
Vella berada di kamarnya sejak pulang sekolah dia terus berada di kamarnya Sandra meminta lainnya untuk tidak menanggu dirinya, dia tahu bahwa Vella masih marah atas kejadian di sekolah.
"Apa dia memberitahunya, apa dia mengingatku" guman Vella mengingat sang daddy. Vella yakin Elsa memberitahu kejadian tadi pada Maya dan dia pasti menyebut namanya, apakah daddynya juga mengetahuinya.
" Kak Sandra, kakakku kenapa dari tadi hanya berdiam diri di kamar apa kak Tirta jahat padanya nanti Keanu marah padanya" kata Keanu dengan cemberut.
" Uh adik kakak ini kak Tirta tidak berbuat salah tapi ada gadis yang menginginkannya jadi kakakmu itu sedang cemburu, kamu kira kakakmu itu membiarkan kak Tirta di ambil orang" kata Sandra menatapnya dengan senyuman.
" Baiklah jika dia berbuat jahat pada kakakku akan ku beri pelajarannya" kata Keanu, meninggalkan meja makan.
" Dek mau kemana? " Sandra. " Aku mau latihan kak" kata Keanu.
Sandra menatap bibi dengan menggelengkan kepalanya.
" Sandra pasti ada hal lain yang membuat nona kesal" kata bibi menatapnya, Sandra menghela nafasnya.
" Bibi sepertinya Vella sebentar lagi akan bertemu dengan keluarganya" kata Sandra.
" Sandra apa maksudmu? " Bibi terkejut mendengar perkataan Sandra, Sandra pun menceritakan yang terjadi di sekolah.
" Astagfirullah " Bibi terkejut mendengar cerita yang disampaikan oleh Sandra.
Bibi terduduk lemas di lantai membuat Sandra dan lainnya terkejut.
" Bibi baik-baik saja kan, panggilkan dr Felly" kata Sandra tapi di hentikan oleh bibi.
" Tidak aku baik saja Sandra, kamu tidak bercanda kan dengan yang kamu ucapkan tadi" kata bibi dengan suara lirih.
Sandra menggelengkan kepalanya. " Kenaoa ini terulang lagi dulu ibunya mengambil kebahagiaan nyonya Tiara dan sekarang putrinya akan merampas kebahagiaan nona Vella, apa mereka belum cukup merampas kebahagiaan nona Vella" kata bibi menangis.
Vella tersenyum dari balik dinding ternyata dia mendengarnya.
" Sandra benar aku memiliki semuanya dan aku takkan membiarkan mereka merampasnya termaksud dia" kata Vella mengingat Yuda Sanjaya.
Kediaman Sanjaya
Yuda berada di ruang kerjanya sudah berjam-jam dia disana dia memejamkan matanya. Tiba saja bayangan istri pertamanya melintas dengan kemarahan.
" Tiara" pekik Yuda, mengusap wajahnya secara kasar. " Kenapa kamu mendatangiku Tiara ini semua karena anak kurang ajar itu yang telah membuatmu meninggal dan aku juga kehilangan putraku yang masih bayi" kata Yuda sedih menhingat ketika menguburkan putranya yang dia kira selama ini meninggal.
Taklama Maya masuk mengajaknya untuk makan malam, Maya mengambil makanan untuknya.
" Inilah sekarang keluargaku aku akan menjaganya dari siapa pun" kata Yuda dalam hati, dia melupakan putrinya Vella Afferina yang srlama ini tinggal di negara yang sama dengannya.
" Dad kapan akan bertemu dengan tuan Tirta" kata Elsa dengan manja.
" Daddy belum tahu sayang karena pihaknya belum memberi kabar pada perusahaan kita, mom daddy tunggu di kamar" kata Yuda, Maya menanggukan kepalanya.
Elsa kesal dengan perkataan daddy. " Dayang tenanglah dulu" kata Maya, memegang tangan Elsa.
" Tapi mom Elsa ingin segera bertemu dengannya dan gadis itu pasti merayunya jika kita tidak bertindak cepat" kata Sandra.
" Sayang dengar mommy takkan biarkannya merampas tuan muda Tirta darimu, satu lagi jangan mendesak daddymu kamu tak ingin putri dan daddy bertemu" kata Maya.
Elsa memeluk mommynya dan menanggukan kepalanya.