Lady Vella

Lady Vella
Episode 67



Sebuah ruangan pengintaian terlihat seorang pria duduk dengan santainya menyaksikan pertarungan yang sengit itu dari CCTV yang terpasang dari sudut ruangan, Dia menyaksikan tanpa mengatakan apapun seperti orang mencari kesempatan untuk menyerang.


" Bos tak ingin keluar sepertinya nyonya sangat kelelahan menghadapi gadis itu" kata Xander, berada di belakangnya.


" Kau benar gadis itu tak dapat di remehkan ilmu bela dirinya patut di puji, Isda takkan mampu melawannya. Lihat gadis itu hanya bertahan dari semua serangan dari Isda" kata Doddy sambil merokok.


Mereka terus menyaksikan pertarungan itu dari CCTV.


" Tuan gadis di pintu belakang juga tak kalah hebat boleh saya mencobanya tuan" kata Xander tertarik melihat Sandra, Doddy hanya tersenyum.


" Ayo kita ke sana gadis itu bertanya siapa aku tentu aku harus menjawabnya, tak baik membuatnya kecewa" kata Doddy.


Dengan gagahnya Doddy Alfahri menuju ke tempat Vella dengan Xander setia di belakangnya.


Prok, prok, prok.


" Ternyata gadis ini berani juga bertanya siapa aku" kata Doddy keluar dari kegelapan, Vella tersenyum melihat Doddy datang.


Sedangkan Tirta, meneringit dahinya melihat doddy datang sepertinya dia menengalnya tapi dimana pernah melihatnya.


" Maaf nyonya sepertinya urusan kita hanya sampai disini karena orang yang saya cari sudah datang" kata Vella.


" Jangan sembarangan kau gadis kecil kata siapa urusan kita sudah selesai, aku takkan membiarkanmu lolos kali ini" kata Isda, ketika Isda berniat menyerang Vella terdengar suara tembakan dari samping.


Dor.


Sendi sudah menyelesaikan pertarungannya dan menyusul ke tempat Vella.


" Kalian bawa yang masih sadar ke markas dan lainnya ikut denganku ke tempat nona" kata Sendi. " Baik bos" sebagian mereka membawa musuh ke markas Rose Black dan sebagian pergi bersama Sendi ke tempat Vella.


Setiba di tempat Vella Sendi melihat berbicara dengan seorang pria, dan ketika Vella bertarung dengan pria tersebut Isda berniat menyerang Vella dan Sendi menembak kakinya.


" Nah tuan Doddy Alfahri bagaimana sekarang tidak ada lagi menanggu kita" kata Vella, dengan santainya.


Semua orang terkejut mendengar nama itu, bahkan Tirta terdiam sepertinya sang daddy pernah bercerita tentang nama itu.


Di tempat Sandra Rendi dan beberapa anak buah Vella sudah datang, Sandra melihat Rendi dengan tatapan kesal sedangkan Rendi hanya tersenyum.


" Untuk apa sih kakak kesini aku bisa sendiri kok mengatasi mereka" kata Sandra dengan kesal.


" Kan sudah ku bilang aku takkan membiarkanmu sendiri, ingat nona Vella yang mengirimku kesini" kata Rendi dengan senyum.


Tiba saja ada musuh yang berniat melukai Sandra dengan pisau, Rendi yang melihatnya langsung menarik Sandra hingga tangannya luka terkena sayatan pisau.


" Kau berani melukainya" Sandra menendang musunhya hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.


" Ternyata kau takut juga melihatku terluka" kata Rendi tersenyum, dengan kesal Sandra menutup luka Rendi dengan sapu tangan yang dia bawa.


" Kalian bereskan mereka" kata Sandra pada bawahannya untuk mengurus musuhnya yang sudah lemah.


" Baik nona" sahut bawahannya. Kemudian Sandra membawa Rendi ke tempat Vella dia juga mengkhawatirkan sahabatnya itu.


Di tempat Roger dan para sniper.


Terjadi adu tembakan antara Ogi dan temannya dengan anak buah Doddy Alfahri, hingga terdengar oleh Roger yang hampir sampai di tempat Ogi.


" Ogi kami sudah sampai tahan tembakan kami mencoba untuk mengalihkan perhatian mereka, jika ada kesempatan langsung serang" kata Roger, dibalik earphone.


" Baik kami mengerti" kata Ogi, Roger menyerangusuhnya yang bersembunyi di bali pohon dan Ogi akan menembak sasaran jika ada kesempatannya.