Lady Vella

Lady Vella
Episode 47



" Dia sudah berada di London, om" seru Vella. Membuat suasana menjadi tegang.


" Sayang". Sebelum Tirta melanjutkan bicaranya Vella menghentikannya.


" Ups" Vella, meminta mereka diam dia berdiri menuju lemari di depannya. Mereka bertanya yang di lakukan oleh Vella.


" Kak sejak kapan menyukai boneka? " Vella pada Tirta. Tirta menggelengkan kepalanya emang dia memang tidak menyukai hal seperti itu.


Vella tersenyum sambil memandang boneka. " Sepertinya mereka mendengar pembicaraan kita, bahkan mereka sudah menyadari bahwa kita mengetahui kebenarannya" kata Vella, mencabut mata boneka.


" Astagfirrah" pekik Mommy Mayang, melihat alat perekam disana. " Jadi mereka sudah mengetahui tentang apartemen ini" tekan Tirta, menuju Vella dan melempar boneka dari tangan Vella.


" Sandra" kata Vella. Sandra mengetahui tanda dari Vella. " Kak ayo temaniku kita harus mencari alat perekam seperti itu seluruh sudut apartemen" kata Sandra, Rendi mengikuti Sandra mereka mencari alat itu.


Taklama Sandra dan Rendi kembali sambil membawa lima alat perekam dan diletakannya di atas meja.


" Sandra, kamu yakin ini sudah semuanya, apa masih ada tempat yang belum kalian periksa" kata Vella.


" Maaf" Sandra menggarut hidungnya. Vella hanya menggelengkan kepalanya.


Sandra mendekati tempat duduk orangtua Tirta membuat mereka takut. " Nak" ucap Mommy Mayang ketakutan sambil memeluk suaminya.


" Maaf om, tante" kata Sandra, melangkah ke belakang kursi mereka. " Vella ini dia" kata Sandra, menunjukan alat itu.


" Sebelum alat itu dihancurkan, kamu bisakan menghapus rekamannya" kata Vella.


" Ok" kata Sandra, dengan semangatnya. Sandra duduk di lantai mengeluarkan laptop dalam tas dan mulai dengan tugasnya.


" Kak Rendi ayo duduk jangan menanggunya" kata Vella. " Baik nona" kata Rendi. Mengikuti Vella dan Tirta duduk di sofa.


Sudah satu jam mereka menunggu tapi Sandra belum juga menyelesaikan tugasnya.


" Maaf nona jika saya salah sebenarnya nona dan Sandra siapa, bahkan dengan mudahnya mengetahui akal permasalahan ini dan soal ini nona juga mengetahuinya, maaf nona" kata Rendi ketakutan melihat Tirta menatapnya tajam.


" Kak hal seperti ini hanya kecil bagi Vella, Done" teriak Sandra dengan bahagianya.


Vella menatap arah jendela seperti ada yang mencurigakan di luar, dia mendekati jendela melirik di bawah sambil tersenyum smirk.


" Sepertinya mereka menyadari bahwa kita sudah menemukan alat perekam ini, hingga mereka menepung kita. Benarkan Vel" kata Sandra.


Vella menanggukan kepalanya dan mendekati mereka. " Om tante Vella akan melindungi kalian, percayalah pada Vella" meyakinkan orangtua Tirta, mereka menanggukan kepalanya.


" Sayang, apa yang akan kamu lakukan" kata Tirta dengan khawatir. " Kak kita harus meninggalkan apartemen ini sekarang, mereka sudah mengetahui bahwa tuan Ven Flenderhert sudah di tangkap" kata Vella, menatap Tirta dengan senyuman.


Tirta nemeluknya dengan erat. " Kakak percaya padamu, sayang" seru Tirta. Vella menanggukan kepalanya.


" Sandra, hubungi kak Sendi dalam sepuluh menit helikopter harus ada diatas atap apartement, satu lagi minta kak Roger ke sini segera. Katakan mereka harus cepat" kata Vella, dengan tegas.


Sandra segera menghubungi Roger dan Sendi menyampaikan perintah Vella.


Mansion Vella.


Roger dan Sendi mengawasi anak buah berlatih seperti biasa, mereka selalu melatih kekuatan mereka agar memperkuat gank Black Rose.


Tiba saja anak buah yang dintugaskan mengawasi ruang komunikasi berlarian dan memanggil mereka.


" Tuan, nona Sandra memberi kabar darurat" katanya. Roger meminta latihan berhenti.


" Katakan" kata Sendi. Anak buahnya menceritakan kabar yang di beritahukan oleh Sandra.


" Roger ayo" kata Sendi. Mereka langsung bersiap sesuai diperintahkan oleh Vella.