
Mereka masih berada di ruang rawat Vella sambil mengobrol ringan sekali-kali menlirik Tirta menyuapi Dyah dengan potongan buah.
" Tuan Yuda gimana kalau kita membicarakan soal anak - anak kita, apalagi pertunangan kemaren batal? " daddy Hartawan.
" Sebaiknya kita tanya anak-anaknya" kata Yuda.
" Daddy, Titra setuju langsung menikah saja nggk usah ada pertunangan segala" kata Tirta.
" Tu lihat anaknya ingin segera menikah pasti dia nggka sabar " kata daddy Hartawan.
" Aw sayang kenapa aku di cubit" kata Tirta, Vella yang malu memalingkan wajahnya dengan senyuman.
Mereka tersenyum melihat Tirta membujuk Vella yang terus ngambek. Roger dan Sendi juga menjenguk Vella dengan mengabari mereka di tahanan.
" Nona, gimana dengan mereka berdua?" Roger.
" Nanti aku melihatnya setelah keluar dari rumah sakit, kak bisa panggil kak Felly" kata Vella.
" Saya yang akan memanggilnya, nona" kata Sendi, keluar dari ruangan Vella memanggil dokter Felly.
Yuda terus memperhatikan Roger dan Sendi waktu masuk dan berbicara dengan Vella dia merasa pernah melihatnya tapi dia melupakannya, untuk memastikan perlihatannya dia mendekati Roger yang sedang berbicara dengan putrinya.
Dokter Felly masuk bersama Sendi beriringan dengan Rendi juga Sandra baru kembali dari kantin.
" Sebaiknya kalian keluar dulu biar saya memeriksa nona" kata Dokter Felly, mereka keluar dari ruangan Vella.
" Sayang mas tetap disini" kata Tirta. " Mas kak Felly hanya memeriksaku, kak Rendi tolong bawa mas Tirta keluar " kata Vella.
" Maaf tuan muda, anda harus keluar ini juga demi masa depan saya" kata Rendi, Tirta menatapnya dengan tajam. Vella dan dokter Felly tersenyum mereka berdua.
Yuda mendekati Roger dan Sendi yang sedang berbicara dengan anak buahnya bertugas menjaga ruang rawat Vella.
" Maaf apakah kita pernah bertemu sebelumnya karena wajah kalian tak asing untukku" kata Yuda, Roger dan Sendi tersenyum.
" Kita pernah bertemu tuan saat anda dan nyonya Tiara menikah" kata Sendi. Yuda terkekut mendengarnya dia teringat masa lalu istrinya sebelum menikah dengannya.
" Apakah putriku itu juga" kata Yuda, tidak berani untuk melanjutkan perkataannya.
" Ya tuan nona adalah ketua kami tepatnya pengganti dari nyonya Tiara" kata Roger. Perkataan Roger membuat Yuda menghela nafasnya.
" Tuan baik saja"kata Sendi. " Ya saya baik saja hanya terkejut putriku mengikuti jejak mommynya, dia memang sejak kecil sangat menyukai hal yang menantang" kata Yuda, tersenyum. Roger dan Sendi merasa lega karena Yuda tidak marah.
Kret
Pintu terbuka dokter Felly keluar mereka segera menghampirinya.
" Dokter gimana? " Tirta.
" Alhamdulillah keadaan nona semakin mrmbaik dan dua hari lagi bisa pulang" kata doktrr Felly. Mereka bahagia mendengar kabar yang diberitahu oleh dokter kalau keadaan Vella semakin membaik.
Dua hari kemudian Vella sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Felly, Sandra, Yuda dan Roger menjemputnya dirumah sakit Keanu sekolah diantar oleh Sendi, Tirta dan keluarga tidak bisa menjemputnya karena ada metting penting yang tidak bisa diwakili dan orangtuanya menghadiri seminar tapi dia janji malam harinya akan ke tempat Vella.
Di rumah sakit.
" Daddy selama ini tinggal dimana? " Vella, duduk dengan tenang di kursi roda Yuda tersenyum mengelus rambut putrinya.
" Selama ini daddy tinggal di apartement sayang karena daddy baru memulai usaha disini sekitar setahun, jadi belum sempat mencari tempat tinggal daddy fokus mengurus perusahaan " kata Yuda.
