
Sandra dan Rendi terus beradu mulut mereka tanpa ada mengalah satu sama lain, Tirta menatap dengan selidik karena Rendi yang biasanya acuh pada wanita sekarang ribut dengan gadis ini sedangkan tuan Hartawan hanya menahan tawanya.
Ruangan Vella.
" Sandra kenapa lama sekali dari caffe sebelah" guman Vella ketika Sandra ingin membeli minuman dan makanan untuk mereka.
" Sebaiknya aku lihat jangan terjadi sesuatu" kata Vella, khawatir dengan Sandra yang terlalu lama hanya membeli minuman di cafe sebelah butiknya.
Vella keluar dari ruangannya setelah menyerahkan laporan pada asistennya. Ketika diluar Vella terkejut melihat Sandra beradu mulut dengan seseorang.
" Kak dengan siapa Sandra bertengkar? " Vella, pada pelayan disampingnya.
" Nona, kami tidak tahu dengan siapa nona Sandra bertengkar, kami baru pertama kali melihat orang itu" kata pelayan.
Vellla memencingkan matanya siapakah mereka di depannya. " Bukankah itu om Hartawan" kata Vella, melihat Hartawan di depannya.
" Om " Panggil Vella. Mereka didepannya membalikan tubuhnya bahkan Sandra menghentikan keributannya antara dirinya dan Rendi.
" Sayang kamu disini" kata tuan Hartawan mengelus rambut Vella. Tirta dan Rendi merasa heran melihat daddynya sangat menyayangi gadis dihadapannya.
" Ela lihat dia menghalangi jalanku hingga aku terjatuh" adu Sandra pada Vella sambil menunjuk Rendi.
Vella hanya mengacuhkan Sandra yang terus berceloteh karena matanya menarap Tirta ada perasaan aneh dalam hatinya.
Begitu pun dengan Tirta menatap Vella tanpa berkedip. " Siapa gadis ini sebenar hingga mataku takmau mengalihkan pandanganku padanya" guman Tirta, walau berbisik tapi tuan Hartaean tetap mendengarnya karena dia berdiri dekat putranya.
" Akhirnya putraku menemukannya" kata tuan Hartawan dalam hatinya. Sandra dan Rendi menjadi bingung dengan keadaan ini.
Tuan Hartawan hanya tersenyum geli karena melihat kedua orang yang sudah lama berpisah akhirnya bertemu kembali. Dia hanya melihat dengan apa yang terjadi selanjutnya.
Drt... drt... drt
Sandra mengangkat telepon yang dari tadi berbunyi, Sandra meninggalkan mereka keluar karena mendapat kabar dari rumah.
" Sandra dimana nona Vella dari tadi bibi menghubunginya tapi tak aktif" kata bibi.
" Kami di restoran bi, emangnya terjadi sesuatu bi"
" Tuan muda Keanu terus mencari nona Vella bahkan sekarang hanya melamun".
Sandra tersenyum karena dia tahu pasti Keanu ngambek karena Vella belum memberi kabar padanya.
" Baik bi kami akan pulang". Mereka menutup telepon. Sandra kembali ke tempat Vella disana dia melihat Vella dan pria itu masih posisi yang sama.
" Vella ayo kita pulang Keanu mencarimu" kata Sandra memukul punggung Vella dengan pelan. Vella sadar dari tatapannya dia nenunduk dan menanggukan kepalanya.
" Om kami pulang dulu" kata Sandra. Tuan Hartawan menanggukan kepalanya. " Ayo Vella" Sandra menarik Vella karena dia hanya diam.
Tirta terus memandang Vella yang ditarik oleh Sandra pandangannya tak lepas.
" Nak ayo kita makan" kata tuan Hartawan, tapi Tirta tetap diam. " Daddy mendengarkannya kan kalau temannya memanggilnya Vella. Dadddy apa dia" Terputus karena tuan Hartawan tersenyum. Melihat daddynya tersenyum dia yakin pasti dia gadis kecilnya.
Tanpa membuang waktu Tirta mengejar Vella sebelum jauh, melihat tuannya berlari Rendi segera mengusul tapi daddynya menghentikannya.
" Jangan mengejarnya biar dia menyelesaikan urusannya, kamu pasti menengal nama itu kan: kata tuan Hartawan.
" Ya tuan kami di Amerika tuan muda terus menyebut nama Vella dalam mimpinya, jadi gadis itu" perkataan Rendi terputus karena tuan Hartawan tersenyum.
" Ayo kita makan jam istirahat sudah lewat" kata tuan Hartawan. Rendi mengikuti tuan besarnya untuk makan siang apalagi perutnya suda lapar.
Rendi terus mengejar Vella ke parkir ketika Vella akan masuk dalam mobil Tirta menarik Vella dalam pelukannya.
" Akhirnya"