Lady Vella

Lady Vella
Episode 100



Ketua preman dan anak buahnya sedang berkumpul untuk memulai rencananya mengirimkan para gadis muda itu ke luar negeri di jadikan budak para bos di sana, mereka juga mengirimkan narkoba ke luar negeri yang telah di pesan bersama para gadis muda.


Setelah memastikan semuanya ada ada tertinggal mereka menuju pelabuhan di mana mereka telah di tunggu oleh pihak sana.


Sebuah pelabuhan yang jauh dari kota london terlihat kapal antar barang antara kota dan negara lain, ketua preman dan anak buah sudah tiba di pelabuhan.


" Kalian turunkan mereka" kata ketua preman. " Baik bos" sahut anak buahnya.Anak buahnya membuka pintu dan menurunkan semua tahannya menemui sang bos.


" Ayo kita temui tuan X, kita tak bisa membiarkannya menunggu kita terlalu lama" kata ketua preman, anak buah preman membawa tahanan dan narkoba menemui tuan X ke tempat mereka janjikan.


Tanpa disadari rencana mereka telah di ketajui oleh Vella dan lainnya, anak buah yang mengawasi para preman berhasil mendapatkan rencana mereka malam ini.


Vella dan lainnya sudah berada di pelabuhan sejak satu jam sebelum mereka datang, Vella juga melihat banyaknya tahanan yang mereka bawa ke luar negeri.


" Sandra, kamu sudah siap menghadapinya" kata Vella, Sandra menatap ketua preman dengan kebencian.


" Aku sudah siap Vella untuk menghadapinya beraninya dia memperlakukan mereka seperti begitu" kata Sandra, dengan emosi.


" Kak kalian harus membebaskan para sandera" kata Vella pada Roger dan Sendi. " Baik nona" sahit mereka.


" Apakah orang itu ada di sini?" Vella mengenai Emil Roskargo. " Saya baru saja mendapat kabar nona dia tidak ada di sini hanya orang kepercayaannya, tapi saya curiga dia ada sekitar sini untuk mengawasi dari jauh" kata Sendi, Vella menanggukan kepalanya.


Mereka memulai rencana untuk membebaskan para tahanan Sendi dan Roger sudah mengambil posisinya, mengawasi pergerakan dari preman dan tahanan.


" Gadis nakal ingat jangan tunjukan ketakutanmu karena kita semuanya ada bersamamu" kata Rendi, memberikan kekuatan pada Sandra, Sandra tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Kamu jangan mengkhawatirkan Sandra dia pasti bisa menghadapi orang itu, karena dia ada kamu dan Rendi di dekatnya" kata Tirta, menenangkan Vella.


" Kak tenang saja aku takkan membiarkan rasa amarahku menghancurkan semuanya, karena dia belum waktunya kita saling berhadapan untung saja dia bersembunyi entah dimana kalau dia ada disini aku tak menjaminnya" kata Vella dengan senyuman liciknya, Tirta menggelengkan kepalanya.


Di tempat lainnya.


Roger dan Sendi terus mengawasi para preman mereka terus mengamati tiap langkah.


Ketua preman dan lainnya sudah berada di tempat pertemuan mereka.


" Dimana Mr X saya tidak melihatnya?" ketua preman. " Maaf tuan, sepertinya anda tidak perlu mengetahuinya , karena kita dapat bertransaksi tanpa keberadaan mr X" kata kepercayaan mr X.


" Kau benar tuan, hahaha. Baiklah kita mulai saja transaksinya, kamu dapat melihat sendiri barang aku bawa" kata ketua preman.


Kepercayaan mr X memberi kode pada anak buahnya untuk menunjukan uang dalam koper, ketua preman tersenyum melihat uang sebanyak itu tepat di depannya.


" Roger kapan kita memulainya sepertinya mereka sudah bertransaksi?" Sendi.


" Tunggu sebentar lagi " kata Sendi, Roger menanggukan kepalanya, mereka tidak bisa ceroboh menyelamatkan para sandera.


" Kalian bersiaplah" kata Roger, berbicara melalui earphone pada Sniper.


Sniper Rose black berada di tempat yang tidak diketahui Roger meminta mereka bersiap untuk melakukan penyerangan.


" Dor"