Lady Vella

Lady Vella
Episode 49



Vella melihat orangtua Tirta ysng sudah merasa lelah, dia melihat sekitar apartemen di lantai tiga. Vella tersenyum melihat Troli yang tertinggal oleh petugas kebersihan hotel.


Vella menarik troli membuat lainnya bertanya." Vell" kata Sandra terkejut yang ingin dilakukan Vella.


" Tante maaf ini pasti sulit untuk tante, apa tante bersedia bersembunyi disiini" kata Vella, menunjuk troly yang dibawanya.


" Jika tante tak bersedia tak apa kita bisa melanjutkan perjalanan kita" kata Vella. Mommy Mayang tersenyum melihat keluarganya.


Mereka terkejut yang dilakukan Mommy Mayang bersedia duduk disana. " Mommy" kata Tirta dan Daddy Hartawan, terkejut.


Rendi dan Sandra hanya melihat tak dapat berbuat apa lagi, mereka hanya tidak banyak berkomentar.


" Tante yakin dengan ini" kata Vella, merasa tak enak dia tahu bahwa mommy Mayang merasa tak nyaman.


" Sayang ayo jalan kita tak ada pilihan lainkan" kata Mommy Mayang. " Vella, mereka sudah sampai di lantai bawah kita" kata Sandra.


Dengan terpaksa Tirta mendorong troli sedangkan daddy Hartawan disamping putranya, mommy Mayang menutup wajahnya dengan tangannya.


Mereka tinggal menaiki satu lantai saja tapi musuh sudah menempung mereka, Sendi mengalami kesulitan untuk sampai pada Vella karena setiap lantai musuh sudah menantinya.


" Mau kemana kalian lagi, kalian tak dapat melarikan diri. Cepat serahkan mereka pada kami dan kalian bisa pergi dari sini" kata musuh menujuk Vella.


" Kalian kira kami akan percaya pada omong kosong kalian, Sandra bantu tante berdiri dan pergilah dulu biar mereka menjadi urusanku" kata Vella.


Sandra hanya mengikuti perintah Vella karena keadaannya sangat genting.


" Sayang" kata Tirta, tak terima meninggalkan Vella sendirian. Vella mendorong Tirta agar menaiki Life tepat di sampingnya.


" Sayang segeralah temuiku kalau tidak aku takkan mengampunimu" kata Tirta, Vella tersenyum menatapnya beriringi dengan pintu life tertutup.


" Sekarang kalian urusanku" kata Vella dengan santainya. Dalam Life Tirta meluapkan emosinya.


" Sial seharusnya aku menariknya ke dalam life" kata Tirta, mengacak rambutnya. Orangtuanya dan Rendi hanya menatapnya dengan sedih.


" Kak, Vella meminta agar kakak percaya padanya, maka percayalah dia akan kembali pada kita. Maafkan aku" kata Sandra.


" Kamu benar ketakutanku kehilangannya lebih besar dari rasa percayaku padanya" kata Tirta, tertunduk di lantai.


" Itu tandanya kakak sangat mencintainya" kata Sandra. Tirta tersenyum sambil memandang langit Life, mereka merasa lega melihat Tirta kembali tenang.


Di tempat Sendi.


" Uh akhirnya habis juga, kalian bertiga bawa yang masih hidup ke markas dan sisanya ikut denganku ke tempat nona" kata Sendi.


" Baik bos" seru mereka. Sendi segera ke lantai sepuluh dimana Vella menghadapi musuh.


" Anak kecil hebat juga kau tapi aku tak semudah itu kau kalahkan , ayo habisi dia serang" kata ketua musuh.


" Uh maaf kak sepertinya ini akan berlangsung lebih lama dari kuduga" kata Vella.


Srek


Mereka berhasil melukai lengan Vella. " Shitt" Vella menahan sakit di lengannya.


" Nona" teriak Sendi. " Akhirnya datang juga" kata Vella, merasa lega kedarangan Sendi dan dia mengandar ke dinding sambil memegang lengannya yang terluka.


Roger sudah menunggu mereka sudah setengah jam tapi belum kelihatan juga.


" Kenapa mereka lama sekali ini sudah setengah jam berlalu, kalian" ucapannya berhenti ketika ada yang memanggilnya.


" Kak Roger" teriak Sandra, melihat Roger du depannya. " Sandra, kenapa lama dan dimana nona? " Roger, tak melihat Vella sekitarnya.


" Kak " seru Vella. Roger paham dengan ini pasti nonanya bersenang.