Lady Vella

Lady Vella
Rencana Elsa



Setelah makan malam kediaman Hartawan Vella dan lainnya kembali pulang karena hari sudah larut besok mereka harus ke sekolah.


Kamar Tirta


Tirta berdiri didekat jendela dia terus tersenyum karena telah bertemu Vella si gadis kecilnya.


" Sebaiknya aku istirahat dan besok aku akan menjemputnya di sekolah" kata Tirta, beejalan ke tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya.


Keesokan harinya


Vella bersiap untuk ke sekolah selesai sholat subuh menuju ke kamar Keanu untuk melihatnya. Vella membuka pintu kamar Keanu terlihat adiknya masih tidur.


" Sayang ayo bangun untuk bersiap ke sekolah" kata Vella, mengelus rambutnya.


Keanu terbangun dari tidurnya terlihat kakaknya tersenyum. " Kakak Keanu mau bersiap dulu" kata Keanu. Vella menanggukan kepalanya dan keluar dari kamar adiknya.


Selesai bersiap Vella dan Sandra mengantar Keanu ke sekolahnya.


" Dadah kak Vella, kak Sandra: kata Keanu. Kemudian Vella menuju ke sekolahnya, sesampai di sekolah sudah banyak siswa yang berdatangan.


" Sa lihat semakin genit saja dia" seru Rara pada Elsa dan Jessica melihat Vella dan Sandra datang. Mereka semakin kesal melihat para cowok menangguminya.


" Sepertinya dia harus diberi pelajaran semakin melunjak dia" kata Elsa, menatap Vella dengan benci.


" Wah lihat ini siapa yang telah datang, kalian harus tahu kemaren aku pernah melihat wanita ini bermesraan denga seorang dijalan apa itu om-omnya " kata Elsa. Ternyata kejadian di restoran kemaren Elsa melihat.


Tapi Vella mengacuhkannya tanpa menghiraukan bisik teman sekolah, dia melanjutkan langkahnya ke kelasnya diikuti oleh Sandra.


" Elsa lihat dia pergi begitu saja tanpa menghiraukan kita" kata Rara. " Biarkan saja syo kita masuk bel sudah berbunyi nanti kita lanjutan" kata Elsa.


Dalam kelas.


Teman sekelasnya berbisik menengai yang dikatakan oleh Elsa dan sahabatnyw.


" Vel, kamu tidak apa? " Sandra melihat temannya hanya diam. Vella menanggukan kepalanya kemudian guru masuk ke kedalam kelas memulai pembelajaran.


Tirta memulai pekerjaannya menjadi CEO semenjak dia menjadi pimpinan perusahaan daddy Hartawan menyerahkan semua keputusan pada putranya.


Tok, tok, tok


" masuk" Sekretaris masuk kedalam sambil membawa berkas yang diminta oleh Tirta. " Tolong kamu panggil direktur keuangan" kata Tirta.


" Baik tuan" seru sekretaris. Kemudian Rendi masuk bersamaan direktur keuangan yang fipanggil oleh Tirta.


" Bagaimana keadaan keuangan perusahaan tahun ini? " Tirta, memeriksa laporan keuangan. " semuanya stabil tuan dan proyek kita yang baru saja selesai juga menunjukan untung yang menguntungkan" kata direktur.


Tirta menanggukan kepalanya kemudian mereka kembali mempelajari semua laporan di berbagai dimensi. Tanpa terasa sudah waktunya makan siang.


" Tuan sudah waktunya makan siang" kata Rebdi. Tirta melihat arloji dan menunjukan jam 12 siang.


" Sekarang pasti dia sudah waktunya pulang sekolah, sebaiknya aku jemput dia" kata Tirta dengan senyuman.


" Rendi ayo ikut aku ingin jemput gadis kecilku" kata Tirta, Rendi mengikuti langkah Tirta.


Sekolah


" Elsa sebentar lagi jam pulang akan berbunyi apa yang kita lakukan padanya" kata Jessica menunjuk arah Vella.


" biarkan guru pergi dulu aku sudah punya rencana yang bagus" seru Elsa, dengan liciknya memikirkan rencana agar nama Vella tercoreng di hadapan siswa.


Taklama bunyi bel berbunyi ketika siswa keluar daei kelasnya Elsa menghentikan langkah Vella.


" Hei gadis miskin mau kemana kau" kata Elsa, tersenyum sinis. Membuat Vella juga teman sekelasnya menghentukan langkahnya.


" Mau apa kalian kami harus pulang" kata Sandra. " Hei jika kau ingin pulang silahkan saja kecuali temanmu ini" tunjuk Elsa pada Vella.


Para siswa saling berbisik menengai apa yang akan dilakukan oleh Elsa dan temannya