Lady Vella

Lady Vella
Episode 58



Vella merasa gugup melihat Tirta terus mendekatinya membuat suasana menjadi tegang.


" Sayang mulai hari ini kakak akan ikut denganmu mengurus semuanya ini" kata Tirta, menatap tajam pada Vella, membuat Vella gugup dan berfikir apakah kak Tirta mendengar semuanya.


" Dan kamu jangan pernah jauh dari" Rendi menyentil kening Sandra. " Ha" Sandra terkejut dan mengusap keningnya.


" Jika kalian mulai melakukan sesuatu ataupun yang berbahaya harus memberitahu kami" Tirta, meletakan tangannya di dada dan Rendi meletakan tangannya di sakunya.


Vella dan Sandra mengejapkan matanya sedangkan lainnya di dalam ruangan tersebut hanya menyaksikannya.


" Ingat jika kalian memulai aksi untuk membalas mereka harus memberi kabar pada kami, baiklah kakak harus mengurus perusahaan dulu" kata Tirta, mengelus rambut Vella dan mengajak Rendi ke Alfahri Group.


Vella hanya menatap kepergian mereka dari ruangan itu hingga terdengar suara Sendi memanggilnya.


" Nona" panggil Sendi, karena dia harus tahu apskah mereka akan mengajak Tirta untuk aksi ini.


" Kakak awasi mereka Vella mau ke kamar dulu nanti kita lanjutkan pembahasan ini" kata Vella, keluar dari ruangan dan menuju ke kamarnya.


Sen dan lainnya menanggukan kepalanya Sandra juga keluar untuk berlatih, Sendi segera menghubungi anak buahnya untuk mengawasi Tirta.


" Sekarang apa yang harus kita lakukan? " Roger yang tadi hanya diam, Sendi menggelengkan kepalanya.


" Ayo kita temui tahanan itu aku masih ada satu pertanyaan padanya" ajak Sendi dan menarik Roger.


Ruang integrisasi.


Terlihat sosok pria yang diikat di kursi dengan wajah yang babak dipenuhi oleh luka, sejak kejadian kemaren penjagaan terhadapnya semakin tekad.


"Umm umm" dia terus berusaha untuk membuka ikatannya karena ketakutan mendengar suara kaki mendekat.


" Lihat dia berusaha untuk melepaskan diri, aku tak percaya bahwa tahanan ini berani juga melawan nona bahkan hampir melukai tuan muda" bisik penjaga.


Semua penjaga memberi hormat pada Sendi dan Roger yang datang.


" Um ternyata dia berani juga baiklah kami akan menemuinya" kata Sendi. Penjaga mempersilahkan mereka untuk masuk.


Setiba disana Roger dan Sendi hanya memperhatikannya dengan senyuman.


" Baiklah sudah cukup semua ini, kalian buka tutup matanya" kata Sendi pada oenjaga disampingnya. Mereka membuka tutup mata tuan Ven Flenderhert.


Mereka melihat tatapan yang penuh kebencian dari matanya.


" Ha, ha, ha aku tahu kalian takkan berani menghabisiku" kata tuan Ven Fkenderhert berusaha menghilangkan rasa takutnya.


" Kalian dengar perkataannya kami takut oadanya terdengar lucu" Roger menatap tajam pada tuan Ven Flenderhert sambil mencengkram dagunya.


" Dengar kami kesini ingin tahu ada hubungan apa nyonya yang kamu sebutkan dengan ketua kelelawar hitam, Kenapa kamu mau bekerja sama dengan mereka bukannya nyonya Isda menolakmu" kata Sendi berusaha untuk mengeluarkan amarahnya.


" Ini semua karena Hartawan hingga dia ada hubungan dengan orang itu" teriak tuan Ven Flenderhert.


Roger terus menatap tuan Ven Flenderhert kemudian mendekatinya.


" Setelah kau tahu bahwa dia ada hubungan dengan orang lain, terus kenapa kau mau bekerja sama dengan mereka" kata Roger.


Tuan Ven Flenderhert tersenyum sambil menatap mereka.


" Karena aku mencintainya dan membalas dendam kami, hahaha " tuan Ven Flenderhert tertawa melihat roger dan Sendi.


" Tutup matanya lagi aku sudah mendapatkannya" kata Roger, pada penjaga. Kemudian mata tuan Ven Flenderhert kembali ditutup.


Sendi mengikuti langkah Roger dengan penuh dengan pertanyaan.


" Roger tunggu, apa yang kamu maksud dengan sudah mendapatkannya? " Sendi, melihat Roger hanya tersenyum.


" Ayo kita temui nona"