Lady Vella

Lady Vella
Episode 119



Alam bawah sadar Vella.


Terlihat taman yang indah di penuhi oleh bunga sangat terlihat indah dan wangi Vella berdiri diantara bunga yang indah.


" Apakah aku sudah ada di surga? " Vella, melihat keadaan sekitarnya. Vella memenjamkan matanya dia merasa ketenangan tak pernah dirasakannya.


Tiba Vella merasakan ada sentuhan lembit di pundaknya dia membalikan tubuhnya terkejut melihat wajah yang begitu dia rindukan, Vella melihat mommy Tiara di hadapannya dengan senyuman.


" Mommy" teriak Vella menangis sepuasnya dalam pelukan mommy Tiara, mommy Tiara memeluknya.


" Mommy kenapa meninggalkan Vella sendirian, Vella tak ingin sendirian lagi Vella hanya ingin bersama mommy" kata Vella. Mommy Tiara tersenyum mengajak putrinya ke suatu tempat.


Mereka duduk ayunan dengan Vella merebahkan kepalanya di pangkuan mommy Tiara.


" Mommy kita ada dimana? " Vella, menatap mommy Tiara, mommy Tiara mengusap tambut putrinya.


" Sayang kembalilah" kata mommy Tiara, tanpa melihat putrinya. Vella duduk dan menatap mommy Tiara.


" Mommy emangnya Vella harus kembali kemana dan mommy ada disini Vella hanya ingin bersama mommy" kata Vella.


Mommy Tiara memegang tangan putrinya dan menatapnya dengan penuh kasih sayang.


" Sayang di luar sana masih ada orang menunggumu kembali termasuk daddymu" kata mommy Tiara. Vella terdiam tak ingin mendengar nama itu.


" Sayang maafkan daddymu" kata mommy Tiara. " Nggak mommy daddy nggak sayang pada kita dia lebih percaya pada wanita itu bahkan dia hampir melukai Keanu" kata Vella, menggelengkan kepalanya.


" Sayang mommy tahu kamu masih berharap daddymu kembali pada kita maka berilah dia kesempatan dan maafkan dia, dia tak sepenuhnya salah Maya yang telah menghasutnya " kata mommy.


Vella menanggukan kepalanya mommy Tiara lega karena putrinya sudah memaafkan Yuda.


" Sayang coba kamu penjamkan matamu ada seseorang yang menunggu" kata mommy Tiara. Vella memenjamkan matanya dia melihat Tirta menangis sambil memeluk raganya.


" Mas Tirta"kata Vella, membuka matanya. " Sayang kembalilah dan ikuti cahaya itu" kata mommy Tiara, Vella memeluk mommy Tiara.


Vella melambaikan tangannya pada mommy Tiara dan mengikuti cahaya.


Tin tin tin.


" Dokter monitornya berbunyi " kata suster, berdiri di samping Vella.


" Nak bangun ini daddy"


" Kakak"


" Sayang" kata Tirta, mendekati Vella dan memeluknya.


" Suster bawa mereka keluar saya akan memeriksa pasien ayo doktet Felly" kata dokter Jantung.


" Saya harap kalian keluar dulu biar dokter memeriksa pasien" kata suster.


" Tapi suster saya ingin melihat anak saya" kata Yuda.


" Saya paham tuan tapi pasien baru saja melewati masa kritis beri kami untuk memeriksanya" kata suster, mereka menanggukan kepalanya.


Sandra langsung menggendong Keanu yang terus memanggil Vella, mommy Mayang dan daddy Hartawan membujuk putranya keluar.


" Mom dad lihat sendiri kan alat monitornya berbunyi Vella pasti kembali" kata Tirta, memeluk mommy Mayang.


Daddy Hartawan melihat Yuda berdiri diam di depan pintu mengajaknya duduk.


" Tuan Sanjaya ayo duduk" kata Daddy Hartawan, membantu Yuda duduk di dekat putranya.


Dalam ruangan operasi.


Dokter spesialis jantung memeriksa detak jantung Vella tidak lupa suster memasang darah ke tubuhnya.


" Alhamduliilah detak jantung pasien kembali kita hanya menunggu pasien sadar" kata dokter. Dokter Felly menangis mendengar Vella telah melewati masa kritisnya.


Dokter Felly keluar untuk memberi kabar pada keluarga dan lainnya.


