
Sudah tiga hari pertemuan yang tidak sengaja di mall selama itu juga Vella mengurung dirinya dalam kamar membuat keluarganya khawatir.
" Bibi sudah tiga hari Vella di kamar ini gara keluarga itu untuk apa sih mereka datang kesini" kata Sandra, dengan emosinya memukul bantal.
" Ini mungkin terbaik untuk nona, Sandra" kata Dok Felly, yang baru saja datang. " Maksud kakak apa Sandra tidak mengerti" kata Sandra.
Dokter Felly duduk di samping Sandra dan menatapnya dengan senyuman.
" Mungkin dengan pertemuan ini nona Vella dapat menata hatinya lagi dia harus kuat apalagi Sendi mengatakan bahwa mereka membuka usaha disini, mungkin juga anaknya sekolah di tempat yang sama dengan kalian" kata Dokter Felly.
Sandra menghela nafasnya dan berdoa agar sahabatnya itu mampu menghadapi mereka.
Vella masih menatap foto Mommynya ingatan masa-masa itu terbayang dalam ingatannya, sudah tiga hari dia tidak keluar dari kamar karena tidak ingin ada yang tahu keadaannya.
" Vella, kamu tidak bisa seperti ini terus sudah tujuh tahun berlalu, sekarang kamu harus menghadapinya Vella " katanya dengan yakin.
Vella membersihkan badannya dan keluar terlihat yang lainnya tersenyum melihatnya.
tret terdengar suara HP berbunyi Vella mengangkatnya ternyata dari manager caffenya.
" Halo tante apa terjadi masalah di caffe?" Vella. " Bukan apa tante hanya minta kamu ke caffe untuk mendatangi beberapa laporan" kata Risa, manager caffe.
" Baik tante Vella ke sana sekarang" kata Vella, setelah itu mengakhiri panggilannya. " Nona terjadi sesuatu?" Bibi, duduk sebelah Keanu yang belajar.
" Tidak bi hanya tante Risa meminta Vella ke Caffe untuk tanda tangani laporan Keanu kakak pergi dulu ke caffe, Keanu disini saja sama bibi" kata Vella, mengelus rambut Keanu.
Keanu menanggukan kepalanya. " Sandra mau ikut ke caffe" ajak Vella. Dengan semangat Sandra ikut bersama Vella ke caffe.
Setelah menempuh perjalanan sejam mereka sampai ke Tiara Caffe, Mereka disambut oleh pelayan.
" Selamat datang nona silahkan Manager sudah menunggu anda di ruangannya" kata pelayan.
" Vella mengapa kamu berhenti dan diapa yang kamu lihat?" Sandra, karena Vella terus memandang di depan matanya.
Vella merasa bahagia karena melihat Mayang berada di caffenya sudah lama mereka tidak bertemu sejak Tirta pergi ke Amerika.
" Sandra lihat bukankah itu tante Mayang, mommy kak Tirta" tunjuk Vella. Sandra juga bahagia apakah penantian dari sahabatnya ini berakhir.
" Ayo kita kesana untuk menyapanya" kata Vella, semangat, tapi langkahnya terhenti. " Maaf nona harus segera temui manager sekarang" kata Pelayan, ada rasa takut dalam hatinya karena telah berani menghentikan nonanya.
Vella menghela nafasnya sambil memejamkan matanya benar dia harus menyelesaikan urusannya, setelah itu baru menemui tante Mayang.
" Mari kita pergi" ajak Vella, sedangkan Sandra telah memesan minumannya.
Tok, tok.
" Masuk" kata Risa. Tersenyum melihat Vella yang masuk. " Nona mari kita bahas ini di sana" kata Risa. Mengajak Vella duduk di sofa.
" Nona ini laporan keuangan caffe ini selama sebulan" kata Risa, memberikannya pada Vella. Vella membacanya dengan teliti walau dia masih 17 tahun tapi kepintarannya tidak di ragukan lagi.
" Tante sepertinya keuntungan caffe meningkat" kata Vella, setelah menanda tanganinya.
" Benar nona bulan ini untung kita sangat besar, apa nona berniat membuka cabang baru" kata Rosi. " Sebaiknya jangan dulu kak soalnya Vella sibuk di sekolah" kata Vella, tersenyum.
" Baiklah saya mengerti untuk untung caffe kali ini akan saya simpan di bank" kata Rosi. " Baiklah tante Vella pulang dulu Keanu pasti mencari" kata Vella.
Rosi dan Vella saling memberi salam kemudian Vella keluar dan mengajak Sandra untuk pulang karena hari sudah sore. Ketika akan memasuki mobil mereka melihat Mayang di kepung oleh beberapa orang.
" Berhenti"