" Kak hubungi bibi untuk mempersiapkan satu kamar untuk daddy" kata Vella, melihat Roger masuk ke dalam.
" Sayang" kata Yuda. " Aku ingin kita tinggal bersama seperti dulu dad" kata Vella, dengan penuh hara.Yuda tersenyum dan mencium kening putrinya Sandra tersenyum melihat sahabat sekaligus saudaranya bahagia.
Kemudian Roger datang memberitahu kalau mobil sudah menunggu, Yuda mendorong kursi roda Vella dan Sandra membawa tas Vella. Mereka menuju lobi rumah sakit menaiki mobil dengan Roger mengendarai mobil menuju markas Rose black.
Mereka disambut oleh bibi dan lainnya dengan meriah dan kata selamat datang kembali nona. Bibi memeluk Vella dan memberi hormat pada Yuda.
" Bibi tolong antar daddy ke kamarnya, dad aku ingin bicara dengan Sandra" kata Vella tersenyum. Daddy Yuda menanggukan kepalanya Bibi mengantar daddy Yuda ke kamar.
" Sandra dimana mereka? " Vella." Mereka ada di ruang bawah tanah" kata Sandra.
" Aku ingin menemui mereka" kata Vella, Sandra menanggukan kepalanya dia mendorong kursi toda Vella menuju ruang bawah tanah dimana Maya dan Elsa di kurung.Para penjaga memberi hormat padanya.
Penjaga membuka pintu ruang tanah terlihat Maya dan Elsa duduk di kursi dengan diikat dan penampilan yang sudah rusuh. Maya dan Elsa merasa ada orang masuk.
" Vella" Mereka terkejut melihat Vella adadi hadapan mereka dengan keadaan sehat, Vella berdiri dari kursi rodanya dan tersenyum sinis.
" Sepertinya kalian masih hidup setelah beberapa hari dikurung disini, apakah kalian menyukai tempat ini. Disini sudah banyak penjahat seperti kalian kehilangan nyawa" kata Vella, dengan santainya.
Maya dan Elsa menggelengkan kepalanya karena ketakutan, Vella mendekati Maya dan mencengkam dagunya hingga kesakitan.
" Kamu adalah otak dari semua ini dan kamu membunuh mommyku dan hampir membunuh adikku, sekarang ini lihatlah kamu ada di wilayahku" kata Vella, melepas cengkramannya secara kasar.
" Kak mana? " Vella, Roger memberikan botol racun pada Vella, dengan senyuman Vella mendekati botol berisi racun ke wajah Maya.
" Kamu ingatkan ini racun yang kamu berikan pada mommyku, sekarang kamu akan mencobanua sendiri" kata Vella, senyum.
Maya dan Elsa menggelengkan kepalanya berusaha memberontak ketika Vella memberikan racun itu pada Maya, Sandra mengode anak buahnya untuk memegangnya.
" Tunggu dulu kalian bawa dia ke tempat Xander dia akan bekerja di sana " kata Vella. " Baik nona" sahut anak buah Vella. Mereka melepas ikatan Elsa, Elsa terus memberontak dan berusaha memanggil Maya tapi sia-sia karena mulutnya ditutup.
Maya hanya bisa menangis melihat putrinya dibawa secara kasar oleh anak buah Vella.
" Kamu ingin tahu putrimu dibawa kemana sebelum ini masuk ke mulutmu?" Vella. Maya menanggukan kepalanya.
" Baiklah putrimu akan dibawa ke tempat Xander yaitu Bar terkenal di london dan Ya bar tersebut adalah milikku" kata Vella, tersenyum melihat Maya memenjamkan matanya.
Vella dengan kasar membuka mulutnya Maya untuk memasukan racun itu ke mulutnya sedangkan Maya hanya pasrah menerimanya, Vella tersenyum melihat Maya meninggal di hadapannya dan meminta anak buahnya mengurusnya.
Vella memenjamkan matanya. " Mommy mereka telah membayar apa mereka berbuat pada kita" kata Vella.
" Sekarang ayo kita masuk Keanu pasti sudah pulang" kata Sandra tersenyum kembali membantu sahabatnya duduk di kursi roda takut Vella kelelahan karena berdiri terlalu lama.
Vella merasa bahagia karena pembalasannya telah sekesai sekarang dia hanya ingin bahagia bersama orang disayanginya.