
Tiara Hospital.
Vella yang sejak tadi terus gelisah memikirkan adiknya apakah racun itu bereaksi lagi, dia mengepalkan tangannya karena marah. Tak lama mereka sampai di Rumah sakit.
Sendi bertanya pada suster dimana tuan muda Keanu berada. " Maaf suster kami keluarga dari pasien bernama Keanu Afferina, apakah dia dirawat disini?" Sendi. " Sebentar tuan saya akan mencarinya, tuan pasien itu berada di UGD" kata Suster.
Setelah mengucapkan terima kasih mereka menuju UGD. Sedangkan Tirta yang mengikuti meteka juga sudah berada di belakangnya.
Vella melihat bibi yang duduk di depan ruang UGD segera berlarian. " Bibi apa yang terjadi padanya" kata Vella , dengan suara serak. Bibi pun memeluknya dan menangis.
" Maafkan bibi non, tuan muda muda Keanu meminum susu yang sudah basi dan terus muntah , diare dan perutnya nyeri" kata bibi.
" Mengapa susunya bisa bi bukankah kita membelinya masih baru" kata Vella. " Nona ketika tuan muda Keanu akan minum susu dia terus menolak untuk meminumnya dan hanya berlarian, dan ketika dia lelah bermain dia sempat tertidur beberapa waktu. Ketika bibi akan membangunkannya ternyata susu diatas meja sudah habis taklama setelah itu tuan muda terus muntah maafin bibi non seharusnya susunya bibi buang" kata Bibi.
Vella memejamkan matanya dia tahu ini bukan kesalahan yang disengaja, sepertinya dia harus protektif terhadap kesehatan Keanu.
Dari kejauhan Tirta mendengar semuanya akhirnya dia mendekat pada Vella.
" Gadis kecil semuanya akan baik- baik saja" kata Tirta, berada dihadapannya. Vella yang mengangkat kepalanya tanpa sadar dia memeluk Tirta dengan tubuh yang gemetaran. Tirta membawa Vella duduk agar lebih nyaman dia memeluknya dan mengelus rambutnya.
" Kak, aku lalai dalam menjaganya seharusnya aku lebih protektif padanya agar hal seperti waktu itu tidak terulang" kata Vella.
Bibi bertanya dalam hatinya siapakah pemuda ini sangat perhatian pada nona mudanya, bahkan nonanya tidak menolak untuk memeluk pemuda di depannya.
Tak lama orangtua dan Rendi juga sudah sampai di ruang UGD, Rendi sempat menghubungi Tirta dimana keberadaannya.
Taklama pintu UGD terbuka keluarlah Dokter Felly dan dokter anak, Bibi langsung menghammpirinya.
" Felly gimana keadaannya" kata bibi. Dokter Felly tersenyum dan menepuk tangannya.
" Nona" kata, Dokter Felly, mengelus kepala Vella yang bersenggukan. Tirta dan keluarganya heran dok Felly memanggil Vella dengan sebutkan Nona karena mereka cukup menengal Felly.
" Nona semuanya baik saja keadaannya sudah sadar dia mencari nona, ayo kita ke ruang rawat VVIP" ucap Dokter Felly.
Mereka menuju ke ruang VVIP dimana Keanu di pindahkan. " Bukankah itu dokter Felly yang kita kenal" kata Nyonya Mayang berbisik pada suaminya.
" Nanti kita mencari tahunya, ayo kita ke tempat Tirta" kata Tuan Hartawan.
Vella yang masih dalam pelukan Tirta menangis melihat Keanu yang masih tertidur dengan pulasnya.
" Gadis kecil ini adikmu dan dimana orangtuamu?" Tirta, seketika Vella melepaskan pelukannya dari Tirta.
" Dia memang adikku dan orangtua kami sudah meninggal" kata Vella, dengan dingin. Vella menuju ke tempat Keanu dan duduk disamping adiknya.
Tirta merasakan perubahan dari Vella dan di rasakan juga oleh orangtuanya.
" Lebih baik anda pergi dari sini bukankah harus mengejar pesawat" kata Vella. Semua orang disini terkejut mendengarnya.
" Kak Felly gimana keadaannya?" Vella.
" Nona kita harus menunggunya untuk bangun, jika tuan muda kembali merasakan muntah, diare dan merasakan nyeri dalam perutnya. Maka yang perlu kita lakukan adalah yang terpenting pastikan kecukupan cairan jangan sampai dehidrasi dan nona bisa memberinya minum dan makanan sedikit- sedikit tapi sering" penjelasan Dokter Felly.
" Tuan, Nyonya ayo kita keluar biarkan nona Vella menemani tuan muda Keanu" kata Bibi.
Akhirnya mereka meninggalkan Vella dalam ruangan berdua dengan Keanu.