalan menuju arah Mall A.
" Sepertinya ada kecelakaan " kata Sandra, melihat polisi mengatur lalu lintas dan mobil yang terbalik.
Ternyata tak hanya mereka berada di Mall keluarga Sanjaya menghabiskan waktu di mall.
" Vella mereka dimana ya? " Sandra, mereka sudah berada di lantai 1." Tunggu aku kirim pesan ke kak tirta dulu.Vella tersenyum ternyata sudah ada panggilan dan pesan dari Tirta.
" Mereka di restoran seafood ayo kita kesana" kata Vella.Ketika mereka ke restoran seafood tanpa sengaja mata Vella melihat orang yang dia kenal.
Vella melihat daddynya sedang menerima panggilan di salah satu toko, Vella merasakan hatinya sakit melihat daddynya sudah lebih 7 tahun lebih dia tak melihatnya sekarang ada di hadapannya.
Keanu tersenyum melihat orang melakukan atraksi balon dia berlari untuk melihat pertunjukan, tanpa sengaja Keanu menabrak seseorang hampir terjatuh.
Disisi lain Vella terpaku melihat adiknya sudah bersama orang yang tak ingin dia temui, Sandra dan bibi menjadi heran melihat Vella diam.
" Nona, Vella " panggil Vella, Sandra menggoyangkan pundak Vella. " Vella sadarlah" teriak Sandra.
Teriakan Sandra membuat orang sekitarnya melihat ke arahnya begitu pula dengan tempat Tirta berada.
" Tuan muda Sandra berteriak pada nona Vella" kata Rendi yang baru datang, ketika dia baru datang melihat Vella yang baru datang dia berniat untuk menyapanya tapi mendengar teriakan Sandra memanggil Vella. Dengan terburu dia menemui Tirta dan mengatakannya.
" Apa maksudmu Rendi" tekan Tirta, langsung menemui Vella dan diikuti oleh lainnya.
" Vella bicaralah apa yang terjadi? " Sandra. Bibi merasakan ada yang aneh dia melihat sekitarnya.
" Nona, tuan muda tak ada" kata bibi." Bibi apa maksudmu? " Sandra. Tiba - tiba tangan Vella memegang tangan Sandra.
Sandra melihat tangannya di pegang oleh Vella, dengan suara yang gemetaran. " Sandra bawa adikku padaku" dengan suara gemetaran dan Vella menunjuk ke arah depan.
Mereka mengikuti ke arah tangan Vella. " Astagfirullah, tuan Yuda" seru bibi dengan nada yang gemetar dan menutup mulutnya, Sandra terkejut mendengar nama itu.
Tirta dan lainnya sudah sampai pada tempat Vella dan lainnya.
" Sayang" panggil Tirta, memeluk Vella. " Sandra" kata Vella dengan suara yang lirih.
" Kak temaniku tuan jaga dia" kata Sandra, menarik Rendi, Tirta memeluk Vella yang tubuhnya gemetaran karena ketakutan.
" Bibi ada apa ini sebenarnya" kata daddy Hartawan, Vella menangis dalam pelukan Tirta. " Kak dia ada disini" kata Vella dengan lirihnya, Tirta berusaha menenangkannya.
" Tuan, nyonya. Tuan muda Keanu " bibi tak bisa melanjutkan bicaranya hanya menunjuk sesuatu.