Lady Vella

Lady Vella
Episode 69



Markas Kelelawar Hitam.


Pertarungan antara kedua gank tak sapat di elakan lagi Vella, Tirta dan Sandra tak mau kalah begitu saja menghadapi musuh di hadapannya.


" Uh ternyata kamu hebat juga tapi aku tak semudah itu kalahkan, tuan" kata Sandra. Xander terus menyerang Sandra dia juga merasa semangat karena Sandra tak dapat di remehkan.


Brug


Sandra menyerang titik lemah Xander hingga dia menahan rasa sakit.


" Aww ternyata wanita ini hebat juga" Xander menahan rasa sakit. " Bagaimana tuan sekarang kau menyerah" Sandra mendekatinya dan Brug. Sandra menendang perut Xander hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.


Sandra mendekatinya dan menarik kerah bajunya. " Kau bukan apa2 di hadapanku" .Plak Sandra menamparnya hingga tak sadarkan diri. Sandra meminta anak buahnya untuk membawa Xander ke markas Rose Black.


Rendi yang sejak awal mengawasi Sandra mengelirik ngeri cara Sandra melawan Xander.


" Kau tidak ada terluka kan? " Rendi pada Sandra yang mendekatinya. " Kakak jangan khawatir itu bukan apa-apa bagiku" kata Sandra tersenyum.


Rendi menghela nafasnya mengelus punggung Sandra. " Gadis pintar" Rendi kembali fokus pada Vella dan Tirta sedangkan Sandra tersenyum.


Tirta melawan anak buah Doddy Alfahri yang mencoba mendekatinya dan di bantu oleh anak buah Vella.


" Hei gadis kecil jangan harap kau dapat terus melindunginya karena aku takkan membiarkannya" Doddy tersenyum melihat kesempatan untuk menghabisi Tirta.


Vella yang sudah mulai lelah karena tubuhnya masih lemah hanya memperhatikan gerak dari Doddy yang mencoba menyerang Tirta dengan senjata apinya.


Dor.


Semua orang terkejut mendengar suara tembakan mereka melihat Vella, Rendi dan Doddy tetap berdiri tegak pada tempatnya.


" Vella" teriak mereka, mendekati Vella. " Sayang" Tirta memeluk Vella dan mencium keningnya.


" Vella, kamu baik - baik saja kan. Vella darah apa kamu tertembak? " Sandra membesarkan matanya. mendengar perkataan Sandra membuat Tirta terkejut.


" Sayang dimana lukamu" kata Tirta dengan khawatir, Vella tersenyum.


"Kak Vella baik saja hanya luka kemaren terbuka" Vella, memegang tangan Tirta. " Vella jangan bohong tadi kami dengar suara tembakan " kata Sandra menatap tajam.


" Benar tadi ada suara tembakan tapi bukan aku yang kena tapi" Vella menunjuk Doddy memegang perutnya dengan darah yang mengalir.


" Sebenarnya dia akan menembak kakak beruntung ada pistol yang jatuh di lantai jadi aku ambil pistol itu dan dor dia yang terkena tembakanku" kata Vella, menunjuk pistol di tangannya.


" Hahaha kau ini membuat orang khawatir saja" Sandra tertawa, Tirta tersenyum dan memeluk Vella.


" Oh ya kak Roger bawa dia ke markas dan obati lukanya" kata Vella. " Baik nona" sahut Roger meminta anak buahnya membawa Doddy.


" Sayang biarkan dia mati, dia telah membuatmu terluka dan berusaha menghancurkan keluargaku" kata Tirta, menahan amarahnya Sandra dan Rendi menanggukan kepalanya.


" Kakak tidak boleh begitu Om Hartawan harus mengetahui hal ini, apalagi dia adalah saudara om Hartawan" kata Vella. Mereka menanggukan kepalanya.


Sebelum meninggalkan markas Kelelawar hitam Vella meminta anak buahnya untuk mengurusnya, agar warga sekitar tidak curiga. Kemudian mereka menuju ke kediaman Vella.


Supir terus melajukan kendaraannya menuju ke kediaman Vella dan markas Rose Black, semua tahanan sudah diamankan oleh anak buah Vella.


Besok pagi baru mereka sampai di kediamanan Vella, bibi dan orangtua Tirta menyambut kedatangan mereka.