" Dokter bagaimana? " Tirta. " Alhamdulillah nona sudah melewati masa kritisnya sekarang kita akan memindahkannya ke ruang nginap" kata dokter Felly.


" Kak Felly, kakak Keanu akan sembuh kan? " Keanu.


" Ya tuan muda kakaknya tuan muda akan bangun" kata Dokter Felly, Keanu tersenyum.


Yuda hanya bisa melihat Keanu dari kejauhan ria tak berani untuk mendekat putranya itu pasti takkan mengenalnya.


" Nak kamu sudah berhasil menbesarkan adikmu " kata Yuda, terdengar oleh Roger di sampingnya.


" Nona muda berhasil membesarkan tuan muda sendirian apalagi saat tuan muda terserang racun" kata Roger.


" Racun" kata Yuda, menatap Roger. " Seharusnya anda sudah tahu siapa yang memberi tuan muda racun" kata Roger, Sendi menenangkan sahabatnya yang sedang emosi.


Yuda hanya bisa meruntuk kebodohannya yang terlalu percaya pada Maya.


Pintu ruang operasi terbuka suster mendorong brankar ditempati Vella yang belum sadar.


" Suster tunggu" kata Sandra, mendekati Vella tersenyum mengelus lengannya.


" Sayang cepatlah sadar mas akan menunggu disini" kata Tirta.


" Nak cepatlah sadar mommy akan menemanimu" kata mommy Mayang.


" Kakak" kata Keanu.


" Maaf tuan, nyonya saya harus membawa pasien ke ruang rawat dan kalian dapat menengoknya di sana" kata suster, mendorong brankar Vella.


Suster membawa Vella ke ruang rawat VVIP 2 atas permintaan Tirta.


" Nak berilah tuan Yuda kesempatan mereka harus menyelesaikan masalahnya " kata daddy Hartawan, memegang pundak Tirta saat dia ingin masuk.


" Tuan Yuda masuklah saya yakin putrimu sedang menunggu anda" kata daddy Hartawan.


" Terima kasih tuan Hartawan, nak kamu ingin ikut" kata Yuda, mengajak Keanu. Keanu menanggukan kepalanya meraih tangan Yuda untuk masuk ke dalam.


" Sebaiknya kita pulang dulu dan istirahat besok baru kesini, berilah waktu mereka untuk berbicara" kata daddy Hartawan, mereka menanggukan kepalanya.


" Sandra sebaiknya pulang bersama bibi biar aku dan Roger berjaga disini, nanti aku akan menghubungi lainnya untuk berjaga sekitar rumah sakit" kata Sendi, Sandra menanggukan kepalanya.


Roger mengantar Vella dan bibi kembali ke markas Rose black, Tirta dan keluarganya diantar oleh supir kembali ke kediaman keluarganya.


Markas Rose black


Maya dan Elsa dikurung di ruang bawah tanah mereka duduk di kursi dengan diikat oleh tali.


" Mami kita ada dimana sekarang Elsa takut mi disini gelap" kata Elsa.


" Mami juga nggk tahu Sa, mami hanya ingat kita dibawa oleh anak buah Vella" kata Maya.


" Mami kenapa Vella menjadi kuat padahal dia dulu lemah dan penurut" kata Elsa, Maya menggelengkan kepalanya.


Rumah sakit


Ruang rawat VVIP 2


Yuda dan Keanu duduk di dekat Vella yang masih belum sadar. " Nak ini daddy kamu mau kan memaafkan daddy" kata Yuda, memegang tangan Vella, Keanu duduk di sofa memperhatikan Yuda berbicara dengan kakaknya.


Yuda tersenyum melihat putranya sudah tertidur di sofa dia mendekati Keanu dan memperbaiki agar putranya tidak kesakitan.


" Daddy minta maaf nak karena membuatmu dan kakakmu menderita bertahun-tahun" kata Yuda, mengelus rambut Keanu tidak lupa menyelimutinya yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit.


Tanpa dia sadari Vella menangis dalam ketidaksadarannya.


Kediaman keluarga Alfahri


Tirta berdiri di dekat jendela sambil menghela nafasnya secara kasar.


" Sayang semoga besok kamu sudah sadar dan melupakan semuanya, kita akan memulai hidup yang baru bersama keluarga kita" guman Tirta, dengan memenjamkan matanya.