
Sudah tiga hari Tirta di rawat di rumah sakit sekarang sudah di perbolehkan untuk pulang, setiap pulang sekolah Vella menyempatkan ke rumah sakit.
Kret
" Assalamualaikum" kata Vella, membuka pintu. Semua orang tersenyum padanya, Vella menyalami orangtua Tirta.
" Sayang baguslah kamu sudah datang anak ini tidak mau pulang jika kamu belum datang" kata Mommy Mayang yang kesal pada Tirta.
Vella mendekati 5irta sambil menatapnya. " Sayang jangan marah aku hanya inhin menunggumu" kata Tirta.
" Tapi kak itu tsk baik bagaimana jika aku sibuk di sekolah, maka kakak tak pulang begitu" kata Vella, memencingkan matanya, Tirta hanya tersenyum.
" Dad lihat putramu" kata Mommy Mayang menggelengkan kepalanya. " Sudah ayo pulang supir sudah menungggu, Vella ikut kan sayang" kata Daddy Hartawan.
" Umm" Vella melihat Tirta menanggukan kepalanya. " Ya om Vella ikut" kata Vella. Saking bahagianya Tirta mencium pipi Vella.
" Kakak" teriak Vella terkejut mendapat ciuman sedangkan Tirta hanya tersenyum meninggalkan ruangannya. orangtuanya menggelengkan kepalanya dan mengajak Vella pulang.
Tak membutuhkan lama sampailah mereka di sampai di kediaman keluarga Alfahri.
" Tuan, nyonya" kepala pelayan berlarian dan wajah yang ketakutan di penuhi Luka. Vella menyadari sesuatu yang ada aneh disini.
Sebaiknya ayo kita pergi dari sini pak juga masuk" kata Vella. " Sebenarnya ada apa sayang? " Mommy Mayang.
" Nanti Vella jelaskan tante" kata Vella. " Tirta juga merasakan ada yang aneh apa lagi penampilan ketua pelayannya yang berantakan.
Sebelum masuk ke mobil mereka terkejut mendengar tertawa dari belakangnya, mereka terkejut melihat orang yang sudah di belakangnya.
" Ven Flenderhart" kata tuan Hartawan terkejut melihat lawan bisnisnya bertahun berada di dalam kediamannya.
Mommy Mayang ketakutan melihat orang di depannya karena dia pernah melihat Ven Flrnderhart pernah melukai suaminya, sedangkan Vella hanya santai dengan orang di hadapannya karena dia juga menengal orang ini.
" Halo tuan Ven Flenderhart sudah lama kita tak bertemu, bukankah anda ada spanyol mengapa anda ada di london" kata Vella, berjalan antara Tirta dan Rendi dan berada di depan mereka.
Yang lainnya terkejut Vella menengal orang seperti Ven Flenderhart.
" Nona Vella Afferina, anda disini kenapa anda berada di sini? " tuan Ven Flenderhert terkejut melihat Vella berada di keluarga Alfahri.
" Dek menengal orang itu" kata Tirta, berada disamping Vella. " Seharusnya saya yang bertanya pada anda, tuan Ven Flenderhert mengapa anda berada di kediaman kekasih saya" kata Vella.
Tuan Ven Flenderhert terkejut mendengar bahwa Vella adalah kekasih Tirta Alfahri.
" Vel, bukankah kita harusnya seminggu lagi bertemu dengannya untuk membicarakan proyek, apa perlu kita memutuskan kerja sama setelah dia lakukan disini" kata Sandra.
" Itu ide bagus setelah aku melihat dia perbuat tak sopan di kediaman orang, aku tak tertarik dengan kerja sama ini. Ayo pergi" kata Vella.
Sebelum Vella melangkahkan kakinya ternyata dihentikan oleh Ven Flebderhert.
" Nona ini adalah urusanku dengannya, jadi aku harap nona jangan ikut campur dengan ini" kata Ven Flenderhert.
Tuan Ven Flenderhert kesal melihat Vella diam tak meresponnya. Akhirnya tak dapat menahan amarahnya lagi.
" Nona saya minta anda untuk minggir kalau tidak terpaksa saya akan berurusan dengan anda juga" tekan tuan Ven Flenderhert.
Tirta ketakutan jika tuan Ven Flenderhert akan melukai gadis kecilnya.