
Di kediaman keluarga Alfahri
Keanu berada di dalam kamarnya hanya melamun sambil memegang HP yang di berikan Vella ketika dia pergi ke kediaman keluarga Alfahri, Vella memberikannya agar Keanu dapat menghubunginya kapan pun.
" Kakak dimana kenapa telepon Keanu tak di angkat" guman Keanu dengan sedihnya.
Bibi masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Keanu sambil membawa susu.
" Lho tuan muda kenapa menangis" kata bibi terkejut melihat Keanu, bibi segera mendekatinya dan meletakan susu di atas meja.
" Tuan muda" panggil bibi, Keanu membuka matanya dan memeluk bibi.
" Bibi kak Vella tak mengangkat telepon Keanu, katanya Keanu dapat menghubunginya kapan pun" kata Keanu menunduk sedih.
Bibi tersenyum melihat Keanu sedih baru saja sehari mereka berpisah sudah seperti ini, bagaimana nanti Vella pergi beberapa hari dia tak dapat menduganya.
" Nona pasti sedang sibuk tuan muda, sekarang tuan muda istirahat besok pagi pasti nona menghubungi" kata bibi, membujuk Keanu.
Keanu menanggukan kepalanya bibi memintanya menghabiskan susunya, setelah menghabiskan susu bibi menyelimutinya.
Kembali ke pelabuhan.
Suasana menjadi mencengkram bagi ke tua preman karena anak buahnya sudah di bawa ke kantor polisi begitu pula dengan para sandera.
Sandra yang sejak tadi menahan emosinya tak dapat dia tahan lagi melihat ketua preman tertawadia pun langsung memberinya pelajaran hingga dia terjatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
" Hahaha Gadis kecil ternyata tenagamu kuat juga, baiklah kali ini aku takkan membiarkannya" kata ketua preman, membalas pukulan Sandra.
Mereka saling serang tak ada yang menyerah Sandra memberinya tendangan membuat kepala ketua pusing.
Brug
" Kau lihat takkan bisa melawanku kau hanya gadis kecil di hadapanku" kata ketua Preman.
Sandra ngosngosan sambil menatap tajam ke arah ketua preman.
" Kali ini aku takkan mengampunimu" teriak Sandra, berlari dan menendang ketua preman.
Sandra mengeluarkan senjatanya berupa cambuk, Sandra memukulnya tanpa ampun.
" Sandra hentikan dia sudah tewas" kata Vella, menghentikan Sandra, Sandra memeluk Vella dan mengeluarkan tangisan histeris.
" Vella aku menghabisinya, hiks, hiks hiks aku berhasil menghilangkan rasa takutku" kata Sandra, Vella menepuk punggung Sandra.
Vella memerintahkan anak buahnya mengurus mayat ketua preman, Rendi mendekati Sandra yang masih menangis di pelukan Vella.
" Gadis nakal kamu tak cocok menangis, kamu yang biasanya garang " kata Rendi, Sandra menghapus air matanya menatap tajam ke arah Rendi yang tersenyum.
" Aw" Rendi kesakitan karena Sandra menendang kakinya sedangkan Sandra pergi. " Hei gadis nakal itu baru dirimu" teriaknya, Sandra tersenyum.
Vella dan lainnya hanya menggelengkan kepalanya keduanya memang sering ribut tapi ada cinta diantara mereka, Vella dan lainnya meninggalkan pelabuhan Sendi dan anak buahnya sudah membereskan lokasi agar besok tak ada berita tersebar.
Sebuah kawasan yang tak terpakai bahkan terjangkau oleh masyarakat, terlihat seorang pria yang tak muda lagi sambil menikmati minuman.
" Kalian sudah tahu siapa yang membuat keributan di sana dan menggagalkan transaksi? " Mr x pada anak buahnya yang ditugaskan untuk mematai disana.
" Bos sepertinya dia ada yang mengincarnya dan sebelum kita datang mereka sudah menguasai pelabuhan" kata anak buah Mr X.
" Mereka, kalian tahu siapa mereka itu menghabisi nyawanya ?" Mr X. " Maaf bos kami tak bisa melihat secara langsung, sepertinya mereka cukup pengaruh di negara ini" kata anak buahnya.
" Mereka cukup pengaruh di negara ini sepertinya kita jangan sampai urusan dengan mereka" kata Mr x.