
Sudah dua bulan Tirta menyelidiki permasalahan yang terjadi di cabang perusahaan Alfahri berada Amerika, mereka berhasil menemukan pokok permasalahannya.
" Rendi, kamu sudah menyiapkan semuanya?" Tirta. " Sudah semua bukti sudah terkumul kita tinggal menyerahkannya pada yang berkewajib" kata Rendi, membereskan semua berkas di atas meja.
" Dengan ini semuanya berakhir, Ayo kita kita ke kantor polisi aku ingin masalah ini cepat terselesaikan" kata Tirta.
Rendi menanggukan kepalanya kemudian mereka pergi ke kantor polisi untuk menangkap para pengkhianat dalam perusahaannya, tidak lupa untuk menghubungi pengacara.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di kantor polisi.
" Tuan itu pengacara sudah sampai" kata Rendi melihat pengacara sedang bicara dengan poisi, Tirta menanggukan kepalanya.
" Tuan perkenalan ini komandan syaril, dia teman saya sejak sekolah" kata pengacara. " Salam kenal tuan Tirta" kata Syaril.
" Sama-sama" kata Tirta, menyambut tangan Syaril. " Mari ikut saya " kata Syaril.
Mereka menuju ruangan syaril dan menyerahkan semua bukti kejahatan korupsi yang terjadi di perusahaannya.
Syaril membacanya. " Aku tidak menyangka bahwa mereka melakukan korupsi besar- besaran dalam perysahaan anda dalan waktu yang lama, mengapa anda baru sekarang melasporkannya, tuan" kata Syaril.
" Kami baru menyelidikinya selama beberapa bulan ini karena sebelum itu kami kuliah di universitas Harvard" kata Rebdi, mewakili Tirta.
Syaril menatap Tirta yang dingin dia hanya menggelengkan kepalanya. " Baiklah ini akan segera kami proses, kami harap anda jangan pergi kemana dulu karena anda akan di panggil jika di perlukan" kata Syaril.
" Baiklah saya tidak ingin berlama abda harus menganani kasus ini secepatnya" kata Tirta. " Baiklah anda jangan khawatir" kata Syaril.
Mereka saling berjabat tangan dan pamit, Tirta dan Rebdi menuju apartemen sedangkan pengacara mengurus surat yang dibutuhkan.
" Rendi kita kembali ke apartemen". Baik tuan" Seru Rendi. Mereka menuju ke apartemen untuk memperistirahatkan tubuh mereka.
Keesokan harinya pihak polisi menyerbu perusahaan, Tirta sudah di beritahu bahwa penyerbuan ini sebaiknya di lakukan di perusahaan agar mereka tidak dapat kabur.
Para pengkhianat berkumpul di sebuah ruangan mereka membicarakan rencana selanjutnya. " Dasar bocah sudah beberspa bulan dia memimpin perusahaan ini, tetapi tindakan kita yang selama ini belum juga ketahuan" kata manager pemasaran.
" Tapi akhir ini gerakan tuan Tirta dengan asistennya sangat mencurigakan" kata manager personalia. " sudahlah jangan khawatir mereka hanya anak kecil, rencana kita yang telah disusun takkan ketahuan" kata ketua administrasi
Tanpa mereka sadari Tirta, Rendi dan polisi mendengar pembicaraan mereka, Rendi sempat merekam pembicaraan mereka sebagai tambahan bahan bukti.
Brak
" Angkat tangan kalian di atas kepala, cepat" teriak inspektur. Parabpengkhianat terkejut melihat kedatangannTirta bersama polisi.
" Kalian terkejut melihat kami, pasti tidak akan menyangka bahwa kelakuan buruk kalian akan ketahuan, kalian jangan pernah memikirkan jika kami masih anak lagi yang mudah kalian diperdaya" kata Tirta dengan dinginnya.
" Tuan muda maafkan kami, kami berjanji takkan berbuat seperti ini lagi" kata Manager pemasaran.
" Setelah kalian mengelapan dana proyek pembanguan selama ini jangan harap mudah di ampuni, kalian telah merugikan perusahaan bahkan menghabiskan tenaga pekerja itu, bawa mereka ke kantor polisi" kata Tirta.
Inspektur memerintahkan anggotanya untuk membawa mereka ke kantor polisi, para pengkhianat hanya bisa berteriak minta ampun.
Para karyawan berbisik membicarakan para manager yang teganya korupsi di perusahaan tempat mereka bekerja.
" Pak terima kasih atas bantuannya" kata Tirta, menyalami tangan polisi. " Seharusnya kami yang mengucapkan terima kasih pada anda, sebenarnya masalah ini sudah lama ketika tuan Hartawan merasa curiga dengan laporannya tapi kami kekurangan bukti, terpaksa masalah ini terlupakan" kata Inspektur.
Tirta merasa bersyukur masalah yang terjadi di peeusahaannya telah selesaikan, sekarang dia bisa menemui gadis kecilnya.