Lady Vella

Lady Vella
Tirta Alfahri



Tirta Alfahri Seorang putra dari seorang pengusaha no satu di london bernama Hartawan Alfahri dan istri bernama Mayang Alfahri .


Perusahaan Alfahri group itulah namanya sekarang ini Tirta masih kuliah yang berusia 23 tahun. Dan taklama lagi akan wisuda.


Tirta memiliki seorang sahabat bernama Rendi Aditya, saat ini mereka sedang mengurus kelulusa yang tidak akan lama lagi.


" Rendi ayo kita ke Mall membeli beberapa buku untuk melengkapi revisi laporan" kata Tirta. " Baiklah kebetulan aku juga ingin membeli sesuatu" kata Rendi.


Sepulang dari kampus mereka langsyng menuju Mall untuk membeli keperluan.


Di sekolah Vella.


Vella dan Sandra mengikuti pelajaran terakhir hari ini guru menjelaskan pola hubungan tumbuhan dengan makhluk hidup lainnya.


Vella fokus dengan penjelasan gurunya di depan. " Vella nanti temani aku ke mall buku ku habis" bisik sandra, menunjukan buku catatannya sudah habis. dia menanggukan kepalanya.


Taklama pelajaran hari ini selesai Vella dan sandra menuju parkiran disana sudah ada Roger menunggu.


" Nona kita mau kemana sekarang?" Roger melihat ke kursi belakang, ketika mereka masuk dalam mobil.


" Kami mau beli buku kak, kita singgah di mall x" kata Vella. Roger menanggukan kepalanya dan menjalankan mobil ke Mall X.


" Vella ayo ke toko buku" kata Sandra. Roger menghubungi temannya agar mengamankan sekitar Mall.


Mereka mencari buku yang dibutuhkan Vella juga membeli buku untuk adiknya Keanu. Tirta dan Rendi juga keluar ketika mereka akan keluar dari toko buku ada sekelompok orang menghalanginya.


" Ada apa ini sehingga kalian menghalangi jalan kami" kata Rendi dengan dinginnya." Kami tidak ada urusan denganmu tapi dengan orang disampingmu " kata orang tersebut.


" sekarang cepat katakan ada urusan apa denganku" kata Tirta, dengan menyelidiki. " Anda harus ikut dengan kami bertemu bos kami" kata orang itu.


Tirta dan Rendi terus menatap tajam orang yang mau menangkapnya dia tahu betul mereka bukan bawahannya.


Vella yang keluar duluan menatap menyeringik dengan sekelompok orang mengelilingi dua orang.


" Om jika kakak ini tidak mau pergi dengan kalian jangan memaksanya" kata Vella, dari belakang Tirta.


Vella mengepal tangannya karena tidak boleh membicarakan tentang mommynya. tak lama terjadi perkelahian karena Tirta menolak ikut mereka


Mereka saling serang menyerang Brug, Brug. Tirta mendapat serangan bagian dadanya hingga dia merasakan sakit.


Tirta menekan dadanya rasa nyeri Rendu terus melakukan perlawanan ketiia ada yang mendekat pada Tirta.Ada seorang pria yang mendekati Tirta dengan senjata yang dipegangnya ketika senjata itu akan melukai Tirta, Brug, Brug terdengar suara orang terjatuh.


Tirta yang sebelumnya memejamkan matanya terkejut ada gadis kecil di depannya dan orang itu kesakitan.


" Hei apa yang kalian lihat cepat serang gadis ini" teriak orang yang terjatuh tadi. " Adik pergilah dari sini nanti kamu bisa terluka" kata Tirta.


Vella membalikan badannya dia tersenyum dan membantu Tirta berdiri. " Tidak kak sekarang menjadi urusanku juga karena mereka telah menyinggung mommyku" kata Vella, dengan tajam. membuat mereka terkejut melihat kemarahannya.


Tirta heran dengan wajah Vella yang terlihat sangat marah. " Kak ayo kita lawan mereka" kata Vella, memegang tangan Tirta dengan tangan kecilnya.


Entah apa yang terjadi pada Tirta dia hanya nenurutinya. Mereka saling menyerang, Sandra dan Roger yang baru saja menyelesaikan pembayarannya terkejut melihat Vella bertarung.


" Vella " teriak Sandra, tapi bukan menolong Vella tapi menolong Rendi yang terjatuh. " Kakak tidak apa kan?" Sandra. " Adik mengapa di sini ayo menjauh" kata Rendi mencoba untuk berdiri.


" Ih kakak ini Sandra hanya mencoba untuk menolong" kata Sandra. Rendi tersenyum dan kembali terjadi serangan dibantu oleh Sandra.


Roger segera menghubungi temannya untuk melindyngi nona dan temannya, Tirta dan Roger terkejut dengan datangnya orang yang begitu banyaknya dan menghajar orang yang menghajar dirinya.


" Nona, tidak kenapa. maaf tadi saya lama" kata Roger, menunduk ada rasa sesal jarena tidak dapat lebih cepat menolong Vella.


" ini bukan salah kak roger mereka saja yang menghalangi jalan" kata Vella.


" Adik saya mengucapkan rasa terima kasih atas bantuannya" kata Tirta tersenyum. Rendi terkejut melihat sahabatnya yang selalu dingin sekaeang tersenyum di hadapan gadis kecil ini.


Vella hanya menanggukan kepalanya dan pergi dari sana karena dia merindukan adiknya. Tirta melihat kepergian Vella hanya bisa menatapnya saja.


" Tirta ini sepertinya punya adik kecil yang menolongmu" kata Rendi menunjukan sebuah kalung terjatuh di dekat Tirta. Tirta mengambilnya dan memasukan kedalam sakunya kemudian mereka meninggalkan Mall.


.